Swara Pendidikan (Cipayung, Depok) — SMP Dharma Pertiwi gelar pentas bakat kokurikuler bertajuk “Harmoni 3: Lensa Cerita, Bait, dan Suara” tahun pelajaran 2025/2026. Diikuti seluruh peserta didik kelas 7 hingga 9 sebagai bagian dari penguatan literasi dan pengembangan karakter siswa. Jumat (6/9/26)
Pentas bakat ini menampilkan berbagai kemampuan siswa, di antaranya pidato oleh siswa kelas 9, pembacaan puisi oleh siswa kelas 8, serta storytelling dua bahasa oleh siswa kelas 7. Seluruh penampilan diperbolehkan menggunakan iringan musik untuk menambah daya ekspresi dan kreativitas peserta.
Acara dihadiri langsung oleh Ketua YPI Al Muhtadin, H. Saefudin Zuhri, SIP, didampingi Kepala SMP Dharma Pertiwi, Andiyes Rigayo Amin, S.Pd, serta seluruh civitas akademika SMP Dharma Pertiwi.
Dalam sambutannya, H. Saefudin Zuhri menyampaikan bahwa kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang berani, optimis, serta memiliki mental pejuang yang tangguh.
“Literasi adalah salah satu faktor penting yang membuat manusia bertumbuh dan berkembang secara cerdas. Dengan kegiatan ini, kami berharap tidak ada lagi siswa yang bersikap tidak santun, melawan orang tua dan guru, maupun terlibat kenakalan remaja yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” paparnya.
Sementara itu, Staf Kurikulum SMP Dharma Pertiwi, Pingke Purnamasari, menjelaskan kokurikuler semester dua ini sebenarnya telah berjalan di masing-masing kelas.
“Setiap kelas dibagi menjadi enam kelompok. Sebelum tampil, siswa telah melalui asesmen berupa narasi perkembangan siswa. Diikuti seluruh peserta didik kelas 7 hingga 9 dengan total 17 rombongan belajar, serta menampilkan 17 siswa,” jelasnya.

Pingke menambahkan, tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan kecintaan siswa terhadap literasi, membangun jiwa kritis dan kepercayaan diri, serta mengembangkan bakat dan potensi siswa. Yang dalam pelaksanaannya didampingi oleh PJ wali kelas, wakil wali kelas, serta guru pendamping.
Ke depan, pihak sekolah berencana melakukan seleksi lanjutan terhadap siswa-siswa terbaik untuk dipersiapkan mengikuti Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional (FLS2N) tingkat kota.
Khusus bagi siswa kelas VIII, kegiatan ini juga menjadi ajang persiapan menghadapi ujian praktik yang akan dilaksanakan saat mereka berada di kelas IX.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para siswa yang tampil maupun yang tidak tampil.
“Awalnya saya gugup, tapi setelah tampil rasanya bangga bisa mengekspresikan diri. Kegiatan ini bikin saya lebih berani tampil di depan umum,” ungkap salah satu peserta.
“Storytelling dua bahasa itu menantang, tapi seru. Saya jadi lebih percaya diri berbicara bahasa Inggris dan ingin ikut lomba lagi kalau ada kesempatan,” sahut peserta lainnya.
Dengan terselenggaranya kegiatan Harmoni 3, SMP Dharma Pertiwi berharap dapat terus menumbuhkan budaya literasi serta mencetak siswa yang berkarakter, kreatif, dan siap bersaing di berbagai ajang akademik maupun nonakademik.




