Swara Pendidikan (Depok) – Berawal dari kejenuhan di masa pandemi Covid-19, komunitas sepeda GOWESIN DEPOK lahir dan tumbuh menjadi wadah kebersamaan bagi para pecinta gowes di Kota Depok.
Komunitas ini resmi berdiri pada Maret 2020, saat aktivitas masyarakat dibatasi dan ruang gerak serba terbatas.
Founder GOWESIN DEPOK, Rian, mengatakan pembentukan komunitas tersebut berangkat dari keinginan sederhana tetap bisa bergerak dan bersenang-senang di tengah situasi sulit.
“Berdirinya Maret 2020 pas Covid-19. Waktu itu nggak bisa ke mana-mana, paling bisa olahraga pakai sepeda. Jadi tujuannya buat senang-senang aja,” ujar Rian.
Menurutnya, tren bersepeda yang sedang meningkat saat itu membuat komunitas cepat berkembang. Bahkan, jumlah anggota sempat menyentuh sekitar 60 orang.
“Pas Covid lagi ramai-ramainya orang sepedaan. Member sempat sekitar 60 orang,” jelasnya.
Namun seiring waktu, jumlah tersebut menyusut karena sebagian anggota beralih ke hobi lain. Kini, GOWESIN DEPOK aktif dengan sekitar 20 lebih anggota yang tetap solid.
Tak hanya sekadar gowes, komunitas ini juga menghadirkan kegiatan sosial bertajuk “Abis Selasa”. Program tersebut digelar dua minggu sekali pada Rabu malam dengan mengunjungi coffee shop atau kedai kopi di Depok untuk membantu promosi UMKM.
“Sudah berjalan sekitar tiga bulan. Kurang lebih enam titik UMKM yang sudah kita datangi,” ungkap Rian.
Ia menambahkan, lokasi kunjungan sudah direncanakan sebelumnya dan terbuka bagi pelaku usaha yang ingin tempatnya disambangi.
Sementara itu, narasumber lainnya sekaligus founder GOWESIN DEPOK, Cangkatel atau akrab disapa Katel, menegaskan bahwa komunitas ini dibangun atas dasar kebersamaan, bukan gengsi.
“Kita ini setara, sama-sama bangun dari awal. Sisi lainnya ya kita sepedahan aja, senang-senang. Nggak ribet,” ujar Katel.
Ia menegaskan, GOWESIN DEPOK tidak membatasi jenis maupun merek sepeda.
“Semua sepeda masuk. Mau merek apa, jenis apa, kita terima. Intinya mau sepedaan,” tegasnya.
Untuk bergabung pun tidak ada syarat khusus. Bahkan, jika ada calon anggota yang belum memiliki sepeda, komunitas siap membantu.
“Yang penting ada niat. Kadang ada teman yang punya lebih, bisa dipinjemin,” tambah Rian.
Terkait program ke depan, Katel menyebut komunitasnya tidak kaku dalam membuat agenda.
“Kita ngikutin waktu sama ide-ide liar aja. Kalau ada ide bagus, ya langsung kita jalanin. Nggak terlalu dipaksain harus ada program besar,” katanya.
Selain mendukung UMKM, GOWESIN DEPOK juga pernah melakukan aksi sosial berupa pembersihan pelang lalu lintas di wilayah Depok pada tahun 2020.
Rian menyebut, ciri khas komunitasnya terletak pada suasana yang cair dan penuh canda.
“Orang-orangnya asyik, banyak ketawanya. Kebersamaannya dapat,” ujarnya.
Ke depan, kedua founder berharap komunitas ini tetap solid dan konsisten menjaga semangat awal.
“Harapannya tetap solid dan bisa ngerangkul anggota baru,” kata Rian.
Sementara Katel menambahkan, yang terpenting adalah konsistensi.
“Harapannya rutin gowes aja. Mau ramean atau sendiri, itu balik lagi ke masing-masing. Yang penting tetap jalan,” tutupnya.
Dari sekadar pelarian di masa pandemi, GOWESIN DEPOK kini menjelma menjadi ruang kebersamaan yang sederhana namun penuh makna bagi para pecinta sepeda di Kota Depok. (Cup)




