• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
  • Login
Wednesday, January 14, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Ini Penjelasan Mendikbud Mengganti UN Dengan Asesmen Nasional Pada 2021

by SWARA PENDIDIKAN
20 August 2021
in BERITA UTAMA, Klik Pendidikan
0
Ini Penjelasan Mendikbud Mengganti UN Dengan Asesmen Nasional Pada 2021

KBM di SMAN 5 Depok sebelum pandemi Covid-19 (Dok. SP)

KBM di SMAN 5 Depok sebelum pandemi Covid-19 (Dok. SP)

Swara Pendidikan.co.id (Jakarta) — Mulai tahun 2021, pemerintah melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim resmi mengganti Ujian Nasional (UN) menjadi Asesmen Nasional. Sebagai bagian dari kebijakan Merdeka Belajar.

Dikutip dari laman resmi Kemdikbud. Tujuan utama penggantian UN menjadi Asesmen Nasional ini untuk mendorong perbaikan mutu pembelajaran dan hasil belajar peserta didik.

Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan.

Dikatakan Mendikbud, nantinya Asesmen Nasional tidak lagi mengevaluasi capaian peserta didik secara individu, akan tetapi mengevaluasi dan memetakan sistem pendidikan berupa input, proses, dan hasil.

BACA JUGA

Presiden Prabowo Terkesima Orasi Empat Bahasa Siswa Sekolah Rakyat di Banjarbaru

2 Februari 2026, Pendaftaran KIP Kuliah Resmi Dimulai, Segera Buat Akun, Ini Cara Daftarnya

Kerja Cepat Bupati Jepara, Wisata Karimun Jawa Kini Berwajah Baru, 5 Angkutan Umum DAMRI Siap Operasi

Sesjen GTK Pastikan TPG 2026 Cair Tepat Waktu dan Tunggakan Diselesaikan

“Potret layanan dan kinerja setiap sekolah dari hasil Asesmen Nasional ini kemudian menjadi cermin untuk kita bersama-sama melakukan refleksi mempercepat perbaikan mutu pendidikan Indonesia,” ujarnya.

Asesmen Nasional ini terdiri dari tiga bagian, yaitu Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), Survei Karakter, dan Survei Lingkungan Belajar. Tujuannya adalah adalah untuk pemetaan mutu pendidikan pada seluruh sekolah, madrasah, dan program keseteraan jenjang sekolah dasar dan menengah.

AKM dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar kognitif yaitu literasi dan numerasi. AKM ini, menjadi syarat bagi peserta didik untuk berkontribusi di dalam masyarakat, terlepas dari bidang kerja dan karier yang ingin mereka tekuni di masa depan.

“Fokus pada kemampuan literasi dan numerasi tidak kemudian mengecilkan arti penting mata pelajaran karena justru membantu murid mempelajari bidang ilmu lain terutama untuk berpikir dan mencerna informasi dalam bentuk tertulis dan dalam bentuk angka atau secara kuantitatif,” jelas Mendikbud.

Bagian kedua adalah survei karakter yang dirancang untuk mengukur capaian peserta didik dari hasil belajar sosial-emosional berupa pilar karakter untuk mencetak Profil Pelajar Pancasila.

“Beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME serta berakhlak mulia, berkebhinekaan global, mandiri, bergotong royong, bernalar kritis, dan kreatif,” jelasnya.

Bagian ketiga, survei lingkungan belajar untuk mengevaluasi dan memetakan aspek pendukung kualitas pembelajaran di lingkungan sekolah.

Asesmen Nasional tahun 2021 dilakukan sebagai pemetaan dasar (baseline) dari kualitas pendidikan yang nyata di lapangan, sehingga tidak ada konsekuensi bagi sekolah dan murid.

“Hasil Asesmen Nasional tidak ada konsekuensinya bagi sekolah, hanya pemetaan agar tahu kondisi sebenarnya,” kata Mendikbud.

Kemendikbud juga akan membantu sekolah dan dinas pendidikan dengan cara menyediakan laporan hasil asesmen yang menjelaskan profil kekuatan dan area perbaikan tiap sekolah dan daerah.

Mendikbud menegaskan, yang perlu dipahami oleh guru, kepala sekolah, murid, dan orang tua. Asesmen Nasional tidak memerlukan persiapan-persiapan khusus maupun tambahan yang justru akan menjadi beban psikologis tersendiri.

“Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus demi Asesmen Nasional,” pungkasnya. (agus)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

BeritaTerkait

Presiden Prabowo Terkesima Orasi Empat Bahasa Siswa Sekolah Rakyat di Banjarbaru
KABAR DAERAH

Presiden Prabowo Terkesima Orasi Empat Bahasa Siswa Sekolah Rakyat di Banjarbaru

by SWARA PENDIDIKAN
13 January 2026
0
0

Swara Pendidikan (Banjarbaru) — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dibuat...

Read more
2 Februari 2026, Pendaftaran KIP Kuliah Resmi Dimulai, Segera Buat Akun, Ini Cara Daftarnya

2 Februari 2026, Pendaftaran KIP Kuliah Resmi Dimulai, Segera Buat Akun, Ini Cara Daftarnya

13 January 2026
0
Kerja Cepat Bupati Jepara, Wisata Karimun Jawa Kini Berwajah Baru, 5 Angkutan Umum DAMRI Siap Operasi

Kerja Cepat Bupati Jepara, Wisata Karimun Jawa Kini Berwajah Baru, 5 Angkutan Umum DAMRI Siap Operasi

13 January 2026
0

Sesjen GTK Pastikan TPG 2026 Cair Tepat Waktu dan Tunggakan Diselesaikan

13 January 2026
0

Aturan Baru! Permendikdasmen 6/2026 Perkuat Budaya Sekolah Aman dan Nyaman di Indonesia

13 January 2026
0

Banjir Genangi Kawasan SMAN 5 Depok, Warganet Minta Gubernur Jabar Sidak

12 January 2026
0
Next Post
Asesmen Nasional Bakal Digelar Maret – Agustus 2021 Dalam Dua Tahap

Asesmen Nasional Bakal Digelar Maret - Agustus 2021 Dalam Dua Tahap

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
    • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In