Ijazah S1 Sarjana Pendidikan Tidak Laku di Formasi Guru CPNS dan PPPK 2024 Tanpa Ada Syarat Ini

by Redaksi
14 Komentar 23387 Pembaca

(Foto/dok.SP)

Swara Pendidikan (Kemendikbud) – Kenyataan pahit harus diterima para lulusan S1 Sarjana Pendidikan yang ingin melamar formasi Guru di CPNS dan PPPK 2024.

Harapan ini pupus setelah terdapat regulasi yang mensyaratkan adanya tambahan predikat atau catatan selain ijazah Sarjana Pendidikan.

Nah, pada CASN 2024 yang membuka formasi Guru melalui CPNS dan PPPK kali ini tidak cukup dengan mengandalkan ijazah S1 Sarjana Pendidikan saja.

Dirjen GTK Nunuk Suryani pernah mengungkap beberapa syarat agar Freshgraduate dapat mengikuti seleksi CPNS 2024.

“Dirjen GTK sedang menjalankan program PPG Prajabatan sebagai pintu atau syarat menjadi seorang Guru,” kata Nunuk dikutip dari Instagram @nunuksuryani pada Senin, 25 Maret 2024.

Hal ini sesuai dengan beberapa keterangan tertulis di laman resmi Kemendikbud bahwa untuk menjadi seorang Guru wajib memiliki sertifikat pendidik.

Demikian juga dengan para Guru Honorer yang memiliki kualifikasi pendidikan S1 Sarjana Pendidikan.

Honorer pemilik gelar S.Pd ini tidak akan menjadi prioritas pengangkatan PPPK 2024 jika tidak ada Info GTK.

Artinya, ia wajib terdata dalam Dapodik atau bahkan databse Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Jadi, bagi Freshgraduate S1 Sarjana Pendidikan yang ingin mendaftar CPNS formasi Guru harus memiliki ijazah S1 linier ditambah Serdik hasil PPG.

Sedangkan para Guru Honorer S1 Sarjana Pendidikan harus terdata di Dapodik atau database BKN.

Tanpa disertai adanya pelengkap tersebut, ijazah S1 Pendidikan Sarjana tidak akan laku di CPNS dan PPPK 2024 Formasi Guru.

Menteri Nadiem Makarim sendiri mengibaratkan Serdik layaknya SIM ketika mengemudi sebuah kendaraan.

“Sertifikat pendidik ini ibaratnya SIM, sebuah lisensi seorang Guru dianggap layak mengajar,” tandas Nadiem dilansir dari Kemendikbud.

Jadi bagi guru-guru yang ingin mengikuti seleksi CASN 2024 persiapkan persyaratannya sesuai ketentuan yang berlaku. (gus)

Baca juga

Tinggalkan Komentar

14 Komentar

Anonymous 04/04/2024 - 8:27 pm

Atas nama Oktopianus pekei S, Th nomor 085215785658 oktopianuspekei111@gmail.com dari SMA YPPGI wahgete kabupaten Deiyai propinsi Papua tengah.

Reply
Anonymous 04/04/2024 - 8:21 pm

Atas nama Oktopianus pekei S, Th kami dari kampus sekolah tinggi teologi Walter post Jayapura Papua jurusan teologi kependetaan saya tidak ada dalam Dikti karena saya wisuda tahun 2013 sebelum akreditasi Nasional dipusat,maka nama saya tidak ada dalam BAN-PT dipusat namun mohon perhatikan atas nama Oktopianus pekei S, Th

Reply
Anonymous 04/04/2024 - 4:45 pm

Trus apa gunanya AKta IV kami kuliah 4 tahun. Gagal daftar kalau harus serdik dulu

Reply
Anonymous 04/04/2024 - 8:30 pm

Atas nama Oktopianus pekei S, Th nomor 085215785658 oktopianuspekei111@gmail.com dari SMA YPPGI wahgete kabupaten Deiyai propinsi Papua tengah.

Reply
Anonymous 02/04/2024 - 9:49 am

Keberhasilan pendidikan sy kira bukan karena harus memiliki sertifikat pendidik, tetapi kemampuan seorang yg mempunyai semangat memotivasi siswanya dan semangat belajar mengajar di kelas.
Keburukan hasil pendidikan di Indonesia ini dikarenakan aturan memberikan penilaian pada siswa harus ada nilai minimal, misal katakan nilai minimalnya 75 ini yg menjadi siswa malas belajar toh nantinya nilai raport 75.
Kalau jaman nilai tidak diwajibkan atau tidak dipaksakan harus sekian, maka siswa jaman dulu siswa selalu belajar.
Menurut saya Peraturan pemasaksaan nilai ini yg harus dirubah supaya guru punya Marwah seperti dulu.
Menurut saya sementara saat cukup ijazah S1

Reply
Anonymous 01/04/2024 - 2:19 pm

Berlaku kah dg guru tk swasta pak Mentri..yg sama2 mencerdaskan anak bangsa… Yg sampai sekarang blm ada formasi ASN..maupun impasing

Reply
Anonymous 01/04/2024 - 11:15 am

Menteri kalau bukan jalur pendidikan ya ndak tahu apa ijazah kok di samakan dengan SIM cari satu hari dapat kalau ijazah carinya itu 12th baru dapat banyak peraturan ndak ada yang berdiri.

Reply
Anonymous 01/04/2024 - 9:55 am

Cara menjaring pundi2 uang

Reply
Anonymous 01/04/2024 - 8:00 am

Trust fungsi kuliah akta 4 itu sudah tidak lg ada krn, kemajuan. Zaman.. Sekarang.. Trust adanya PP yg baru.. Yg kita semua kadang g ada ngerti apa yg harus kita lakukan. Sebagai seorang pendidik yg sudah lama juga mengsbdi. Di. Sekolah yg ada dan terjadi kekosongan. Yang terpenting kita semua sehats selalu… Panjang umur dan. Bisa beraktifitas dengan. Baik. Untuk memajukan pendidikan di bangsa ini. Sangat bapak ibu semuanya.,..

Reply
Anonymous 31/03/2024 - 11:56 pm

Kalo semua harus serdik jumlah jam tidak mencukupi maka sertifikasi batal cair… Ini momok menakutkan bagi calon penerima sertifikasi sa’at ini…

Reply
Anonymous 31/03/2024 - 4:12 pm

Menteri gak ngerti fungsi Akta-IV

Reply
Anonymous 31/03/2024 - 9:14 am

Maaf sarat ijazah S1 pendidikan tanpa didampingi PPG tidak laku mendaftar PPPK dan CPNS siapa yang akan mengajar Guru PNS setiap tahun pensiun banyak
Masih banyak guru honorer yang takbterdata
di dapodik. Apa lagi di pelosok tanah air boro boro sekolah sampai S1 aturan tinggal aturan tunggu kemunduran negeri ini. Sekarang saja guru sd rata rata p3k yang belum ppg banyak sekali kenapa dipersulit. sekian tahun pendidikan guru tidak laku bukan salah bunda mengandung maaf

Reply
Anonymous 01/04/2024 - 2:28 pm

nadiem teh ulah sok sembarangan bkn aturan dia aja ga pernah ke sekolah sekolah sy jg S1 pendidikan sangat menyesalkan ucapan nadiem, daerah sy di nanggung ada lulusan smk atau sma yg jadi guru sd itu nadiem tau ga sebabnya

Reply
Anonymous 04/04/2024 - 4:48 pm

Ya kalau dapat serdiknya segampang STR kesehatan gak kuliah lagi ya gpp. Ini harus kuliah lagi 2 tahun. Trus gunanya AKTA IV itu apa.

Reply