Swara Pendidikan (Sukmajaya, Depok) – Setelah berhasil meraih penghargaan Adiwiyata tingkat Kota Depok dan Provinsi Jawa Barat, SDN Mekarjaya 1 kini bersiap menembus tingkat nasional. Keseriusan itu ditunjukkan melalui kegiatan Sosialisasi Calon Sekolah Adiwiyata Nasional dan Pengukuhan Kader Adiwiyata yang digelar pada Rabu (3/6/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala SDN Mekarjaya 1 Rochanah, Pengawas Pembina SD Kecamatan Sukmajaya Eva Eriva, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Depok Vira Pasisha, Ketua Komite Sekolah Yuli Handayani, para guru, serta koordinator kelas (korlas) dari kelas 1 hingga kelas 6.
Dalam kegiatan tersebut, sekolah mengukuhkan sejumlah Kader Adiwiyata yang terdiri atas Kader Kebersihan dan Sanitasi, Kader Pengelolaan Sampah, Kader Keanekaragaman Hayati, Kader Penghematan dan Konservasi Air, Kader Penghematan dan Konservasi Energi, serta Kader Publikasi. Para kader diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menumbuhkan kesadaran dan perilaku ramah lingkungan di lingkungan sekolah.
Kepala SDN Mekarjaya 1, Rochanah mengungkapkan tahun 2026 merupakan tahun ketiga sekolahnya mengikuti program Adiwiyata secara berjenjang.
“Pada tahun 2023 kami melakukan sosialisasi untuk Adiwiyata tingkat Kota Depok. Tahun berikutnya kami mengikuti Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat, dan tahun ini kami siap mengikuti Adiwiyata tingkat nasional,” ungkap Rochanah.
Menurut Rochanah, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi seluruh warga sekolah yang didukung komite sekolah, orang tua siswa, serta masyarakat sekitar.
“Keberhasilan Adiwiyata merupakan hasil kerja sama semua pihak. Semangat guru dan siswa, dukungan komite sekolah, orang tua, serta lingkungan sekitar seperti RT dan RW menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan,” katanya.

Ia menjelaskan, untuk memenuhi 24 instrumen penilaian Adiwiyata Nasional, sekolah terus melengkapi berbagai sarana dan program pendukung. Saat mengikuti penilaian Adiwiyata tingkat Provinsi Jawa Barat, sekolah telah membangun kolam pemanfaatan air bekas wudu sebagai bentuk penghematan dan konservasi air.
“Tahun ini kami juga membangun tempat penampungan air hujan sebagai bagian dari upaya konservasi air sekaligus pemenuhan instrumen penilaian Adiwiyata Nasional,” imbuh Rochanah.
Sementara itu, perwakilan DLHK Kota Depok, Vira Pasisha memberikan apresiasi atas komitmen SDN Mekarjaya 1 dalam membudayakan kepedulian terhadap lingkungan hidup.
“Atas nama dinas, kami memberikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada SDN Mekarjaya 1 yang hingga saat ini tetap konsisten menjalankan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan di sekolah,” ucapnya.
Vira menilai keberhasilan program lingkungan di sekolah tidak terlepas dari peran kepala sekolah dan guru dalam membimbing serta memberikan teladan kepada para siswa.
“Saya yakin di balik anak-anak hebat ada guru-guru yang hebat, dan di balik guru-guru hebat ada kepala sekolah yang hebat,” ujar Vira.
Dalam kesempatan tersebut, Vira juga mengajak para siswa untuk membiasakan tindakan sederhana yang berdampak positif bagi lingkungan, seperti membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah sesuai jenisnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta membawa tumbler dari rumah.
“Perubahan besar tidak bisa dilakukan secara instan. Perubahan harus dilakukan secara terus-menerus. Mulailah dari diri sendiri, mulai dari sekarang, dan mulai dari hal-hal kecil,” tandasnya.
Vira berharap SDN Mekarjaya 1 dapat meraih predikat Sekolah Adiwiyata Nasional pada tahun ini, kemudian melanjutkan prestasi ke jenjang Adiwiyata Mandiri hingga Adiwiyata ASEAN pada tahun-tahun mendatang.
Usai sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pengukuhan Kader Adiwiyata SDN Mekarjaya 1 yang ditandai dengan pembacaan ikrar kader. Selanjutnya, seluruh pemangku kepentingan menandatangani komitmen bersama peduli lingkungan sebagai bentuk dukungan terhadap program Adiwiyata.
Penandatanganan komitmen tersebut melibatkan kepala sekolah, pengawas pembina, perwakilan DLHK Kota Depok, komite sekolah, guru kelas, guru mata pelajaran, perwakilan siswa, penjaga sekolah, serta korlas kelas 1 hingga kelas 6. (Amr)




