KKG Cipayung Gelar Rapat Program Pengawas

by Redaksi
0 Komentar 81 Pembaca

Swara pendidikan (Cipayung, Depok) – Kelompok Kerja Guru (KKG) Kecamatan Cipayung menggelar rapat program pengawas dan persiapan Monitoring dan Evaluasi (monev) Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) setelah adanya Revitalisasi Gugus. Kegiatan bertempat di SDN Ratu Jaya 3, pada Senin (22/01/2024) di ikuti 16 peserta dari Gugus 1 Kecamatan Cipayung.

Hadir diacara tersebut, Pengawas Pembina SD Kecamatan Cipayung Gugus 1, Sri Suparni, Ketua K3S Kecamatan Cipayung, Hj. Nurhayati.

Pengawas Pembina, Sri Suparni  memaparkan, sebelumnya di Kecamatan Cipayung terdapat 3 pengawas bina, terdiri dari 3 Gugus, namun karena adanya Pengawas Pembina yang dialih tugaskan ke Kecamatan Cilodong, kini Gugus Kecamatan Cipayung dilebur menjadi 2 Gugus.

“Hari ini kebetulan karena saya belum bertatap muka secara langsung dengan kepala sekolah binaan,” ujarnya.

Menurutnya  ada tambahan baru 6 sekolah yang baru masuk gugus 1, jadi termasuk dengan SDN Ratu Jaya 3 ini, di Gugus 1 menjadi 16 sekolah.

Lebih lanjut, Sri Suparni menjelaskan kegiatan ini  terkait sosialisasi e-kinerja, tujuannya untuk memudahkan koordinasi laporan kinerja sekolah yang berkaitan dengan laporan kinerja pengawas sekolah, agar sekolah bersama-sama mempersiapkan penggarapan kinerja untuk satu tahun kedepan.

“Karena kinerja kita sekarang sudah menggunakan aplikasi e-kinerja. Laporan kinerja sudah sejauh mana dan mengevaluasi apabila di sekolah ada yang terkendala terkait dengan kegiatan-kegiatan. Nanti ada wadahnya untuk saling berbagi, mencari solusinya bersama sama,” tuturnya.

Sri Suparni menambahkan, dengan padatnya jadwal kepala sekolah menjadi suatu kendala yg berdampak pada penyelesaiannya, namun diharapkan dengan adanya jadwal koordinasi setiap bulannya, akan mendapatkan solusi.

“Kita akan breakdown setiap bulannya, untuk memudahkan koordinasi, karena kinerja pengawas itu berkaitan dengan kinerja dari kepala sekolah,” imbuhnya.

Ditempat sama, Ketua K3S Kecamatan Cipayung, Hj. Nurhayati mengatakan kegiatan sosialisasi ini  akan menjadi agenda rutin setiap bulannya. “Setiap tahun kita harus melakukan perubahan – perubahan di sekolah, program kerjanya disesuaikan dengan rapot sekolah yang memang harus diperbaiki,” katanya.

Menurut Nurhayati, program ini tidak bisa disamakan tiap sekolah dalam perumusannya , tetapi sekolah harus bekerjasama untuk menentukan RHK (Rencana Harian Kegiatan) yang disesuaikan dengan PMM (Platform Merdeka Mengajar) dan rapot sekolah yang dimasukan kedalam kegiatan e-kinerja.

“Dalam program selama 6 bulan harus memperoleh minimal 3 sertifikat untuk memenuhi e-kinerja,” jelasnya.

Hj. Nurhayati berharap dengan revitalisasi ini membawa perubahan yang lebih baik, terutama dalam hal aplikasi. Karena tidak semua guru bisa memahami dan tidak semua kepala sekolah dalam kegiatannya bisa bekerja dengan cepat.

”Rekam jejak kinerja bisa dilihat dari rapot yang sekarang berbasis digital, jadi semua harus bergerak bersama untuk mencapai hasil yang lebih baik. Semoga dengan 2 gugus bisa merata kinerjanya,”harapnya.   (Agnes)

Baca juga

Tinggalkan Komentar