Swara Pendidikan (Pancornmas, Depok) — SDN Pancoran Mas 1, Kota Depok, mulai menerapkan Cha-Ching Curriculum, sebuah program literasi keuangan komprehensif yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman pengelolaan uang sejak usia dini. Program ini menyasar siswa usia 7–12 tahun dengan metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.
Salah satu guru SDN Pancoran Mas 1 yang mengikuti pelatihan, Gadis Rasinah, menjelaskan bahwa program tersebut berawal dari kegiatan sosialisasi dan Train the Teacher yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok bekerja sama dengan Yayasan Prestasi Junior Gemilang pada 19 Desember 2024.
“Awalnya ada sosialisasi dari Dinas Pendidikan Kota Depok dan Yayasan Prestasi Junior Gemilang. Setelah mengikuti pelatihan tersebut, saya menyampaikan informasi kepada kepala sekolah dan rekan-rekan guru, lalu kami lanjutkan dengan sosialisasi kepada orang tua siswa. Alhamdulillah, respons orang tua sangat baik,” ujar Gadis saat ditemui media Swara Pendidikan di sekolah tempat nya mengajar. Senin (2/2/26)
Setelah tahap sosialisasi, sekolah mulai menerapkan praktik baik Cha-Ching Curriculum secara bertahap dengan mengawali penerapan di kelas 1, 3, dan 5. Dalam kegiatan sosialisasi bersama Dinas Pendidikan, para guru juga menerima modul pembelajaran dan video edukatif sebagai pendukung pelaksanaan program.

Gadis menjelaskan bahwa Cha-Ching Curriculum memiliki enam tahapan teknis pembelajaran, yaitu:
Sesi 1: Pengenalan karakter dan literasi keuangan dasar melalui enam karakter band Cha-Ching serta empat konsep utama pengelolaan uang: memperoleh, menabung, belanja, dan menyumbang.
Sesi 2: Earn (Memperoleh), siswa memahami bahwa uang diperoleh melalui usaha, pekerjaan, atau keahlian.
Sesi 3: Save (Menabung), siswa belajar pentingnya menabung dan merencanakan tujuan keuangan jangka pendek maupun panjang.
Sesi 4: Spend (Belanja), siswa diajarkan membedakan kebutuhan dan keinginan agar dapat membelanjakan uang secara bijak.
Sesi 5: Donate (Menyumbang), siswa dikenalkan pada nilai berbagi kepada sesama melalui sumbangan uang, barang, atau waktu.
Sesi 6: Kesimpulan, penguatan empat konsep utama melalui studi kasus dan permainan interaktif.
“Kurikulum ini menggabungkan video musik, cerita, dan pembelajaran berbasis aktivitas sehingga anak-anak lebih mudah memahami pengelolaan uang dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Gadis.
Usai penerapan awal, sekolah berencana menetapkan melanjutkan program ini pada awal tahun ajaran 2025–2026 dan menjadikannya sebagai program kokurikuler.
Sementara itu, Kepala SDN Pancoran Mas 1, Iis Gustini, menyambut baik penerapan Cha-Ching Curriculum di sekolahnya. Menurutnya, program ini sangat relevan untuk membekali siswa dengan pemahaman keuangan sejak dini.
“Program ini sangat baik untuk mengedukasi anak-anak tentang asal uang, cara mendapatkan uang dengan cara yang baik, serta bagaimana membelanjakan dan mengelola uang secara benar,” kata Iis.
Ia menambahkan bahwa melalui program ini, siswa juga diajarkan tentang pentingnya usaha dalam mencapai keinginan serta nilai kepedulian sosial.
“Anak-anak belajar bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus ada upaya dan usaha. Selain itu, mereka juga diajarkan untuk peduli dan berbagi dengan teman maupun saudara yang kurang mampu. Program ini meningkatkan literasi keuangan dasar, membiasakan menabung sebelum belanja, dan menciptakan generasi yang cerdas secara finansial melalui cara yang menyenangkan dan praktis,” pungkasnya. (Amr)




