Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – Setelah menyelesaikan Penilaian Sumatif Akhir Tahun (PSAT), SMK Bina Mandiri Bedahan Depok mengadakan kegiatan Classmeet Arena selama dua hari, Kamis hingga Jumat (11–12/12/2025), di lingkungan sekolah. Pada classmeet tahun ini, terdapat 10 mata lomba yang dipertandingkan, yaitu lomba dakwah Islam, tahfiz, pidato bahasa Inggris, cerdas cermat, senam kreasi, seni tari, solo vokal, fashion show, futsal, dan e-sport.
Pembina OSIS SMK Bina Mandiri, Titik Kadarsih, menjelaskan bahwa sekolah memiliki total 17 rombongan belajar (rombel) dari tiga jurusan, yaitu Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT), serta Layanan Penunjang Keperawatan dan Caregiving (LPKC). Setiap kelas diwajibkan mengirimkan perwakilan untuk mengikuti seluruh cabang lomba yang telah disiapkan oleh panitia.
Menurut Titik, hari pertama pelaksanaan classmeet diisi dengan lomba dakwah Islam, tahfiz, pidato bahasa Inggris, dan cerdas cermat. Adapun hari kedua diisi dengan lomba senam kreasi, seni tari, solo vokal, fashion show, futsal, dan e-sport.
“Kegiatan ini menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan minat dan bakat agar semakin terbiasa tampil, percaya diri, dan tidak malu. Dengan latihan dan pembiasaan, mereka akan lebih terlatih,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa kepanitiaan telah dibentuk jauh hari sebelum pelaksanaan, termasuk sesi briefing dan sosialisasi kepada peserta. OSIS bertindak sebagai penanggung jawab utama dan mengondisikan jalannya acara, sementara guru-guru turut membantu memantau serta mendampingi peserta lomba. Seluruh juri dalam kegiatan ini berasal dari internal sekolah.
Khusus cabang futsal, terdapat 15 tim yang bertanding. Pertandingan berlangsung selama tiga hari, terdiri dari dua hari babak penyisihan dan satu hari final, karena jumlah peserta yang lebih banyak dari tahun sebelumnya.
“Banyaknya lomba dan peserta sejalan dengan bertambahnya jumlah rombel di sekolah. Ini juga menjadi kesempatan untuk mengenali sekaligus memotivasi siswa berdasarkan bakat dan kemampuan yang mereka miliki,” jelas Titik.
Salah satu peserta lomba tahfiz, Irma Yuliani Nur Fadilah, siswi kelas XII Layanan Kesehatan, mengaku sempat grogi saat tampil. Namun, ia tetap berusaha memberikan yang terbaik.
“Persiapan saya dengan memperbanyak hafalan dan murajaah setiap selesai salat Magrib. Di rumah, hafalan saya sudah mencapai juz 28, 29, dan 30 karena sebelumnya saya pernah mondok di pesantren,” ungkap Irma yang bercita-cita menjadi guru.
Ia juga menuturkan bahwa keikutsertaannya dalam lomba tahfiz berawal dari kemauan pribadi serta dukungan teman-teman. Irma telah mengikuti beberapa kategori lomba sejak kelas X hingga kelas XII, termasuk tahfiz dan dakwah. (Amr)




