ADVERTISEMENT
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • PROFIL SEKOLAH
    • SMK
    • SMA
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • TK/PAUD
    • MI/DINIYAH
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • RUANG SASTRA
    • Cerpen
    • Puisi
  • ULASAN BUKU
    • BAHAN AJAR
    • BUKU UMUM
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
  • JEJAK PRESTASI
Swara Pendidikan
  • Login
Saturday, November 29, 2025
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result
ADVERTISEMENT

Mbah Agung, Guru dari Ujung Utara Jepara yang Mengabdikan Hidup untuk Pendidikan Hingga Purna Tugas

Kontributor Jepara Andrie Once

by SWARA PENDIDIKAN
29 November 2025
in INSPIRASI PENDIDIKAN, KABAR DAERAH
0
Mbah Agung, Guru dari Ujung Utara Jepara yang Mengabdikan Hidup untuk Pendidikan Hingga Purna Tugas

Agung Prayitno menerima SK Purna Tugas dari Pemkab Jepara (foto.Once/SP)

          

Swara Pendidikan (Jepara) — Agung Prayitno, atau akrab disapa Mbah Agung, merupakan salah satu sosok guru inspiratif dari wilayah paling utara Jepara, tepatnya Donorojo, daerah yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Pati. Dengan perjalanan pengabdian lebih dari tiga dekade, ia menutup masa jabatannya sebagai guru dengan menerima SK Purna Tugas per 1 Desember 2025.

Karier Mbah Agung dimulai pada 1 Februari 1993 sebagai guru angkatan pertama yang ditugaskan di Pulau Karimun Jawa. Sebelum resmi diangkat menjadi ASN, ia lebih dahulu mengabdi sebagai tenaga honorer di satuan pendidikan. Ketegasannya dalam mendidik serta kedisiplinannya dalam mengajar membuatnya dikenal luas, hingga akhirnya dipercaya menjabat Kepala Sekolah SDN 2 Bandungharjo Donorojo.

SK Purna Tugas diterimanya dalam acara resmi di ruang Setda Jepara bersama 12 guru lainnya, 3 ASN Puskesmas, dan 1 tenaga dokter. Penyerahan dilakukan langsung oleh Ary Bachtiar, Setda Jepara, didampingi Florentina Budi Kurniawati, Asisten III Setda Jepara.

Dalam penuturannya, Mbah Agung mengenang perjalanan panjang yang ia mulai sejak 1992 ketika pertama kali ditugaskan di Karimun Jawa. Ia menjalani masa CPNS selama satu tahun hingga akhirnya diangkat sebagai PNS pada 1994.

BACA JUGA

Pedagang Cilok di Tasikmalaya Jadi Tersangka Penggelapan Rp130 Juta, Kuasa Hukum Minta Penanganan Lebih Manusiawi

Putusan Sengketa Ketua STIA NUSA Resmi Inkracht, Pemilihan 2025–2029 Dinyatakan Cacat Hukum

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Dorong Penguatan Eduwisata dan Mutu Pendidikan

SMP Negeri 5 Jepara Cetak Prestasi Atletik, Dorong Pembibitan Atlet Muda Menuju Popda dan Porprov.

“Guru adalah cita-cita saya dan kebanggaan tersendiri. Saya lahir dari rahim seorang guru. Orang tua kami dan para pendahulu adalah guru. Pada masa itu, menjadi guru sangat dihargai,” ungkapnya usai menerima SK Purna Tugas di Pendopo Jepara, Jumat (28/11/25).

Pengabdian di Pulau Terpencil

Ditugaskan bersama 35 guru lainnya, Mbah Agung memulai pengabdian dengan bekal ilmu, pengalaman, dan tekad kuat untuk mencerdaskan anak-anak di wilayah terpencil. Ia menceritakan bagaimana kedekatan dengan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam menjalankan amanah.

“Melalui pendekatan dan berbaur dengan masyarakat, Alhamdulillah kami diterima dengan baik oleh warga Karimun Jawa,” tuturnya.

Mbah Agung juga mengenang betapa beratnya kondisi transportasi pada masa itu. Kapal kayu menjadi satu-satunya sarana menuju Karimun Jawa, membuat perjalanan sering kali penuh risiko.

“Kami pernah dua hari dua malam terombang-ambing di lautan. Pernah terdampar hingga Pekalongan, bahkan sampai Pulau Mandalika, padahal tujuan kami Karimun Jawa,” kenangnya sambil terkekeh-kekeh.

Saat ini, Karimun Jawa dapat ditempuh dengan kapal cepat hanya 2 jam atau kapal ferry 5 jam, sangat berbeda dengan situasi saat ia mengabdi di masa lalu.

Agung Prayitno (bertopi) saat pelepasan purna tugas dengan para guru SDN 2 Bandungharjo. (foto.Once/SP)

Tumbuh Bersama Dunia Pendidikan

Lulusan pendidikan spesifik ini menghabiskan hidupnya untuk dunia pendidikan. Selain menjadi kepala sekolah di beberapa satuan pendidikan, ia juga beberapa kali dipercaya menjadi Plt kepala sekolah serta menjabat Ketua K3S Kecamatan Donorojo.

Mbah Agung menilai perkembangan teknologi saat ini membawa perubahan besar dalam budaya komunikasi antar guru. Diskusi tatap muka semakin jarang digelar karena digantikan oleh komunikasi via gawai.

“Ada norma dan etika yang tidak lagi terpenuhi ketika guru hanya mengandalkan komunikasi lewat HP atau laptop,” ujarnya.

Ia juga menyoroti kebijakan rekrutmen guru yang tidak selalu sesuai dengan kebutuhan sekolah.

“Sebagai kepala sekolah, kami tahu persis kekurangan dan kebutuhan guru sesuai spesifikasi. Namun kewenangan terbatas, sehingga hanya bisa menerima penempatan yang ada,” terangnya.

Pesan untuk Dunia Pendidikan

Meski telah memasuki masa purna tugas, Mbah Agung menegaskan bahwa jiwanya sebagai pendidik tidak akan pernah padam. Ia berharap para penggiat pendidikan terus menguatkan budaya literasi di sekolah dan masyarakat.

“Lemahnya mutu pendidikan di Jepara terutama pada literasi. Mari kita gali kembali dan galakkan budaya literasi agar anak-anak menjadi generasi yang memahami pentingnya literasi,” pesannya dengan mata berkaca-kaca.

Pengabdian panjang Mbah Agung menjadi teladan bahwa pendidikan tidak hanya soal mengajar, tetapi juga tentang keberanian, keikhlasan, dan cinta yang besar kepada generasi penerus bangsa.**

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Jumlah Pembaca: 23

BeritaTerkait

Pedagang Cilok di Tasikmalaya Jadi Tersangka Penggelapan Rp130 Juta, Kuasa Hukum Minta Penanganan Lebih Manusiawi
KABAR DAERAH

Pedagang Cilok di Tasikmalaya Jadi Tersangka Penggelapan Rp130 Juta, Kuasa Hukum Minta Penanganan Lebih Manusiawi

by SWARA PENDIDIKAN
27 November 2025
0
0

    Swara pendidikan (Tasikmalaya) – Nasib kurang beruntung menimpa...

Read more
Putusan Sengketa Ketua STIA NUSA Resmi Inkracht, Pemilihan 2025–2029 Dinyatakan Cacat Hukum

Putusan Sengketa Ketua STIA NUSA Resmi Inkracht, Pemilihan 2025–2029 Dinyatakan Cacat Hukum

26 November 2025
0
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Dorong Penguatan Eduwisata dan Mutu Pendidikan

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Jepara Dorong Penguatan Eduwisata dan Mutu Pendidikan

25 November 2025
0

SMP Negeri 5 Jepara Cetak Prestasi Atletik, Dorong Pembibitan Atlet Muda Menuju Popda dan Porprov.

24 November 2025
0

Kh. Mudhofar Al-Husna: Fondasi Pendidikan Harus Kembali ke Adab dan Konsep Rasulullah

23 November 2025
0

Pepadu Karbon: Inovasi Irwan Taufiqurrahman Ubah Cara Belajar Siswa

23 November 2025
0
Next Post
Rakernas GPEI 2025 Soroti Peluang Ekspor Indonesia ke Eropa dan Kanada di Tengah Aturan Dagang Baru

Rakernas GPEI 2025 Soroti Peluang Ekspor Indonesia ke Eropa dan Kanada di Tengah Aturan Dagang Baru

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT
https://datapers.dewanpers.or.id/media/certificate

2025 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • KONTAK IKLAN
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow Us

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • KONTAK IKLAN
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2025 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In