KEPSEK SDN CISALAK PASAR 3 CUEK MEMAKAI TAS DASAMI

by syahrul
0 Komentar 747 Pembaca
Kepsek SDN Cisalak Pasar 3 Eva Eriva, bangga memai Tas dari pilahan bahan sampah

Kepsek SDN Cisalak Pasar 3 Eva Eriva, bangga memai Tas dari pilahan bahan sampah

SWARA PENDIDIKAN.CO.ID – CIMANGGIS

Tas Dasami hasil karya inovasi program sekolah berbasis lingkungan menjadi kebanggaan bagi Kepsek SDN Cisalak Pasar 3 sebagai wujud mencintai produk hasil karyanya sebab produk tas dari bungkus kopi tersebut bukan cuma pajangan akan tetapi dipergunakan dalam sehari – hari.

Dengan motto dari sampah menjadi Indah dan berhasil menjadi tas yang bermerk Dasami. Selain itu Tas Dasami diambil dari bahasa sunda yang menjadi nama program kebersihan dan Dasami sendiri berarti sama sama menuju sekolah asri (aman,segar religius,dan indah). Selain itu Dasami memiliki arti Dasa sepuluh dan MI merupakan singkatan Menjadi Indah, yang intinya 10 cara menjadi Indah.

Bukan sekedar slogan tentang peduli lingkungan akan tetapi hasil dari salah satu olahan sampah bungkus kopi tersebut dan dapat dibentuk menjadi tas, tanpa rasa sungkan digunakan dalam keseharian Kepsek SDN Cisalak Pasar 3.

“Tas Dasami bukan sekedar pajangan tapi saya pakai kemana saja, kalau hanya diproduksi dari sampah tapi tidak dipakai ya percuma saja,”tutur Kepsek SDN Cisalak Pasar 3 Eva Eriva saat dijumpai wartawan SP beberapa waktu yang lalu dikantor sekolahnya.

Menurut Kepsek yang akrab disapa Eva, program berbasis lingkungan disekolahnya dengan bertajuk dari sampah menjadi indah menekankan proses edukasi diantaranya,  kebersihan sebagai bagian ibadah, penghijauan, pemilahan serta ketrampilan mengolah sampah menjadi kompos dan kerajinan tangan dari sampah yang dipilah dan masih dapat digunakan seperti menjadi tempat pensil dan tas yang digunakannya.

“Sekolah belum fokus produksi massal dari olahan sampah yang terpenting proses edukasi dan mencontohkan memakai hasil karya sendiri yang berasal dari sampah menjadi penting, sebab mental bergaya merk terkenal harus dirubah.”ujarnya.

“Sudah seharusnya bangga akan karya kreatifitas bukan hanya jadi pajangan akan tetapi langsung dipergunakan, cuek aja tidak perlu malu hasil karya dari sampah,kan bisa dimodifikasi lagi,”pungkas Eva.

Ia berharap, pihak sekolah yang telah menerapkan sekolah berbasis lingkungan dan badan lingkungan juga harus memberikan contoh untuk memakai barang yang berasal dari olahan sampah sehingga selain menambah aspek ekonomis juga mengurangi beban sampah yang sulit didaur ulang,”harap Eva.(Syahrul)

Baca juga

Tinggalkan Komentar