• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Friday, March 13, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Riset YRM: Porsi Pemberitaan Pendidikan Hanya 0,0024 Persen di Media Arus Utama

by SWARA PENDIDIKAN
26 November 2025
in NASIONAL
0
Riset YRM: Porsi Pemberitaan Pendidikan Hanya 0,0024 Persen di Media Arus Utama

Direktur Riset YRM, Dr. Rahmat Edi Irawan, didampingi Ketua Harian YRM, Budoyo Pracahyo. (Foto. Dok. Cakpri/SP).

        

Swara Pendidikan (Jakarta) – Yayasan Rawamangun Mendidik (YRM) memaparkan hasil riset komprehensif mengenai perhatian media massa dan masyarakat terhadap isu pendidikan sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Riset tersebut menganalisis pemberitaan dari delapan portal berita nasional serta tren percakapan pada satu platform media sosial untuk menilai sejauh mana isu pendidikan menjadi bagian dari agenda publik dan media.

Delapan portal berita yang menjadi objek penelitian dipilih berdasarkan tingkat pembaca dan konsumsi konten, yakni Kompas.com, Tempo.co, TribunNews.com, Liputan6.com, Kumparan.com, Detik.com, CNNIndonesia.com, dan SindoNews.com.

Hasil riset dipresentasikan oleh Direktur Riset YRM, Dr. Rahmat Edi Irawan, dalam Seminar Nasional “Desain Ulang Pendidikan Indonesia: Strategi dan Inovasi Menghadapi Gelombang Disrupsi Digital dan AI” di Auditorium Perpustakaan Nasional RI, Jakarta Pusat, Rabu (26/11/2025).

Dalam pemaparannya, Dr. Rahmat mengungkapkan bahwa porsi pemberitaan pendidikan di media massa arus utama masih sangat kecil dibandingkan total konten yang diterbitkan.

BACA JUGA

Pastikan Layanan Mudik Aman dan Nyaman, Ombudsman RI Lakukan Pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Jepara

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret, Segera Daftarkan Diri!

TPG Madrasah Cair Bertahap, Kemenag Targetkan Rampung Sebelum Idulfitri 2026

“Isu pendidikan yang mereka angkat hanya sebesar 0,0024 persen. Lebih tepatnya, hanya terdapat 1.499 artikel pendidikan dari perkiraan 618.000 artikel yang dipublikasikan delapan portal berita selama 10 bulan tahun 2025. Angka tersebut bahkan tidak mencapai 0,01 persen,” jelasnya.

Menurutnya, kecilnya angka tersebut menunjukkan bahwa pendidikan belum dianggap sebagai topik strategis atau menarik oleh media, meskipun sektor ini berperan penting dalam pembangunan nasional.

Berbeda dari media arus utama, YRM menemukan bahwa percakapan publik mengenai pendidikan di platform media sosial X (Twitter) justru cukup tinggi. Selama periode Januari–Oktober 2025, tercatat:

  • 250.731 cuitan tentang pendidikan
  • Rata-rata 25.000 cuitan per bulan
  • Sekitar 835 cuitan per hari

Dari analisis sentimen, percakapan terbagi menjadi: Positif: 158.472 cuitan (63,25%), Netral: 15.599 cuitan (6,25%), Negatif: 76.660 cuitan (30,5%)

“Data ini menunjukkan bahwa kepedulian masyarakat terhadap pendidikan masih cukup tinggi. Mereka memandang pendidikan sebagai instrumen penting untuk keluar dari kemiskinan dan ketertinggalan, baik secara individu maupun nasional,” ujar Dr. Rahmat.

Namun dia menambahkan, percakapan di platform X cenderung didominasi kelompok tertentu, sehingga diperlukan riset pada platform lain seperti TikTok, Instagram, atau Facebook untuk memetakan persepsi publik secara lebih luas.

Isu Strategis Pendidikan Kurang Diangkat Media

Indonesia menempatkan pendidikan sebagai sektor prioritas pembangunan nasional, sebagaimana diatur dalam Pasal 31 Ayat 4 UUD 1945 yang menetapkan minimal 20 persen APBN dialokasikan untuk pendidikan. Ketentuan ini telah berlangsung sejak 2009, namun perdebatan mengenai pemenuhan anggaran dan kategorisasi belanja pendidikan masih terus terjadi.

Menurut Dr. Rahmat, rendahnya porsi pemberitaan pendidikan di media menjadi ironi dengan pentingnya sektor ini dalam membentuk kualitas sumber daya manusia.

“Pertanyaannya, apakah media massa cukup memberi ruang untuk isu strategis seperti anggaran 20% APBN dan implementasinya? Jika pendidikan menjadi prioritas pembangunan, seharusnya perhatian media juga proporsional,” tegasnya.

YRM menilai, penelitian lanjutan penting dilakukan untuk mengetahui akar penyebab minimnya pemberitaan pendidikan di media arus utama. Faktor-faktor seperti preferensi redaksi, keterbatasan jurnalis spesialis, hingga rendahnya nilai komersial isu pendidikan perlu ditelusuri lebih dalam.

“Minimnya pemberitaan membuat masalah pendidikan kurang terangkat dalam percakapan publik. Dibutuhkan upaya bersama agar media turut mendorong kualitas dan pemerataan pendidikan melalui pemberitaan yang konsisten, mendalam, dan kritis,” tutup Dr. Rahmat. (NJ/CP)

 

BeritaTerkait

Pastikan Layanan Mudik Aman dan Nyaman, Ombudsman RI Lakukan Pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta
NASIONAL

Pastikan Layanan Mudik Aman dan Nyaman, Ombudsman RI Lakukan Pemantauan di Bandara Soekarno-Hatta

12 March 2026
0
0

  Swara Pendidikan (Tangerang, Banten) – Jelang arus mudik dan...

Read more
Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Jepara

Menko Pangan Zulkifli Hasan Tinjau Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah Jepara

10 March 2026
0
Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret, Segera Daftarkan Diri!

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Batch 1 Diperpanjang hingga 24 Maret, Segera Daftarkan Diri!

8 March 2026
0

TPG Madrasah Cair Bertahap, Kemenag Targetkan Rampung Sebelum Idulfitri 2026

7 March 2026
0

Aturan Baru Pemerintah: Usia di Bawah 16 Tahun Tak Boleh Main TikTok, Instagram, dan Facebook

6 March 2026
0

Kemnaker Siapkan 20.000 Kuota Pelatihan Vokasi 2026 Batch 1 untuk Lulusan 2023–2025

2 March 2026
0
Next Post
SMA Perjuangan Terpadu Dorong Siswa Kenali Dunia Kampus Lewat Campus Expo 2025

SMA Perjuangan Terpadu Dorong Siswa Kenali Dunia Kampus Lewat Campus Expo 2025

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id