Rindu Mengajar, Nur Mahmudi Jadi Guru Dadakan

by
0 Komentar 595 Pembaca

Nur Ngajar Paket C

SWARA PENDIDIKAN.CO.ID, CILODONG –

Mengajar  adalah salah satu passion yang hidup dalam diri Walikota Depok, Nur Mahmudi Isma’il. Sudah lama sebenarnya keinginan untuk mengajar di sekolah dan itu sering dia sampaikan. Namun padatnya agenda kegiatan membuat keinginannya kerap tertunda.

Nah, baru pada Minggu (15/11/2015) kemarin, keinginan untuk mengajar itu akhirnya kesampaian. Walikota yang sudah membawa Kota Depok meraih berbagai penghargaan ini selama satu jam lebih jadi “guru dadakan” program Kejar Paket C dengan mata pelajaran Bahasa Inggris dan PKN di SD Kalibaru 3 Cilodong.

“Selamat pagi menjelang siang mas dan mba’, bapak dan ibu ku semua,” sapa Nur Mahmudi dengan senyumnya yang khas mengawali waktu ‘mengajar’ nya. Demi mendengar sapaan khas dari orang nomor satu di Kota Depok, dan kaget yang menjadi guru pada hari itu adalah pemimpinnya, sontak peserta program kejar Paket C kompak menjawab. “Selamat pagi pak Wali,” ujar mereka semangat dengan wajah sumringah. Seperti tidak sabar untuk segera mendengarkan mata pelajaran yang disampaikan oleh “guru baru” mereka.

“Jika kalian ingin meraih sukses kunci utamanya adalah harus sekolah dan memiliki ijazah. Itu modal utama kalau kalian mau sukses,” ujar Walikota Depok.

Nur lantas bercerita banyak hal. Perihal masa kecilnya di mana karena saking inginnya, dia belajar banyak hal. Nur juga mewanti-wanti ”murid-murid” nya untuk menggunakan peralatan teknologi yang ada dengan benar.

”Sebab, selain berdampak positif, perangkat teknologi seperti HP, gadget dan laptop, juga bisa berdampak negatif.” ujar dia.

“Jaman saya dulu belum ada HP. Sekarang ini kalian bisa buka internet. Manfaatkan untuk memudahkan belajar. Misalkan untuk searching pengetahuan di Google. Jangan dimanfaatkan untuk hal yang tidak-tidak,” pesan walikota lagi.

Walikota juga mengajak peserta kejar paket C untuk menghitung kembali, apa saja aktivitas yang mereka lakukan selama sehari 24 jam. “Kalau ada waktu yang terbuang, kalian berarti rugi,” sambung walikota.

Setelah hampir satu setengah jam ‘mengajar’, Walikota Depok Nur Mahmudi Isma’il memberikan soal bahasa Inggris dan Pendidikan Kewarganegaraan dan meminta peserta untuk menulis jawabannya di papan tulis. Ini memang menjadi cara walikota untuk melatih keberanian peserta kejar paket C tersebut.

Diujung jam pelajaran, Nur Mahmudi Isma’il kembali mengingatkan bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab pemerintah semata, tapi juga masyarakat. Karena itu, Walikota mengajak peserta kejar paket C untuk mengajak sanak saudaranya ataupun teman-temannya untuk bisa terus melanjutkan sekolah. Karena anak-anak merupakan masa depan dan aset bangsa. Apalagi kata Nur Mahmudi, program kejar paket A, B, dan C yang digulirkan pemerintah kota tidak dipungut biaya alias gratis.

”Ayo ajak mereka warga Depok yang putus sekolah untuk mau meneruskan sekolah dan mendapatkan ijazah,” pungkas Nur Mahmudi Isma’il yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan Herry Pansila Prabowo serta Kepala UPT Pendidikan Cilodong Ebeng Djayadi. (Harlis)

Nur Ngajar Paket C di Cilodong

Nur Ngajar Paket C Dicilodong

Nur Ngajar Paket C dICILODONG (2)

Baca juga

Tinggalkan Komentar