Swara Pendidikan (Bekasi)– MTs Nurul Azhar meluncurkan buku antologi puisi dan pantun berjudul “Gema Suara Anak Bangsa” pada Rabu, 4 Februari 2026. Buku tersebut merupakan kumpulan karya siswa-siswi kelas VII i yang lahir dari program literasi bertema kemerdekaan dan nasionalisme.
Antologi ini disusun melalui pendampingan intensif guru Bahasa Indonesia, Alif Yuliatul Laela, S.Pd.I. Melalui program tersebut, para siswa tidak hanya dibekali pemahaman tentang kaidah kepenulisan, tetapi juga didorong untuk mengekspresikan gagasan, perasaan, serta imajinasi mereka dalam bentuk puisi dan pantun yang bernilai estetis dan sarat makna.
Kepala MTs Nurul Azhar, H. Dadang Jalaluddin As, S.Ag, mengapresiasi lahirnya buku tersebut sebagai wujud nyata keberhasilan pembinaan literasi di sekolah.
“Kehadiran buku ini menjadi bukti konkret bahwa generasi muda mampu menghasilkan karya, menyampaikan aspirasi, serta menghargai perjalanan sejarah bangsa melalui medium tulisan,” kata Dadang dalam sambutannya.
Dia berharap, peluncuran Gema Suara Anak Bangsa menjadi titik awal lahirnya karya-karya literasi lainnya dari para peserta didik MTs Nurul Azhar di masa mendatang.
Acara peluncuran buku berlangsung semarak dengan pembacaan puisi dan pantun oleh beberapa siswa, serta diskusi ringan mengenai proses kreatif di balik penyusunan antologi tersebut.
Sementara itu, Rissa Churria, S.Ag, M.Pd, selaku editor buku sekaligus penggiat literasi di lingkungan Yayasan Pendidikan Islam Nurul Azhar, menegaskan pentingnya literasi sebagai sarana ekspresi diri dan pembentukan karakter.
“Menulis adalah cara anak-anak mengenal dirinya, lingkungannya, dan bangsanya. Melalui literasi, mereka belajar menyuarakan nilai, identitas, serta harapan masa depan,” tutup Rissa.
Pewarta : RC
Editor : Nurjaya Saputra




