Haidar, Bocah Asli Depok. Bercita-cita Ciptakan Lingkungan yang Religi dan Lahirkan Generasi Qurani

by Redaksi
0 Komentar 89 Pembaca

Haidar Maula Mujaddid, S.H

Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – Haidar  Maula Mujaddid, S.H bocah asli Depok, alumni UIN Syarif Hidayatullah tahun 2022 yang juga Ketua Yaysan dan Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Falah Kedaung, Sawangan Depok, bercita-cita ingin menciptakan lingkungan yang religius dan melahirkan anak-anak generasi pencinta Al’Quran.

Di balik cita-citanya yang luhur tersebut, terdapat peran seorang istri  Labuda Jahidah Rahimi yang selalu setia menemainya dalam belajar dan memproses mewujudkan impian dan harapannya.

Putra pasangan dari (Alm) Bahrudin dan Nurdiana bukanlah nama asing di kawasan Gang Jambu Kedaung, pria berusia 26 tahun yang punya hobi berbagi dan diskusi, dikenal sosok yang cerdas dan aktif mengikuti berbagai kegiatan yang ada dilingkungan dan selalu bersikap kritis mengenai perkembangan pendidikan.

Haidar mengatakan pentingnya pendidikan berbasis agama karena pendidikan merupakan wadah utama dalam pembentukan diri dan masyarakat, sebab mencangkup berbagai dimensi kehidupan.

“Sebagaimana wahyu pertama yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW yakni surat Al Alaq ayat 1-5 yang awal ayatnya berbunyi iqra yang bermakna bacalah!,” katanya.

Menurutnya Ayat ini menegaskan bahwa pendidikan merupakan akar utama bagi manusia dalam menapaki kehidupan. Naasnya melihat realita. Hari ini masyarakat Indonesia menempati posisi terakhir, kedua dengan tingkat literasi terendah.

“Perlunya meningkatkan kesadaran diri bagi masyarakat. Jika hal itu tidak dibangun, akan terjadi krisis identitas terutama kita sebagai seorang muslim,” ujarnya.

Ustad Haidar juga menjelaskan di surat Al Syams ayat 7-10 dan Al Balad ayat 10-11 bahwa Allah sang pencipta memberikan dua jalan kepada manusia untuk mereka pilih.

“Tentunya semua itu harus ada ilmunya, adapun pembentukan identitas memang tidak mudah namun sangat penting,” katanya.

“Pembentukan identitas diri secara kolektif dapat menjadi identitas sosial yang membentuk dinamika masyarakat, sehingga bisa menjadi sebuah karakter atau identitas negara dan seorang muslim yang kuat,” tandasnya. (amer)

Baca juga

Tinggalkan Komentar