Swara Pendidikan (Pangkalpinang) – Kantor Persatuan Wartawan Indonesia Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (PWI Babel) dirusak oleh orang tak dikenal, Senin (30/3/2026). Peristiwa tersebut pertama kali diketahui saat Sekretaris PWI Babel, Fakhruddin Halim, datang ke kantor untuk beraktivitas.
Fakhruddin mengaku terkejut saat mendapati kondisi kantor sudah dalam keadaan rusak. Pintu depan ditemukan terikat dari dalam menggunakan tali plastik, sementara pintu belakang terlihat telah dijebol.
“Saat masuk kantor PWI Babel, saya kaget melihat pintu depan diikat tali plastik dari dalam. Lalu saya cek ke belakang, pintu sudah terbuka dalam kondisi dijebol, sejumlah barang rusak, dan ada juga yang hilang. Di salah satu sisi dinding terdapat tulisan ancaman ‘YO BEGASAK’,” ungkap Fakhruddin.
Mengetahui kejadian tersebut, Fakhruddin segera melaporkan kepada Ketua PWI Babel, M Fathurrakhman, yang kemudian langsung menginformasikan kepada pihak kepolisian. Aparat dari Polresta Pangkalpinang pun segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dari hasil pengecekan awal, pelaku diduga masuk melalui pintu belakang dengan cara merusaknya. Sejumlah fasilitas kantor dilaporkan mengalami kerusakan, di antaranya kursi tamu yang disayat menggunakan benda tajam. Selain itu, sajadah ditemukan dalam kondisi terbakar di dalam kuali, kabel listrik diputus, serta terdapat kerusakan lainnya di beberapa bagian ruangan.
Tidak hanya itu, ditemukan pula coretan bernada ancaman di dinding bertuliskan “YO BEGASAK” serta tulisan pada kertas bekas dus berbunyi “Bencong By Salam BIN”.
Sejumlah barang dilaporkan hilang, di antaranya tabung gas, kipas angin, dan mesin pompa air.
Ketua PWI Babel, M Fathurrakhman yang akrab disapa Boy, menilai kejadian ini perlu mendapat perhatian serius. Ia menduga perusakan tersebut bukan sekadar tindak kriminal biasa, melainkan berpotensi berkaitan dengan aktivitas jurnalistik anggota PWI Babel.
“Kami menduga ini bukan hanya tindak pidana biasa. Bisa jadi ada kaitannya dengan aktivitas pemberitaan yang dilakukan anggota PWI Babel,” ujarnya.
Pihaknya memastikan akan segera membuat laporan resmi kepada kepolisian agar pelaku dan pihak yang terlibat dapat segera diungkap.
“Kami berharap kasus ini dapat diusut tuntas, termasuk mengungkap dalang di balik kejadian ini,” tegasnya. (SP)




