Swara Pendidikan (Depok) – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Depok gelar Rencana Kerja (Renja) Tahun 2027 secara daring pada Jumat (27/2/2026). Dengan mengusung tema Penguatan Literasi dan Numerasi untuk Mewujudkan Generasi Unggul, Berkarakter, dan Berdaya Saing.
Kegiatan ini diikuti seluruh jajaran internal Disdik, pemangku kepentingan pendidikan, perwakilan satuan Pendidikan, serta perwakilan dari unsur media dan pemerhati Pendidikan. dengan narasumber dari Direktorat Jenderal PAUD, Dikdas, dan Dikmen, Wakil ketua Komisi D DPRD kota Depok, Igun Sumarno, serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kota Depok, Dr.H. Dadang Wihana, M.Si, CGRP.
Dalam renja tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, Wahid Suryono, S.Pi mengurai sejumlah Indikator Kinerja Utama (IKU) yang menjadi tolok ukur keberhasilan pembangunan sektor pendidikan. Beberapa indikator tersebut antara lain Indeks Reformasi Birokrasi Perangkat Daerah, Rata-rata Lama Sekolah (RLS), persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum numerasi, serta persentase satuan pendidikan yang mencapai standar kompetensi minimum literasi membaca.
Target Indeks Reformasi Birokrasi pada 2027 ditetapkan sebesar 64, meningkat dari target 62 pada 2026. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah ditargetkan mencapai 11,65 tahun. Untuk kompetensi numerasi, target 2027 sebesar 59,82 persen, dan literasi membaca ditargetkan 72,10 persen.
Capaian Kinerja Bidang Pendidikan
Pada bidang Pembinaan PAUD dan Pendidikan Masyarakat (Dikmas), capaian indikator kinerja menunjukkan perkembangan positif. Angka partisipasi sekolah PAUD tercatat 74,42 persen dari target 77,46 persen. Proporsi satuan PAUD yang memperoleh minimal akreditasi B mencapai 69,93 persen, melampaui target 69 persen. Selain itu, proporsi guru PAUD berkualifikasi S1/D4 juga mencapai 69,93 persen.
Sementara itu, pada jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) mencakup indikator angka partisipasi sekolah, kemampuan literasi, numerasi, serta indeks iklim keamanan, kebhinekaan, dan inklusivitas. Khusus SMP, angka partisipasi sekolah terealisasi sebesar 79,87 persen dari target 98,28 persen, sedangkan kemampuan literasi dan numerasi masing-masing tercapai 79,87 persen dan 72,28 persen.
Program Unggulan 2027
Dalam rangka mendukung pencapaian target kinerja, Disdik Kota Depok menetapkan sejumlah program unggulan pada 2027. Program tersebut meliputi pemerataan dan revitalisasi sarana dan prasarana pendidikan, antara lain melalui rehabilitasi gedung sekolah, pemeliharaan sekolah, pembangunan gedung baru, Gerakan Toilet Layak (Getol), Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), serta Rintisan Sekolah PAUD Gratis (RSPG).
Selain itu, Disdik juga menggulirkan program bimbingan belajar gratis bagi 10.000 siswa untuk persiapan masuk Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Program ini diharapkan mampu meningkatkan akses dan kesempatan siswa berprestasi dari berbagai latar belakang ekonomi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Rencana Kerja Per Bidang
Pada bidang PAUD Dikmas, rencana kerja 2027 mencakup dukungan program Makan Bergizi Gratis, sosialisasi Wajib Belajar 13 Tahun, penguatan life skill bagi peserta didik pendidikan nonformal, pendampingan pengelolaan dana BOP APBN, sinergi dengan Bunda PAUD Kota Depok, serta peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan.
Bidang Sekolah Dasar dan SMP memfokuskan program pada dukungan Makan Bergizi Gratis, pendampingan sekolah ramah anak, pembinaan peserta didik bertalenta, pendampingan pengelolaan dana BOS APBN, peningkatan kompetensi pendidik dan tenaga kependidikan, serta penyelenggaraan unit layanan disabilitas.
Sementara itu, bidang Sarana dan Prasarana Pendidikan merencanakan rehabilitasi dan pemeliharaan gedung sekolah, pembangunan gedung baru, pengadaan perlengkapan sekolah, serta penguatan program Getol.
Perhatian pada Kondisi Sarana dan Prasarana
Disdik Kota Depok juga menyoroti kondisi sarana dan prasarana sekolah yang masih membutuhkan perhatian serius. Tercatat 18 SD Negeri dan 1 TK Negeri mengalami kerusakan berat, serta 1 SMP Negeri dalam kondisi serupa. Selain itu, terdapat 13 SD dan 3 SMP yang mengalami kerusakan struktur plat dan balok.
Sebanyak 13 SD dan 4 SMP terdampak banjir, sementara beberapa sekolah masih menghadapi persoalan lahan, termasuk sekolah yang menumpang, bergabung dengan sekolah lain, atau memiliki status lahan wakaf. Permasalahan ini menjadi prioritas penanganan dalam Renja 2027 guna menjamin keselamatan dan kenyamanan proses belajar mengajar.
Prestasi dan Penghargaan
Sepanjang 2025, Disdik Kota Depok berhasil meraih sejumlah penghargaan, di antaranya dari BAN-PDM Provinsi Jawa Barat atas partisipasi aktif dalam dukungan strategis akreditasi, serta penghargaan dari Wali Kota Depok atas predikat kepatuhan penyelenggaraan pelayanan publik dengan nilai 94,49 dan kategori A. Selain itu, Disdik juga menerima apresiasi dari KPPN Tipe A1 Bogor atas penyampaian dokumen persyaratan penyaluran DAK Fisik tercepat.
Melalui Renja 2027, Disdik Kota Depok optimistis dapat memperkuat kualitas layanan pendidikan, meningkatkan pemerataan akses, serta mewujudkan generasi muda yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan Kota Depok.**
(Gus JP)
Diolah dari materi Rencana Kerja Disdik 2027 pada forum Renja Disdik, Jumat (27/2/26)







