Swara Pendidikan (Cilodong, Depok)– Pengurus baru Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Depok resmi dilantik pada Sabtu, 2 Agustus 2025, di Aula Kantor PGRI Kota Depok. Pelantikan ini diharapkan menjadi titik awal bagi organisasi untuk tumbuh dan berkembang, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan guru.
Pembina PGRI Kota Depok, H. Acep Azhari, dalam sambutannya menyampaikan pentingnya peran pengurus dalam menjalankan roda organisasi secara terarah dan penuh semangat.
“Organisasi tidak akan tumbuh melampaui pertumbuhan manusia di dalamnya. Jika pengurusnya tidak bertumbuh, maka organisasi pun tidak akan berkembang. Ini adalah tantangan kita bersama,” kata H. Acep di hadapan para pengurus dan tamu undangan.
Dia juga mengungkapkan kebanggaannya karena kembali dipercaya sebagai salah satu unsur pembina. Menurutnya, gedung PGRI bukanlah tempat yang asing. “Saya pernah menjalin kerja sama erat saat menjabat sebagai Ketua BMPS Kota Depok bersama ketua PGRI sebelumnya,” ungkapnya.
Lebih lanjut, H. Acep mengingatkan pentingnya memahami dan menjawab pertanyaan mendasar tentang apa yang dikerjakan dalam sebuah organisasi.
“Ketika kita mampu menjawab apa yang menjadi pekerjaan kita di organisasi, maka kita tidak akan kehilangan arah. Kita tidak akan bingung ataupun ragu dalam mengambil langkah,” kata H. Acep.
Dalam konteks tantangan zaman, dia menyoroti perubahan budaya kerja di tengah arus teknologi dan pergantian kurikulum. H. Acep menyebut bahwa pendidikan bukanlah sesuatu yang sekadar viral, melainkan harus mengandung hal-hal yang vital.
“Kita boleh viral, tetapi jangan lupa yang vital. Pendidikan bukan barang viral, tapi berisi nilai-nilai yang vital. Viral yang memiliki makna akan membawa perubahan, sedangkan viral tanpa arah hanyalah kekosongan,” tandasnya.
Acep menekankan pentingnya perhatian (attention) sebagai aset baru dalam dunia pendidikan modern. Di tengah arus digital dan dominasi gawai (gadget) yang menyita perhatian anak-anak, guru dituntut untuk mampu menarik dan mengelola atensi siswa dengan baik.
“Hari ini, perhatian adalah aset baru. Tantangan guru adalah bagaimana menarik perhatian siswa yang sudah tersita oleh gadget. Karena itu, pengembangan SDM guru menjadi kunci utama agar kita tidak hanya menjadi pengikut kekuatan luar yang memengaruhi anak-anak kita,” terangnya.
Di akhir sambutan, H. Acep mengajak seluruh pengurus PGRI untuk bekerja secara tenang, mendalam, dan terarah, serta mengiringi pergerakan organisasi dengan komitmen dan dedikasi.
“Mari kita bekerja dengan tenang, dalam, dan terarah. Saya siap mendampingi dan menyelami lebih dalam agar perjalanan organisasi tertata dengan baik. Selamat mengikuti masa orientasi,” tutupnya. (Amr)




