Ini Perbedaan Hari Guru Sedunia dengan Hari Guru Nasional

by Redaksi
0 Komentar 706 Pembaca

SWARA PENDIDIKAN – Setiap tanggal 5 Oktober seluruh dunia memperingati Hari Guru Sedunia atau biasa disebut World Teachers Day. Peringatan Hari Guru Sedunia direkomendasikan dari penandatanganan status guru oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)/UNESCO di tahun 1966.

Melansir laman UNESCO, Hari Guru Sedunia tahun 2022 bertema “Transformasi pendidikan dimulai dari guru”. Hari Guru Sedunia bertujuan memberikan dukungan kepada guru di seluruh dunia dengan peran vital sebagai pengantar ilmu bagi murid-muridnya.

Sementara di Indonesia, Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap 25 November. Bertepatan dengan hari ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) pada 25 November.

Lantas apa Hari Guru Sedunia dengan Hari Guru Nasional?

Hari Guru Sedunia

Peringatan Hari Guru Sedunia direkomendasikan dari penandatanganan status guru oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO)/UNESCO di tahun 1966.

Status guru dimulai dari rekruitmen, kondisi belajar mengajar, standar mengajar, hingga pekerjaan guru.

Pada 5 Oktober 1994, Hari Guru Sedunia dikukuhkan oleh UNESCO dan bekerja sama ILO, UNICEF, dan Education Internasonal (EI).

Hari Guru Sedunia juga bertepatan dengan rekomendasi status tenaga pengajar pendidikan tinggi pada 1997.

Rekomendasi status guru dan status tenaga pengajar pun menjadi tolok ukur hak dan tanggung jawab standar guru untuk mengajar muridnya.

Peringatan Hari Guru Sedunia akan membahas komitmen transformasi pendidikan yang digelar di Markas Besar UNESCO selama tiga hari.

Hari Guru Nasional (HGN)

Sementara itu, Hari Guru Nasional (HGN) diperingati setiap 25 November.

Pada tahun ini, Hari Guru Nasional pada Jumat, 25 November 2022.

Dikutip dari kemendikbud.go.id, Hari Guru Nasional ditetapkan oleh Presiden Soeharto pada 25 November 1994.

Penetapan itu melalui Keputusan Presiden Nomor 78 Tahun 1994 tentang Hari Guru Nasional.

Diketahui, Hari Guru Nasional juga ditetapkan sebagai Hari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI).

Tahun ini, Kementerian Pendidikan, kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) memberikan program apresiasi dan pemberian penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan.

Pemberian penghargaan dalam menerapkan Merdeka Belajar pada konteks pembelajaran berdiferensiasi dan berpusat pada peserta didik.

Selain itu, penghargaan kepada guru dan tenaga kependidikan agar mereka lebih termotivasi dan meningkatkan profesionalisme mutu pendidikan nasional.

Jadi, perbedaan dari Hari Guru Sedunia dirayakan di seluruh dunia dan bertujuan untuk memotivasi guru sedunia sebagai penghantar ilmu.

Sementara Hari Guru Nasional diperingati di Indonesia untuk menghormati guru sekaligus memperingati HUT PGRI. (gus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar