Swara Pendidikan (Depok) – Perantara Kasih Indonesia terus menunjukkan kiprahnya sebagai salah satu komunitas sosial paling aktif dan berpengaruh di Kota Depok. Berangkat dari semangat sederhana untuk menjadi “perantara kasih” antara para dermawan dan masyarakat yang membutuhkan, komunitas ini kini berkembang menjadi gerakan sosial yang dikenal luas oleh masyarakat Depok dan sekitarnya.
Didirikan pada tahun 2017, Perantara Kasih Indonesia secara konsisten menghadirkan berbagai kegiatan kemanusiaan yang menyentuh langsung masyarakat. Fokus utama organisasi ini adalah membantu anak yatim piatu, dhuafa, lansia, hingga masyarakat yang membutuhkan perhatian sosial dan kemanusiaan. Tidak hanya memberikan bantuan materi, komunitas ini juga berupaya menghadirkan kebahagiaan, perhatian, serta pengalaman yang membangun rasa percaya diri bagi para penerima manfaat.
Berbagai program sosial rutin dilaksanakan setiap tahunnya, mulai dari santunan anak yatim, kegiatan Ramadan Sharing, buka puasa bersama, wisata edukasi, pembagian kebutuhan pokok, hingga program belanja kebutuhan Lebaran bersama anak-anak yatim. Kegiatan tersebut melibatkan relawan dari berbagai latar belakang, mulai dari anak muda, pekerja profesional, pelaku usaha, hingga masyarakat umum yang ingin ikut berkontribusi bagi sesama.
Dalam perjalanannya, Perantara Kasih Indonesia dinilai berhasil membangun budaya kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Depok. Kehadiran komunitas ini menjadi wadah positif bagi masyarakat untuk berbagi dan terlibat langsung dalam aksi kemanusiaan. Tidak sedikit anak-anak yatim dan dhuafa yang merasakan manfaat nyata dari berbagai program yang dijalankan secara berkesinambungan.
Ketua Umum Perantara Kasih Indonesia, Didi Hariawan, mengatakan bahwa organisasi yang dipimpinnya lahir dari niat sederhana untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Awalnya kami hanya ingin membuat ruang berbagi yang tulus. Namun seiring waktu, ternyata semakin banyak masyarakat yang memiliki kepedulian yang sama dan ingin ikut bergerak bersama membantu sesama,” ujar Didi saat diwawancarai.
Ia menambahkan bahwa Perantara Kasih Indonesia tidak hanya berfokus pada bantuan materi, tetapi juga berupaya menghadirkan kebahagiaan dan perhatian bagi anak-anak yatim serta masyarakat yang membutuhkan.
“Kami percaya bahwa kepedulian itu bukan hanya soal memberi, tetapi juga soal hadir, mendengarkan, dan membuat mereka merasa diperhatikan. Senyum dan kebahagiaan anak-anak menjadi semangat terbesar bagi kami untuk terus berjalan,” lanjutnya.
Menurut Didi, kekuatan utama Perantara Kasih Indonesia terletak pada semangat gotong royong para relawan dan para donatur yang terus memberikan dukungan tanpa henti.
“Perantara Kasih tidak akan sebesar ini tanpa orang-orang baik yang selalu percaya dan mendukung gerakan sosial kami. Kami hanya menjadi perantara, sedangkan kekuatan sebenarnya ada pada masyarakat yang masih memiliki rasa peduli terhadap sesama,” katanya.
Seiring berkembangnya waktu, Perantara Kasih Indonesia kini dikenal sebagai salah satu organisasi sosial terbesar di Kota Depok dengan jaringan relawan dan donatur yang terus bertambah setiap tahunnya. Berbagai kegiatan yang dilaksanakan bahkan mampu melibatkan ratusan peserta dan penerima manfaat dalam satu agenda sosial.
Tidak hanya aktif dalam kegiatan santunan, organisasi ini juga kerap hadir dalam aksi tanggap sosial dan kolaborasi kemanusiaan bersama berbagai komunitas, pelaku usaha, serta elemen masyarakat lainnya di Depok. Semangat gotong royong dan kepedulian yang dibangun menjadi salah satu kekuatan utama organisasi dalam menjaga keberlangsungan program-program sosialnya.
“Harapan kami sederhana, semoga Perantara Kasih Indonesia bisa terus menjadi rumah kebaikan dan membawa manfaat yang lebih luas lagi, tidak hanya untuk Depok tetapi juga untuk masyarakat di berbagai daerah lainnya,” tutup Didi.
Di tengah perkembangan Kota Depok sebagai kota urban yang terus tumbuh, kehadiran Perantara Kasih Indonesia menjadi pengingat bahwa nilai kemanusiaan, empati, dan kepedulian sosial tetap memiliki tempat penting di tengah kehidupan masyarakat modern. (Cup)




