SDN Pondokcina 1 Gelar Karya P5 dan Market Day

by Redaksi
0 Komentar 78 Pembaca

Swara Pendidikan (Pondokcina, Depok) – SDN Pondokcina 1 Gelar Karya Project Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema Bhinneka Tunggal Ika tahun ajaran 2023/2024 pada Selasa (4/6/24) lalu, dibuka dengan permainan  angklung oleh Kepala SDN Pondokcina 1, Hj. Sri Widayati.

Gelaran ini juga menampilkan fashion show oleh siswa, guru dan kepsek, serta tarian daerah oleh siswa siswi kelas 4 dan permainan anngklung oleh seluruh siswa kelas 5. ditutup dengan tari Rampak Sekar.

Gelar Karya P5 ini juga dibarengi dengan marketday, yang menjajakan berbagai jenis makanan dari sejumlah daerah.

Menurut Kepala SDN Pondokcina 1, Hj. Sri Widayati, Gelar Karya ini untuk memberikan apresiasi bagi siswa dalam usaha dan karyanya dalam satu semester. Sekaligus dalam rangka melaksanakan pembelajaran P5 Kurikulum  Merdeka.

“Untuk marketday ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada siswa untuk menjual produk atau jasa yang mereka buat atau tawarkan. Tujuannya meningkatkan keterampilan kewirausahaan siswa serta memberi mereka pengalaman langsung dalam mengelola bisnis kecil-kecilan,” terang Hj. Sri.

“Alhamdulillah, kegiatan Gelar Karya dan juga marketday ini mendapat dukungan luar biasa dari orangtua siswa.  Dan yang membuat kami bangga adalah kerja sama para orang tua dalam mensukseskan kegiatan ini,” ucap Hj. Sri Widayati bersyukur.

 

Kunjungan Edukasi ke TMII

Sementara itu, lanjut Hj. Sri, untuk kegiatan edukasi lainnya, kami juga mengadakan Outing kelas untuk kelas 1-3 ke TMII (Taman Mini Indonesia Indah) dengan mengujungi Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP-IPTEK), Museum Keprajuritan dan Anjungan rumah adat. Dan untuk kelas 4 dan 5 kunjungan ke Museum Energi, Museum Penerangan dan Anjungan rumah adat.

Kepsek SDN Pondokcina 1 menjelaskan, tujuan diadakan Outing kelas bagi siswa, mengenalkan kepada siswa  untuk lebih dekat dengan keberagaman budaya, arsitektur, dan keindahan alam Indonesia secara umum. Karena di TMII Ini seluruh replika dari berbagai bangunan tradisional dari seluruh Indonesia ada.

“Selain memberikan pengalaman edukatif dan budaya, siswa juga lebih memahami dan menghargai keanekaragaman Indonesia dalam ilmu pengetahuan, teknologi, keprajuritan, dan kehidupan adat,” tuturnya. (gus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar