Ini Manfaat Menulis Bagi Guru

by Redaksi
4 Komentar 611 Pembaca

SWARA PENDIDIKAN – Guru  mengajar itu sudah biasa. Selain sebagai kewajiban, mengajar adalah salah satu tugas penting guru. Namun di era serba digital ini, dimanas dunia pendidikan terus berkembang. Maka kemampuan guru tidak hanya ditentukan pada bagaimana ia mampu mengajar dengan baik, tapi juga dengan sebuah karya.

Salah satu karya adalah tulisan. Entah itu artikel, esai, opini, puisi, cerpen dan sejenisnya yang kemudian tulisan-tulisan itu bisa dibukukan atau dikirimkan ke media massa.

Guru yang menulis adalah sebuah kemuliaan tersendiri. Guru yang ingin memanfaatkan potensi yang Alloh titipkan dengan sebaik-baiknya. Apa saja keuntungan atau manfaat dari guru yang gemar menulis?

 

1. Meningkatkan Kualitas Diri

Ada banyak cara manusia belajar. Mulai dari mendengar, membaca, melakukan, dan termasuk menulis. Apabila seseorang menulis, dia akan mengingat kembali apa yang dia alami dan memikirkannya dengan sedemikian rupa agar tersampaikan dengan baik melalui tulisan.

Guru memang pengajar. Bebannya tentu saja tidak ringan. Apabila guru enggan belajar dan meningkatkan kualitas diri. Lantas, apa yang kelak akan diajarkan ke muridnya? Menulis adalah salah satu cara guru untuk belajar dan meningkatkan kualitas diri. Baik itu menulis buku, penelitian, atau catatan hikmah tersendiri.

 

2. Menjaga Kemuliaan Guru di Mata Murid

Pada kasus tertentu, banyak murid yang tidak beradab kepada guru karena tidak kenal siapa gurunya. Tapi pada kasus lainnya, memang pada dasarnya murid tersebut tidak beradab kepada banyak orang. Lingkungan yang tidak mendidik membuat dia pun jadi tidak terdidik.

Guru yang menulis dan tulisannya dibaca oleh murid akan memberikan pandangan baru kepada muridnya bahwa gurunya ini sedang melakukan hal yang tidak biasa. Bahkan guru juga bisa mengajak muridnya untuk menulis bersama seperti halnya Miss Gruwell di film yang diangkat dari kisah nyata, Freedom Writer.

Karya adalah nilai tambah yang tidak semua orang mau dan mampu melakukan. Karya juga bentuk bagi seseorang, terutama guru untuk menjaga marwahnya. Guru menyadari bahwa guru mulia bukan hanya status yang dia sandang saja, tapi dengan apa yang dia lakukan. Maka guru mulia dan semakin mulia dengan karya layak menjadi motivasi.

Seorang guru memperbanyak karya agar kelak mendapatkan peluang belajar lebih banyak. Sehingga perlahan tapi pasti, dia pun meningkatkan kualitas dirinya. Ujung-ujungnya adalah untuk mengajar muridnya lebih baik.

 

3. Menambah Poin

Sistem pendidikan di Indonesia memberikan kesempatan apabila seorang guru yang rajin menulis, terutama buku akan mendapatkan poin tambahan. Poin ini apabila diakumulasikan akan membantu dalam jenjang karir seorang guru. Termasuk pendapatan guru tersebut. Tentu ini hanya bonus saja. Boleh saja bagi seorang guru untuk mencari hal tersebut, tapi jangan lupa bahwa guru adalah profesi mulia, maka tetaplah menjaga kemuliaan tersebut dengan sebaik-baiknya. Bekerja bukan hanya untuk gaji, tapi memberikan inspirasi.

 

4. Memperluas Manfaat

Berkembangnya teknologi membuat siapa pun bisa memperluas jangkauannya, termasuk jangkauan kebaikan. Guru yang menulis bisa memperluas manfaatnya dengan berkarya di social media, blog, atau platform online lainnya.

Proses belajar formal memang terjadi di ruang kelas saja. Tapi kita harus semakin menyadari bahwa belajar bukan hanya di sekolah saja. Guru yang meninggalkan kesan mendalam di ruang kelas, bahkan dengan sentuhan personal lain di luar kelas seperti mendengar curhat akan membuat siswa semakin hormat kepada gurunya. Menulis adalah salah satunya agar proses belajar dan manfaat lebih luas.

 

5. Membuka Pintu Kolaborasi

Guru yang menulis berarti sedang membuka pintu kolaborasi. Karena bukan tidak mungkin dengan curhatan, cerita, dan pengalaman yang dia bagikan melalui tulisan akan mampu menggerakkan pembaca untuk melakukan hal yang sama, bahkan berkolaborasi dengan penulis. Bukan tidak mungkin di antara pembaca adalah pemangku kepentingan yang kelak akan menghubungi guru tersebut. Bisa jadi kan?

Guru yang menulis adalah guru yang tidak ingin menjadi guru yang biasa-biasa saja. Dia memberikan hal lebih karena sadar dia adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Dan menjadi pahlawan tidak bisa hanya berbuat yang biasa-biasa saja.

Seperti dikatakan Sayyid Quthb, “Satu peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi satu tulisan bisa menembus ribuan bahkan jutaan kepala.”

Demikian juga dikatakan Pramoedya Ananta Toer, “Jika ingin mengenal dunia, membacalah. Jika ingin dikenal dunia, menulislah”.

Untuk itu, dalam rangka membudayakan menulis di kalangan guru, serta meningkatkan kemampuan pengembangan diri, dan ke depan diharapkan akan terlahir penulis-penulis (guru) hebat. Redakasi Swara Pendidikan mengajak para guru untuk menggalakan budaya gerakan Guru  Menulis.

Jadi Tunggu Apalagi, Ayo Menulis!! (Redaksi)

Baca juga

Tinggalkan Komentar

4 Komentar

Anonymous 15/04/2022 - 5:33 am

Subhanalloh sudah diingatka terima kasih mitivasinya

Reply
Anonymous 15/04/2022 - 10:39 am

Masya allah, terima kasih atas berbagi ilmunya

Reply
Anonymous 15/04/2022 - 11:21 pm

Terimakasih pak. sangat menginspirasi artikelnya. Semoga ini menjadi menyemangat kami untuk terus berkarya.

Reply
Mengapa Menulis itu Perlu ? Ketahui Manfaat dan 5 Keuntungan Menulis ! 02/09/2022 - 9:08 am

[…] Ada sejumlah keuntungan bila seorang guru memiliki kepandaian menulis. […]

Reply