• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Sunday, May 17, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

KEBIJAKAN GUBERNUR: “Mungkin Kami Terpuruk, Tapi Tak Akan Tumbang”

Opini Oleh: Jiacep — Penyelenggara SMA/SMK Swasta di Jawa Barat

by SWARA PENDIDIKAN
5 July 2025
in Depok, Opini, Suara Guru
0
KEBIJAKAN GUBERNUR: “Mungkin Kami Terpuruk, Tapi Tak Akan Tumbang”

H. Acep Al Azhari (Jiacep) — Penyelenggara SMA/SMK Swasta di Jawa Barat

8
SHARES
133
VIEWS
Share on FacebookShare on TwitterShare on Whatsapp

 

Kebijakan Gubernur Jawa Barat yang memperbolehkan hingga 50 siswa per kelas di sekolah negeri tentu dilandasi niat baik: menyelamatkan generasi muda dari ancaman putus sekolah.

Sebagai penyelenggara pendidikan swasta, saya menghormati keputusan tersebut. Kami percaya bahwa akses pendidikan memang harus dibuka seluas-luasnya, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu. Namun, kenyataan di lapangan berbicara lain—dan sungguh berat bagi kami.

Sejak kebijakan ini diberlakukan, sekolah-sekolah swasta di berbagai daerah mengalami penurunan jumlah siswa yang sangat signifikan. Banyak dari kami yang kehilangan peserta didik secara drastis, hingga ruang-ruang kelas yang dulu dipenuhi semangat kini menjadi sunyi. Guru-guru yang telah puluhan tahun mengabdi kini dihantui kekhawatiran kehilangan pekerjaan. Dampaknya bukan hanya pada institusi, tapi juga pada keluarga para tenaga pendidik.

BACA JUGA

Perantara Kasih Gelar Dream Day 2026, Relawan Bisa Ikut Gratis dengan Syarat Ini

Perantara Kasih Indonesia, Dari Depok Menebar Kepedulian untuk Sesama

Lahir di Tengah Pandemi, GOWESIN DEPOK Jadi Wadah Kebersamaan Pecinta Sepeda

Catat! Pendaftaran SPMB 2026 Jenjang SD – SMA Segera Dibuka, Ini Syarat, Jalur Pendaftaran, dan Kuotanya

Kami tidak menyalahkan siapa pun. Tapi kami merasa kehilangan ruang untuk ikut berkontribusi. Padahal sejak sebelum Indonesia merdeka, sekolah swasta telah menjadi penopang sistem pendidikan nasional, hadir ketika sekolah negeri belum mampu menjangkau semua anak bangsa.

Ironisnya, kebijakan ini juga bertentangan dengan regulasi nasional. Permendikbudristek Nomor 47 Tahun 2023, Pasal 5 ayat (1) secara tegas menyebutkan bahwa maksimal jumlah peserta didik dalam satu rombongan belajar jenjang SMA/SMK adalah 36 siswa. Dengan menetapkan 50 siswa per kelas, kebijakan ini bukan hanya melanggar aturan, tetapi juga berisiko besar menurunkan mutu pembelajaran. Bagaimana mungkin seorang guru bisa optimal mendampingi 50 siswa dalam satu kelas?

Kami tidak sedang menolak. Kami paham, pemerintah sedang berupaya mengatasi masalah serius: banyaknya anak usia sekolah yang tidak tertampung karena kendala ekonomi dan keterbatasan daya tampung sekolah negeri.

Tapi kami juga percaya, solusi terbaik adalah yang mempertimbangkan semua pihak. Sekolah swasta selama ini telah menjadi bagian penting dalam mendidik generasi bangsa. Kami bukan pesaing sekolah negeri, kami adalah mitra yang bersedia bekerja sama demi kemajuan pendidikan.

Kami tidak ingin menjadi korban dari perubahan sistem. Kami ingin menjadi bagian dari perubahan itu.

Kami mengajak pemerintah membuka ruang dialog, membangun skema kolaboratif, dan mempertimbangkan afirmasi bagi siswa yang bersekolah di lembaga swasta. Berikan kesempatan yang adil. Kami siap bersaing secara sehat, dengan tetap menjunjung mutu dan dedikasi.

Kelas-kelas kami mungkin kosong, tapi semangat kami belum padam. Kami tidak minta diperlakukan istimewa, hanya ingin keberadaan kami diakui, dan diberi peluang untuk terus mengabdi.

Karena sekolah swasta bukan pelengkap. Kami adalah mitra negara dalam membangun masa depan.

Jika negeri menampung kuantitas, izinkan kami mengembangkan kualitas. Kami mungkin terpuruk, Tapi kami tidak akan tumbang.***

Share3Tweet2SendShare

BeritaTerkait

Disdik Depok Larang Wisuda dan Study Tour, Sekolah Wajib Jalankan 9 Program Jabar
Depok

Disdik Depok Larang Wisuda dan Study Tour, Sekolah Wajib Jalankan 9 Program Jabar

13 May 2026
0
381

  Swara Pendidikan (Depok) — Pemerintah Kota Depok melalui Dinas...

Read more
Disdik Umumkan Juara OSN Tingkat Kota Depok 2026, Ini Daftar Pemenangnya

Disdik Umumkan Juara OSN Tingkat Kota Depok 2026, Ini Daftar Pemenangnya

13 May 2026
209
OSN Kota Depok 2026 Resmi Dibuka, Kadisdik: Kuasai Sains untuk Menangkan Persaingan Global

OSN Kota Depok 2026 Resmi Dibuka, Kadisdik: Kuasai Sains untuk Menangkan Persaingan Global

13 May 2026
34
Mengevaluasi RSSG Depok 2025: Antara Niat Baik, Celah Refund, dan Tanda Tanya Data

Mengevaluasi RSSG Depok 2025: Antara Niat Baik, Celah Refund, dan Tanda Tanya Data

10 May 2026
87
Lebaran Depok 2026 Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Edukasi Lintas Generasi

Lebaran Depok 2026 Jadi Ajang Pelestarian Budaya dan Edukasi Lintas Generasi

9 May 2026
32
Peran Tukang Pangkeng Jaga Tradisi Kuliner di Lebaran Depok 2026

Peran Tukang Pangkeng Jaga Tradisi Kuliner di Lebaran Depok 2026

9 May 2026
24
Next Post
Cinta, Sunyi, dan Jiwa-Jiwa Epos: Menziarahi Larung Murung

Cinta, Sunyi, dan Jiwa-Jiwa Epos: Menziarahi Larung Murung

SMK Perbas – 14
Sumarno – 20
pkb – 19
siti – 21
Lego – 12
https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id