
Swara pendidikan (Cilodong,Depok) – Cegah Stunting dan anemia dikalangan pelajar, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) melalui Forum Genre Stunting Warrior (STAR) memberikan sosialisasi Implementasi Nyata Cegah Stunting atau disingkat Ini Genting tahap II kepada ratusan siswa kelas 11 dan 12 SMK Polimedik, Rabu (30/10/24).
Sosialisasi bagi para siswa ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan mengenai pentingnya gizi seimbang dan dampak stunting serta anemia terhadap kesehatan dan perkembangan mereka. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong siswa untuk menjadi agen perubahan di lingkungan mereka, dengan membagikan informasi dan mendorong teman-teman mereka untuk menjaga pola makan yang sehat. Dengan pendekatan ini, diharapkan kesadaran dan tindakan pencegahan stunting dan anemia dapat semakin meningkat di kalangan remaja.
“Informasi yang saya terima memang hal ini penting sekali untuk disosialisasikan kepihak sekolah agar para remaja tidak menjadi penderita anemia dan kurang energi kronis (KEK) sehingga dapat menimbulkan stunting,” ujar Kepala SMK Polimedik A Rizal Nurhalim S.Pd
Lebih lanjut Rijal mengatakan, pihak sekolah menyambut baik sosialisasi dilingkungan sekolah, terutama dikalangan remaja putri karena mereka nantinya akan menikah dan melahirkan keturunan.
“SMK Polimedik memfasilitasi agar para siswa bisa mengetahui dan mengerti cara mencegah stunting dan mencegah anemia terutama untuk kelas 12 karena sudah mendekati waktu,”tandasnya.
Dikatakan Rizal, Stunting adalah kondisi gagal pertumbuhan dan perkembangan yang dialami anak-anak akibat kurangnya asupan gizi dalam waktu lama, infeksi berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai, terutama selama seribu hari pertama kehidupan (HPK). Pada periode krusial ini, kebutuhan gizi dan perhatian yang tepat sangat penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak. Jika tidak ditangani, stunting dapat memiliki dampak jangka panjang pada kesehatan, pendidikan, dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, upaya pencegahan dan penanganan stunting sangat penting untuk memastikan generasi yang lebih sehat dan berkualitas. Paparnya.
“Tentu harapannya, dengan adanya sosialisasi dan edukasi ini, para siswa akan memiliki bekal pengetahuan yang lebih dalam tentang pencegahan anemia dan stunting. Dengan bekal ini, mereka dapat menyebarluaskan informasi kepada keluarga, teman, serta masyarakat yang lebih luas,” tutur Kepala SMK Polimedik A Rizal Nurhalim. (Ameer)




