SMA NEGERI 3 Depok Bersama GOETHE INSTITUT Gelar Science Film Festival

by Redaksi
0 Komentar 254 Pembaca

Swara Pendidikan (Sukmajaya, Depok) – SMA NEGERI 3 Depok bersama GOETHE INSTITUT gelar Sience Film Festival bertemakan “Agenda dekade restorasi ekosistem dari PBB”.

Kegiatan yang di gelar di aula sekolah di prakarsai oleh perwakilan wali murid kelas 10/1 di ikuti 430 siswa-siswi kelas 10.

Melli perwakilan wali murid bernama afiqah khairan kuncoro kelas 10/1 mengatakan, Sience Film Festival merupakan perayaan komunikasi sains di Asia Tenggara, Asia Selatan, Afrika, Amerika Selatan, dan Timur Tengah. Bekerjasama dengan mitra lokal.

“Perayaan ini mempromosikan literasi sains dan memfasilitasi kesadaran akan isu-isu ilmiah, teknologi, dan lingkungan kontemporer melalui film internasional dengan kegiatan pendidikan yang menyertainya. Selain juga menyajikan isu-isu ilmiah yang mudah diakses dan menghibur bagi khalayak luas dan menunjukkan bahwa sains bisa menyenangkan,” papar Melli.

Dia menjelaskan, agar tidak mengganggu KBM kegiatan ini dibagi 4 sesi, dimana di setiap sesi nya ada perputaran film dan simulasi eksperimen gelas magnus dan eksperimen glatser yang di pandu oleh 2 volentir perwakilan Goethe Institut Indonesia, kak Nadia dan kak Faiz.

“Jadi sebelumnya saya hanya membaca berita yang ada di Goethe Institut. Kebetulan dulunya saya tinggal di Jerman. Jadi untuk memanage bahasa Jerman, putra saya cukup intens berkomunikasi dengan Goethe Institut, ” katanya.

Melli menyebut bahwa Sience Film Festival ini yang di prakarsai oleh PBB dan bekerjasama dengan Afrika dan Eropa, di buat memang untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia.

“Karena event ini biasanya digelar di bulan Oktober dan November. Maka, kemudian saya coba komunikasi melalui Goethe Institut. Alhamdullillah kami di kasih plot waktu di tanggal 22 November ini,” ujarnya.

Senada juga disampaikan oleh Desta Manda Aulia, guru bidang mata pelajaran Biologi.

“Saya, bu Ella, dan pak Agus bersama dengan koordinator kelas (korlas) ibu Melli, ibu Rahma dan ibu Sisil bertemu dengan perwakilan Goethe Institut untuk membuat kegiatan science film festival di tahun 2023,” ujar Desta.

Tujuan utamanya, lanjut Desta, ingin mengembalikan kesadaran dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, sehingga nanti ketika anak-anak bisa menjadi pemimpin negara, menjadi peneliti atau CEO sebuah perusahaan bisa lebih memperhatikan lingkungan.

“Karena di bulan kemaren sekolah kita juga mendapatkan Adiwiyata Nasional yang kita usahakan secara mandiri yang sertifikat penghargaannya langsung di tandatangani oleh Kementrian Lingkungan dan Kehutanan,” ungkapnya.

“Harapan kami, anak-anak bisa menerapkan pengetahuan yang sudah didapat supaya bisa menularkan, minimal ke keluarga yang terdekat lalu nanti bisa bersinergi bersama masyarakat,” pungkasnya.

 

SMAN 3 Depok, sekolah berwawasan lingkungan

Sementara itu, ungkapan syukur dan ucapan terima kasih disampaikan oleh Kepala SMAN 3 Depok, Nurlely kepada wali murid yang telah meng inisiasi dan mengkomunikasikan kegiatan ini ke pihak Goethe Institute.

Menurutnya, program ini sejalan dengan SMAN 3 sebagai sekolah berwawasan lingkungan.

“Jadi pas banget ini dengan adanya kegiatan seperti ini disekolah, karena kami memang rutin pembiasaan pagi terkait dengan lingkungan, yang biasa kita lakukan setiap Rabu dan Jumat dengan tujuan munculnya karakter-karakter kepedulian terhadap lingkungan,” jelas Nurlely.

“Melalui sains anak-anak bisa memulihkan lingkungan yang kondisinya sekarang sudah mulai rusak, karena itu mereka harus menyadari betapa pentingnya berpatisipasi untuk melakukan pemulihan terhadap lingkungan sehingga tidak bertambah rusak,” tukasnya..

Dia berharap, anak-anak lulusan SMAN 3 Depok bisa menjadi duta-duta adiwiyata di lingkungannya sebagai penggagas dan pelopor. Seraya mengucapkan alhamdullilah karena sampai hari ini masih ada orang tua yang peduli terhadap pendidikan dan sekolah sehingga ini bisa bermanfaat bukan hanya kepada anak-anak nya tetapi kepada anak-anak yang lain. “semoga ini menjadi amal jariyah juga,” aamiin

Kepada pemerintah, Nurlely meminta agar ada kegiatan dan kebijakan yang dikeluarkan terkait dengan kepedulian terhadap lingkungan yang dilaksanakan di sekolah-sekolah, karena sekolah adalah tempat yang strategis untuk bisa memperbaiki semuanya.

“Kepada para orang tua, saya juga mengimbau perlunya kolaborasi dan sinergisitas antara pihak sekolah dan orang tua agar bisa meluangkan waktu dan perhatiannya untuk anak-anak dan sekolah agar mereka bisa tumbuh dengan baik dan mandiri,” tutur Nurlely. (amer)

Baca juga

Tinggalkan Komentar