• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Sunday, April 12, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Sekolah Gratis di Tanah Merah: Harapan yang Dulu Mustahil, Kini Jadi Nyata

Penulis: Eka C. Herlambang (Sukarelawan/Volunteer)

by SWARA PENDIDIKAN
18 September 2025
in INSPIRASI PENDIDIKAN, Jakarta
0
Sekolah Gratis di Tanah Merah: Harapan yang Dulu Mustahil, Kini Jadi Nyata
        

 

Swara Pendidikan (Jakarta Utara) – Daerah marginal kerap identik dengan berbagai permasalahan sosial. Begitu pula Tanah Merah, Plumpang, Jakarta Utara. Kawasan ini sejak lama dikenal dengan stigma “grey area”, dihuni masyarakat yang sebagian besar bekerja serabutan—mulai dari pemulung, pekerja kasar, pengamen, hingga fenomena silver man yang menghiasi perempatan lampu merah. Tidak sedikit pula remaja yang terjerumus ke tawuran, penggunaan lem aibon, bahkan ada yang akhirnya terjebak ke dunia malam (pekerja seks komersial-PSK).

Kondisi sosial ekonomi masyarakatnya berada di bawah garis kemiskinan. Pada masa Gubernur Fauzi Bowo, Tanah Merah bahkan disebut sebagai daerah tak bertuan sehingga warganya tidak memperoleh KTP. Barulah pada masa Gubernur Joko Widodo, identitas kependudukan diberikan secara resmi. Namun, persoalan pendidikan tetap menjadi tantangan besar: sebagian besar anak-anak Tanah Merah tidak mendapatkan akses pendidikan yang layak.

BACA JUGA

Sehari Bersama Pengawas Sekolah di Bogor: Jejak Dedikasi di Balik Layar Pendidikan

Kisah Inspiratif: Perjalanan Panjang Niken Pratiwi, dari Guru Honorer hingga Menjadi Kepala Sekolah

Hery Susanto: Ramadan Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Polri dan King Shooting Club Grup Sosialisasi Bahaya Airsoft Gun Ilegal

Hadir sejak tahun 2008, PKBM Obor Berkat Indonesia menjadi secercah harapan bagi warga Tanah Merah. Melalui program kesetaraan Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA), lembaga ini membuka akses pendidikan gratis bagi anak-anak putus sekolah maupun warga yang ingin melanjutkan pendidikan.

Bukan hanya itu, peserta didik juga dibekali berbagai keterampilan praktis seperti sablon, membatik, memasak, hingga teknologi komputer. Tujuannya jelas: agar mereka memiliki bekal untuk mandiri, tidak terjebak pada lingkaran kemiskinan, serta mampu menatap masa depan dengan lebih optimis.

Apa yang dilakukan PKBM Obor Berkat Indonesia sejalan dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945. Pasal 31 menegaskan bahwa pendidikan adalah hak setiap warga negara. Sementara Pasal 28C menyatakan bahwa setiap orang berhak memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi demi meningkatkan kualitas hidupnya.

Artinya, anak-anak Tanah Merah sama berharganya dengan anak-anak Indonesia lainnya. Mereka berhak memperoleh kesempatan yang sama untuk belajar, berkembang, dan meraih masa depan yang lebih baik.**

 

 

BeritaTerkait

Sehari Bersama Pengawas Sekolah di Bogor: Jejak Dedikasi di Balik Layar Pendidikan
Inspirasi

Sehari Bersama Pengawas Sekolah di Bogor: Jejak Dedikasi di Balik Layar Pendidikan

7 April 2026
0
0

Pagi masih muda, ketika Siti melangkahkan kaki ke halaman sebuah...

Read more
Kisah Inspiratif: Perjalanan Panjang Niken Pratiwi, dari Guru Honorer hingga Menjadi Kepala Sekolah

Kisah Inspiratif: Perjalanan Panjang Niken Pratiwi, dari Guru Honorer hingga Menjadi Kepala Sekolah

6 April 2026
0
Hery Susanto: Ramadan Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

Hery Susanto: Ramadan Momentum Perkuat Kepedulian Sosial

13 March 2026
0

Polri dan King Shooting Club Grup Sosialisasi Bahaya Airsoft Gun Ilegal

1 March 2026
0

Vendor SMF Pertegas Tak Ada Kerjasama Sarpras Komputer Fiktif Disdik DKI

1 March 2026
0

98 Ribu Guru Kemenag Ikuti UKMPPG, Lulus Berhak Terima TPG

23 February 2026
0
Next Post
SDN Tapos 02 Dikosongkan, 352 Siswa Sementara Belajar di SDN Tapos 01

SDN Tapos 02 Dikosongkan, 352 Siswa Sementara Belajar di SDN Tapos 01

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id