Swara Pendidikan (Jepara) – Lima Angkutan Umum Perintis DAMRI resmi mulai beroperasi di Pulau Karimun Jawa, memudahkan mobilitas masyarakat dan wisatawan. Peresmian dilakukan secara simbolis oleh Gubernur Jawa Tengah, Komjen Pol (P) Drs. Ahmad Luthfi, S.H., S.St.M.K., di Pelabuhan Pantai Kartini, Selasa (13/1/26).
Rute yang dilayani meliputi: Pelabuhan Karimun – Pelabuhan Legon Bajak – Desa Kemojan – Bandara Dewadaru dengan tarif Rp 7.000 per penumpang. Peresmian juga dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Jepara, serta Kepala OPD di lingkungan Pemkab Jepara.
Gubernur Luthfi menjelaskan, armada ini diharapkan mempermudah transportasi masyarakat di Karimun Jawa sekaligus memberikan nilai ekonomi baru bagi warga setempat.
“Ada lima armada yang akan beroperasi, dan jumlahnya akan ditambah setelah evaluasi. Semoga bermanfaat dan memudahkan masyarakat di Pulau Karimun Jawa,” ujarnya.

Bupati Jepara, Witiarso Utomo (Mas Wiwit), menambahkan, inisiatif angkutan umum ini lahir dari program Ngantor di Desa. Hasil dialog dengan masyarakat mengungkap tingginya biaya transportasi dari pelabuhan ke Desa Kemojan, yang bisa mencapai Rp 300 ribu.
“Melalui diskusi dengan Kementerian Perhubungan dan BUMN DAMRI, akhirnya Angkutan Umum Perintis dengan biaya Rp 7.000 dapat direalisasikan. Ini meringankan beban masyarakat tanpa mengganggu sektor pariwisata,” kata Mas Wiwit.
Layanan ini diutamakan untuk warga lokal, sementara untuk wisatawan akan dievaluasi lebih lanjut agar tidak menimbulkan benturan kepentingan.





