ADVERTISEMENT
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Wednesday, June 17, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Kh. Mudhofar Al-Husna: Fondasi Pendidikan Harus Kembali ke Adab dan Konsep Rasulullah

kontributor jepara : Andika/Oc

by SWARA PENDIDIKAN
23 November 2025
in KABAR DAERAH
0
Kh. Mudhofar Al-Husna: Fondasi Pendidikan Harus Kembali ke Adab dan Konsep Rasulullah

Kyai Mudhoffar saat bincang santai dengan jurnalis swara pendidikan (foto.andika/SP)

 

Swara Pendidikan (Jepara) – Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidz Al-Qur’an (PPTQ) Al-Husna Mayong, Dr. KH. Ahmad Mudhoffar, M.Pd., menyerukan pentingnya merevisi sistem dan tenaga pendidik di Indonesia, dengan menekankan bahwa orientasi utama pendidikan harus kembali pada adab (akhlak) dan berlandaskan pada konsep Rasulullah SAW.

Dalam sebuah kesempatan pada Rabu (18/11/2025), Kiai Mudhoffar menegaskan bahwa kedekatan dan keharmonisan antara pihak pondok/sekolah dengan wali santri adalah kunci untuk menciptakan suasana pendidikan yang ideal.

“Dengan Wali Santri itu tidak ada jarak. Kalau kurang harmonis, sedikit gesekan antara guru dan anak bisa timbul masalah. Wali Santri harus diajak berembuk, diajak musyawarah, harus didekati,” ujarnya.

BACA JUGA

Kabar Baik! Jepara Berpeluang Miliki Sekolah Nasional Terintegrasi pada 2026

Gus Hajar Lantik Pengurus Gekrafs Jepara, Dorong Kreativitas dan Inovasi sebagai Identitas Daerah

Menginspirasi Dunia Pendidikan: Baba, Siswa Disleksia yang Sukses Dobrak Batas Lewat Musik dan Bola

Jaring Talenta Muda, FOPI Jepara Berikan Peralatan Petanque ke SDN 7 Tulakan

Kh. Mudhoffar menyatakan bahwa pondasi dari adab dan akhlak adalah shalat. Ia mengibaratkan, jika salat seorang anak tertata, maka akhlak dan adabnya akan ikut tertata.

“Yang sudah masyhur itu adab lebih tinggi daripada ilmu. Pemilihan RT, pemilihan takmir, semua lebih dipilih yang punya adab. Jadi, pendidikan itu orientasinya harus ke adab,” tegasnya.

Beliau juga mengingatkan para wali santri untuk tidak bersikap “pasrah bongkoan” (pasrah total) dalam mendidik anak. Orang tua tetap harus terlibat langsung, terutama ketika anak bermasalah, seperti malas belajar atau berani meninggalkan salat di usia 10 tahun.

Merujuk pada hadis tentang fitrah manusia yang dilahirkan dalam kondisi kebaikan (kertas putih), Kiai Mudhoffar berpendapat bahwa pendidikan bertugas mengembang-tumbuhkan fitrah tersebut. Jika hasil pendidikan ternyata gagal—menghasilkan korupsi, misalnya—maka yang salah adalah sistem dan pendidiknya (mesinnya).

“Guru adalah cetakan. Kalau cetakannya roti ini segitiga, maka akan segitiga. Jika sistem dan guru masih korupsi dan orientasi guru hanya pekerjaan, bukan tanggung jawab moral, kita pada fase yang memprihatinkan,” jelas beliau.

Di Ponpes Al-Husna, Kiai Mudhoffar menerapkan sistem musyawarah sebagai keputusan tertinggi, bukan instruksi. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dan sunnah Rasulullah, yang diyakini akan mendatangkan pertolongan dan keberkahan.

Menyoroti kondisi pendidikan nasional, Kh. Mudhoffar menyatakan bahwa kondisi negara saat ini adalah cerminan dari hasil pendidikan 30-40 tahun yang lalu. Sementara hasil pendidikan yang sedang berjalan saat ini baru akan dirasakan 20-25 tahun ke depan.

Ia mengkritisi kondisi tenaga pendidik yang saat ini “dihadang tembok” oleh isu-isu seperti Perlindungan HAM dan berurusan dengan polisi, sementara media sosial (medsos) berjalan tanpa batasan.

“Didikan guru justru lebih melekat didikan medsos, benteng terakhir pendidikan Indonesia itu justru di pesantren. Tapi saat ini pesantren pada di-bully, pada diserang,” pungkasnya.

Untuk menjaga kualitas santri, Ponpes Al-Husna menerapkan sistem mandiri di mana santri tidak diizinkan keluar dan tidak bergaul dengan anak kampung (pihak luar) di lingkungan pondok, untuk menghindari pengaruh negatif atau “virus” yang dibawa dari luar.

Konten ini dilindungi. Dilarang menyalin atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi artikel untuk akun media sosial komersial atau kepentingan komersial lainnya tanpa izin tertulis dari Redaksi.
👁️ Pembaca: 6

BeritaTerkait

Jepara Siapkan Langkah Agresif Atasi Sampah, Satgas Penuntasan Mulai Bergerak
KABAR DAERAH

Jepara Siapkan Langkah Agresif Atasi Sampah, Satgas Penuntasan Mulai Bergerak

11 June 2026
0
0

Swara Pendidikan (Jepara) - Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penuntasan Sampah...

Read more
Pemkot Bandung Dukung Penuh Konprov PWI Jabar 2026

Pemkot Bandung Dukung Penuh Konprov PWI Jabar 2026

10 June 2026
0
Lulusan SMPN 1 Pecangaan Tembus SMA Taruna Nusantara Magelang

Lulusan SMPN 1 Pecangaan Tembus SMA Taruna Nusantara Magelang

9 June 2026
0

Guru SDN 2 Ngandong Heny Anistyawati Bagikan Tips Detoks Digital di Acara Bulanan Paguriska Jepara

9 June 2026
0

Madrasah Al Ma’arif Al Islamiah Singapura Kembali Kunjungi SMPIT-SMAIT Fajar Ilahi Bengkong

4 June 2026
0

Dua Siswa ABK SMA Negeri 6 Mataram Lulus ke Perguruan Tinggi Negeri

30 May 2026
0
Next Post
Ledakan Bom di SMAN 72: Alarm Serius bagi Keamanan dan Hukum di Dunia Pendidikan

Ledakan Bom di SMAN 72: Alarm Serius bagi Keamanan dan Hukum di Dunia Pendidikan

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id