• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Friday, February 13, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Puisi Karya Siti Asiyah

by SWARA PENDIDIKAN
25 April 2025
in Puisi, Ruang Sastra
0
Puisi Karya Siti Asiyah

Siti Asiyah Siswa kelas 12 SMK YPPD,

        

Siti Asiyah
Siswa kelas 12 MA YPPD, Siti Asiyah adalah sosok remaja yang tenang namun penuh makna. Di balik ketekunannya menimba ilmu, ia memendam cinta yang dalam terhadap dunia sastra, terutama puisi. Bagi Asiyah, puisi bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cara hati bicara — tentang harapan, luka, cinta, dan cita. Dengan pena di tangan dan jiwa yang lembut, ia merangkai kata-kata menjadi keindahan yang menginspirasi. Berikut ini dua puisi nya yang sarat makna:

Kompas yang Patah

Ayah, kau pergi tanpa jejak

hanya angin yang tahu ke mana kau berlayar

BACA JUGA

‎Aku Masih Mengajar

Cerpen – Janji yang Tuntas di Hadapan Surga (Part 4-Tamat)

Cerpen – Cahaya Setelah Luka (Part 3)

CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

Sedang aku, anak kecil di peta retak

mengukur dunia dengan langkah yang salah arah

 

Dulu suaramu seperti jangkar

yang menahan gelombang dari menyentuh dadaku.

Kini laut tenang pun terasa bising,

karena aku mendayung sendirian,

tanpa tahu ke mana pulang itu mengarah.

 

Langit masih biru, katanya,

tapi biru tak pernah lagi sama tanpamu.

Di mataku, biru adalah sunyi

yang tak lagi bisa kuartikan.

 

Aku belajar membaca bintang

seperti yang kau ajarkan saat petang menggigil.

Tapi semua cahaya menipu,

tak satu pun menunjuk ke tempatmu berdiri.

 

Aku menanam doa dalam tanah yang kering,

meminta kompas yang bisa menuntun

bukan ke utara,

tapi ke pundak tempat dulu aku bisa bersandar.

Depok, 24 April 2025.

 

Lahir di Tikungan

Aku lahir bukan di jalan

tapi di tikungan yang tak punya ujung

Langkah pertamaku bukan ke depan

tapi ke samping—menghindari bayangan sendiri

 

Dari kecil aku diajari cara bertahan

bukan cara bermimpi

Mereka bilang: “Jangan lihat bintang, nanti kau tersandung batu”

 

Dan aku pun tumbuh

seperti rumput yang memaksa hidup di sela aspal.

Tak indah

tapi keras kepala

 

Setiap keputusan adalah pelarian

bukan tujuan

Setiap doa terdengar seperti pengakuan bersalah,

yang tak tahu salahnya apa

 

Aku sering iri pada mereka

yang lahir di peta yang lengkap

dengan jalan-jalan yang punya nama

dan arah mata angin yang memihak.

 

Sementara aku?

Menebak arah dari bau angin

dan berjalan diam-diam

agar tak ada yang sadar aku tersesat sejak lama

Depok, 24 April 2025.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

‎Aku Masih Mengajar
Ruang Sastra

‎Aku Masih Mengajar

by SWARA PENDIDIKAN
6 February 2026
3
0

‎‎Namaku Siti Nur Azizah (47) ‎Dua puluh lima tahun aku...

Read more
Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)

Cerpen – Janji yang Tuntas di Hadapan Surga (Part 4-Tamat)

25 January 2026
0
Cerpen – Janji Seorang Anak (Part 1)

Cerpen – Cahaya Setelah Luka (Part 3)

23 January 2026
0

CERBUNG – KERAK TELOR SPESIAL (Bag. 1)

21 January 2026
0

Cerpen – SAAT HUJAN SORE INI…

21 January 2026
0

BADUY

20 January 2026
0
Next Post
Stevan Albert Napitupulu Raih Juara 1 OSN IPS Tingkat Kota Depok

Stevan Albert Napitupulu Raih Juara 1 OSN IPS Tingkat Kota Depok

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In