Swara Pendidikan (Sawangan, Depok)– Pelaksanaan Penilaian Sumatif Akhir Jenjang (PSAJ) di SDN Bedahan 03 berlangsung lancar dan tertib. Sebanyak 42 siswa kelas VI mengikuti PSAJ yang digelar selama sepekan, Senin-Jumat (18-22/5/2026).
Para siswa tampak fokus mengerjakan soal-soal ujian sebagai bagian dari evaluasi akhir pembelajaran selama enam tahun di jenjang sekolah dasar.
Guru Kelas VI SDN Bedahan 03, Chahli Mawardi menjelaskan tujuan PSAJ untuk mengukur capaian kompetensi siswa secara holistik setelah menempuh proses belajar selama enam tahun.
“PSAJ ini menjadi salah satu syarat penentuan kelulusan sekaligus bahan evaluasi bagi sekolah untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, siswa juga dilatih untuk berpikir kritis, mandiri, dan mampu menyelesaikan masalahnya sendiri,” jelas Chahli kepada Swara Pendidikan di sela kegiatan PSAJ, Selasa (19/5/2026).
Dia mengatakan penyusunan soal dan kisi-kisi PSAJ mengacu pada tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Proses pembuatan soal juga melibatkan guru-guru yang kompeten sesuai bidang mata pelajaran masing-masing.
“Untuk mata pelajaran seperti Matematika, kami melibatkan guru yang memang memiliki kompetensi di bidang tersebut agar kualitas soal lebih baik dan sesuai standar,” katanya.
Dalam PSAJ tahun ini, terdapat sembilan mata pelajaran yang diujikan, di antaranya Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan (PJOK), Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS), Bahasa Indonesia, Seni Rupa, Bahasa Inggris, serta mata pelajaran lainnya.
“Setiap naskah soal diperiksa kembali oleh guru-guru lain agar jika ada kekurangan bisa segera diperbaiki sebelum digunakan siswa,” imbuhnya.
Chahli berharap hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) maupun PSAJ dapat menjadi bekal bagi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, khususnya melalui jalur prestasi.
“Mudah-mudahan hasil TKA dan PSAJ ini memberikan nilai tambah bagi siswa untuk melanjutkan ke jenjang berikutnya. Kami juga berharap siswa memiliki karakter mandiri dan kemampuan bernalar kritis sehingga dapat menjadi generasi penerus yang berkualitas,” tutupnya. (Dib)




