Refleksi Diri untuk Naik Level Guru dalam Mengajar

by Redaksi
0 Komentar 98 Pembaca

Peran seorang guru sangatlah penting dalam proses kemajuan pendidikan. Guru merupakan salah satu faktor utama bagi terciptanya generasi penerus bangsa yang berkualitas, tidak hanya dari sisi intelektualias, melainkan dari tata cara berperilaku dalam kehidupan bermasyarakat.

Setiap peserta didik memerlukan waktu dan gaya belajar yang berbeda untuk menyerap materi pelajaran yang sama karena mereka memiliki permasalahan pribadi yang berbeda pula. Oleh karena itulah, sebelum mengajar seorang guru harus mengetahui dan memahami karakteristik pribadi dari masing-masing peserta didik yang akan diajarnya, juga bersikap demokratis. Seorang guru yang baik harus memiliki sikap mau menerima dengan lapang dada jika ada peserta didik memberikan alasan yang logis sesuai dengan situasi dan kondisinya.

Berkenaan dengan profesionalitas guru, Munif Chotib (5 Juli 1969 – 30 Juni 2022), seorang ahli sekaligus praktisi dan konsultan pendidikan membuat konsep guru ideal yang terdapat dalam buku berjudul “Gurunya Manusia”. Dalam buku tersebut, Munif Chotib menganggap bahwa “semua guru pasti bisa mengajar dan semua peserta didik tidak ada yang bodoh”.

Munif Chotib menyebutnya dengan teori multiple intelligences. Guru dalam mengajar harus dengan hati dan terpusat pada peserta didik, memiliki keikhlasan dalam mengajar dan belajar, memiliki keyakinan bahwa target pekerjaannya adalah membuat para peserta didik berhasil memahami materi-materi yang diajarkan. Guru yang ikhlas akan berintrospeksi apabila ada peserta didik yang tidak memahami materi ajar. Guru yang berusaha meluangkan waktu untuk belajar sebab mereka sadar, profesi guru tidak boleh berhenti untuk belajar.

Menyimak tayangan Munif Chotib di https://www.instagram.com/rachdaniel_/, menurutnya “Ada 4 Level Guru” dalam mengajar, yaitu:

  1. Level Medium Teacher
    Level medium guru selalu hanya memberikan materi saat pembelajaran, berfokus bagaimana menyampaikan apa yang ada di buku dan memaksa peserta didik untuk menghafal hal-hal penting seputar pembelajaran. Guru level ini hanya bisa mengajar dan tidak bisa memberikan hal lain kepada peserta didik.
  2. Level Good Teacher
    Guru level goodlebih baik dari guru medium. Guru level ini mampu memberikan materi dan menjelaskan materi pelajaran dengan baik. Setiap materi yang ada di buku akan dijelaskan dengan baik oleh guru tersebut. Guru tipe ini terlihat hebat di mata peserta didik, namun tidak menghasilkan apa-apa layaknya tidak lebih seperti seorang orator ulung yang mampu mengemas kata-kata dengan baik tetapi tidak berarti apa-apa.
  3. Level Excellent Teacher
    Level mengajar guru ini lebih baik dari kedua level sebelumnya karena guru level ini mampu memberikan contoh atau mendemonstrasikan apa yang diajarkan. Pelajaran akan diberikan sampai peserta didik paham teori, mampu mempraktikkan serta bisa mengaplikasikan apa yang sudah dipelajari. Guru level ini akan selalu memberikan aksi nyata dari sebuah pembelajaran, tidak hanya teori yang dijelaskan. Peserta didik memahami dan ilmu bisa bermanfaat bagi peserta didik tersebut saat berada di lingkungan dan menjadi jalan peserta didik meraih masa depan yang lebih baik.
  4. Level Great Teacher
    Guru level ini memperoleh predikat guru yang sudah cukup baik, dimana guru mampu menjadi Inspirator pembelajaran. Membentuk karakter peserta didik yang utuh dan menuntun peserta didik menuju cita-citanya. Hadir di tengah-tengah peserta didik dengan kondisi yang selalu ceria, antusias, bersemangat, dan membawa aura bahagia. Guru seperti ini mampu memberikan inspirasi bagi peserta didik sehingga dapat membangun berbagai pemikiran, gagasan, dan ide-ide baru bagi pesera didik. Memunculkan hal-hal menarik sehingga pembelajaran menjadi begitu penting serta menyenangkan. Kehadiran guru dinantikan dan setelah selesai pendidikan, peserta didik selalu merindukan sosok guru yang seperti ini.

Dengan demikan, guru perlu terus belajar dan refleksi diri sehingga memunculkan perbaikan-perbaikan dari apa yang dilakukan sepanjang waktu yang dilalui dalam memberikan ilmu pengetahuan. Jadilah gurunya manusia, yakni guru yang bisa memahami karakteristik dari masing-masing peserta didiknya. Karena, semakin baik kualitas guru maka akan lahir peserta didik berprestasi sehingga Indonesia cerdas, sejahtera, dan bermartabat akan terwujud di masa yang akan datang.**

Penulis : Dina Martha Tiraswati, M.Pd  (Pengawas SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I Provinsi Jawa Barat)

 

Baca juga

Tinggalkan Komentar