Kadisdik Wijayanto Minta Siswa SDN Pocin 1 Laksanakan Ujian PAS di SDN Pocin 3 dan 5

by Redaksi
0 Komentar 379 Pembaca

Peserta didik SDN Pocin 1 kelas 3a yang masih bertahan

SWARA PENDIDIKAN (DEPOK) – Kepala Dinas Pendidikan Kota Depok, H. Wijayanto meminta kepada orang tua siswa didik yang anaknya masih bertahan di SDN Pondok Cina 1 segera pindah untuk mengikuti ujian Penilaian Akhir Semester (PAS) pada 5 Desember 2022 nanti di SDN Pondok Cina 3 dan 5.

“Kami minta kepada orang tua murid yang siswa-siswinya masih berada di SDN Pondok Cina 1, silahkan untuk mengikuti ujian Penilaian Akhir Semester pada 5 Desember 2022 nanti di SDN Pondok Cina 3 dan 5,” tegas Kadisdik. Melalui pesan WhatsApp. Selasa (29/11/22).

“Pihak Disdik tidak akan mengakomodir jika ada orang tua siswa yang memaksakan untuk tetap meminta ujian dilaksanakan di SDN Pondok Cina 1,” tandasnya.

Kadisdik menyebut, sejak 7 November 2022 sudah tidak ada lagi pembelajaran di SDN Pondok Cina (Pocin)  1. Semua kegiatan pembelajaran dilaksanakan di SDN Pondok Cina 3 dan 5 sesuai surat edaran yang disampaikan oleh Dinas Pendidikan dan juga Plt Kepala SDN Pondok Cina (Pocin) 1.

Bahkan katanya lagi, pihak disdik sudah melakukan sosialisasi pada 26 Agustus 2022 lalu bersama lurah, LPM, tokoh masyarakat setempat serta orang tua murid.

“Jadi yang pertemuan tanggal 26 Agustus itu bukan rapat dengan ortusis tapi sosialisasi yang dilakukan oleh Disdik,” ujar Wijayanto.

Wijay menjelaskan, alasan Pemkot Depok melalui Disdik Depok merelokasi murid SDN Pocin 1 adalah untuk keamanan, kenyamanan dan keselamatan siswa. Sebab di lokasi lama (SDN  Pocin 1) yang berada di pinggir Jalan Raya Margonda itu akan dibangun masjid raya sesuai perencanaan.

“Semua guru sudah kita tempatkan di tempat yang baru (SDN Pocin 3 dan 5) dan lebih dari separuh murid SDN Pocin 1 juga sudah sekolah disana. Sementara hanya segelintir saja anak-anak dari ortusi yang tidak setuju dengan kebijakan Pemkot Depok,” katanya.

Wijay juga menegaskan bahwa Pemkot tidak pernah menelantarkan siswa.

“Bahkan saya lewat guru-guru sudah melakukan pendekatan ke anak-anak dan ortusi untuk segera pindah ke SDN Pocin 3 dan 5,” ungkapnya.

Wijay memberikan opsi bagi ortusi yang tidak setuju dengan kebijakan relokasi.  Ikuti aturan Pemkot atau pindah sekolah. Dengan senang hati, pihaknya akan memfasilitasi jika ada yang ingin pindah sekolah.

“Kalau gak suka sekolah di tempat relokasi, silahkan pindah, pasti saya bantu kok. Kalau ada satu atau dua yang pindah sekolah karena relokasi, tetap saya bantu,” ujar Wijay.

“Tapi Kalau saya sebagai orangtua, saya akan ikuti kebijakan sekolah. Toh, semua demi kebaikan dan masa depan anak,” sambungnya.

Wijay juga menjelaskan tahun ajaran baru 2023/2024 nanti, Pemkot Depok akan menggabungkan SDN  Pocin 1 dengan SDN  Pocin 5 dengan tetap mempertahankan nama SDN Pocin 1.

“Yang di hapus SDN Pocin 5 dan menjadi SDN  Pocin 1. Terkait nantinya ada yang masuk siang dan masuk pagi, akan kita atur kembali,” ujar Wijay.

Wijay menambahkan, Rabu 30 November 2022 besok, Pemkot Depok melalui Sekertaris Daerah, Sopian Suri akan memanggil para orangtua murid SDN  Pocin 1. Tujuannya adalah sosialisasi ke ortusi terkait ujian siswa.

“Yang mengundang bukan saya, tapi Sekda Depok. Kita ingin mengingatkan, 5 Desember 2022 ujian (PAS) di tempat yang sudah ditentukan yaitu SDN Pocin 3 dan SDN Pocin 5,” tandasnya.

“Intinya pemkot punya sikap tegas. Mereka menduduki aset negara. Besok jam 13.30 kita undang perwakilan ortusi. Utamanya yang masih menolak,”pungkas Kadisdik, Wijayanto. (gus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar