Kisah Agus Mulyono: Guru Inspiratif Penemu Metode Belajar Perkalian Sambil Bermain dengan Media Kartu (KAPERGUS)

by Redaksi
1 Komentar 161 Pembaca

KAPERGUS (KARTU PERKALIAN AGUS)

Media pembelajaran bagi seorang guru guna melancarkan proses pembelajarannya tak harus mahal. Hal tersebut, seperti yang dilakukan seorang Guru Honorer di SD Negeri Mekarjaya 17 Kecamatan Sukmajaya bernama Agus Mulyono, yang membuat sebuah metode pembelajaran yang di sebut KAPERGUS (KARTU PERKALIAN AGUS) .

 

MATEMATIKA merupakan mata pelajaran yang sering dianggap susah dan menakutkan bagi anak anak. dasar matematika yaitu pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Salah satunya yaitu perkalian bisa dibilang sulit untuk dipelajari terutama bagi anak yang baru belajar perkalian, hal tersebut yang membuat Agus merasa tertantang untuk membuat hal yang sering di anggap sulit menjadi mudah dan menyenangkan.

 

Apa itu KAPERGUS, kapergus adalah sebuah metode belajar perkalian dengan cara bermain, kapergus bertujuan supaya anak hafal dalam perkalian atau dapat dikatakan anak belajar perkalian sambil bermain.

 

Dengan bermain kapergus maka secara tidak langsung anak akan belajar perkalian, karena dalam permainan ini anak di ajarkan bagaimana bermain sambil belajar perkalian.

 

Kapergus mudah dimainkan dan sangat menyenangkan  terbukti banyak yang suka dengan permainan kartu kapergus ini, semua kalangan dapat memainkan permainan ini walaupun mereka belum hafal perkalian karena dalam kartu ini anak di tuntun untuk mengetahui hasil perkalian

 

MANFAAT PERMAINAN KAPERGUS

Permainan ini bermanfaat bagi anak menjadi hafal perkalian dan melatih ketelitian dalam semua kegiatan yang di lakukan oleh anak, serta menjadikan permainan ini sebagai refresing.

 

PETUNJUK PERMAINAN KARTU KAPERGUS

Jumlah Kartu Kapergus

Jumlah kartu terdiri dari kartu perkalian 100 kartu dan kartu pedoman 42 (bertuliskan Kapergus), permainan ini dapat dimainkan oleh minimal 2 orang atau bisa juga dengan 3,4,5,6,7,8,9, dan 10 orang pemain.

 

Cara bermain

Permainan harus mengikuti kartu pedoman yang berjumlah 42, berikut tahapannya:

Pertama Pisahkan antara kartu perkalian dengan kartu yang ada tulisan kapergus/kartu pedoman, lalu bagikan kartu perkalian kepada pemain dengan  jumlah kartu yang sama banyak misalkan  ada 4 orang pemain dengan masing-masing  mendapatkan 5 kartu perkalian sisa kartu perkalian tidak dimainkan hanya yang dibagikan kepada pemain saja yang dimainkan.

Kedua Ambil satu kartu kapergus dari tumpukannya dan letakan ditempat permainan dimeja atau dilantai, apabila dikartu kapergus tadi terdapat angka 12 maka para pemain yang mempunyai kartu perkalian yang jumlahnya 12 boleh dibuang.

 

Ketiga Kartu kapergus diambil dan dibuang satu persatu di ikuti oleh para pemain dengan jumlah perkalian yang sama dengan kartu kapergus yang di buang sambil mengatakan jumlah perkaliannya, bila tidak ada lanjut kembali dengan mengambil  kartu kapergus berikutnya.

 

Keempat bila ada pemain yang kartu perkaliannya sudah abis terbuang maka dia dinyatakan menang sampai kartu kapergus yang diambil satu persatu habis dibuka atau dibuang.

 

Kelima kartu yang ada pada pemain akan habis bersamaan dengan kartu pedoman permainan atau (kartu yang bertulisan Kapergus)

 

Keenam selamat bermain dan rapihkan kembali kartunya setelah bermain.

 

Manfaat Belajar Sambil Bermain yang Membantu Perkembangan Anak

 

  • Bermain mendorong komunikasi

Bermain memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk mengembangkan keterampilan berbicara dan bahasa serta keterampilan mendengarkan. Anak-anak berbicara dan mendengarkan sambil bermain. Bermain dengan teman juga akan membuat anak berkomunikasi dengan tujuan. Semakin banyak kosakata yang dipelajari seorang anak dari hari ke hari, semakin besar variasi kata yang akan dimasukkan anak ke dalam permainan. Anak-anak juga akan mengeluarkan kreativitasnya saat bermain bersama teman-temannya.

 

  • Bermain mendorong membangun hubungan

Bermain membantu mempromosikan pengembangan keterampilan sosial. Anak-anak yang bermain dengan orang tua dan teman sebayanya belajar bagaimana hubungan berjalan melalui pengalaman bermain mereka. Saat bermain menjadi lebih penting dalam kehidupan seorang anak, peningkatan jumlah dan kualitas persahabatan telah terlihat. Banyak orang tidak menyadari bahwa keterampilan sosial adalah bagian penting dari perkembangan bahasa. Bahasa jauh lebih dari sekadar kata-kata yang diucapkan!

Selamat Mencoba!!


PENULIS

AGUS MULYONO, S.Pd

Guru SDN Mekarjaya 17 Kecamatan Sukmajaya  Kota Depok

Baca juga

Tinggalkan Komentar

1 Komentar

Anonymous 08/03/2024 - 6:15 am

Wah menarik sekali permainan perkaliannya boleh minta no kontaknya pak

Reply