Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tingkat Kecamatan Sawangan resmi dipertandingkan di SDN Sawangan 01, Rabu (13/5/2026). Kegiatan diikuti 106 siswa dari 24 Sekolah Dasar Negeri dan swasta di Kecamatan Sawangan.
Pembukaan FTBI berlangsung meriah dengan dihadiri pengawas sekolah, kepala sekolah, guru pendamping.
Pengawas SD Kecamatan Sawangan, Widya Permatasari bersyukur karena jumlah peserta FTBI tahun ini menjadi yang terbanyak dibanding pelaksanaan sebelumnya.
“Alhamdulillah, untuk kegiatan FTBI kali ini jumlah peserta paling banyak dibanding lomba FTBI sebelumnya, yakni mencapai 106 siswa,” ungkap Widya usai membuka kegiatan di SDN Sawangan 01.
Menurutnya, tingginya partisipasi peserta menunjukkan meningkatnya minat siswa terhadap pelestarian bahasa dan budaya Sunda di lingkungan sekolah dasar.
Widya berharap dari ajang tersebut nantinya lahir perwakilan terbaik Kecamatan Sawangan yang mampu berprestasi hingga tingkat Kota Depok.
“Semoga peserta dari Kecamatan Sawangan dapat meraih prestasi di tingkat Kota Depok sehingga bisa mengharumkan nama Kecamatan Sawangan,” harapnya.
Ia menjelaskan peserta yang akan mewakili Kecamatan Sawangan ke tingkat kota merupakan juara 1 dan 2 dari setiap cabang lomba yang dipertandingkan.
Selain itu, Widya juga berpesan kepada para siswa agar terus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya dan sastra Sunda di tengah perkembangan zaman dan pengaruh teknologi yang semakin pesat.
“Anak-anak harus tetap mencintai budaya dan sastra Sunda karena tantangan ke depan semakin besar dan perkembangan zaman sangat mempengaruhi generasi muda,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia FTBI Kecamatan Sawangan, Andi Wijaya mengungkapkan terdapat tujuh mata lomba dalam FTBI tahun ini, yaitu ngadongeng, biantara (pidato), maca sajak, nulis aksara Sunda, nembang pupuh, ngarang carita pondok, dan ngabodor.
“FTBI tingkat Kecamatan Sawangan tahun ini mendapat apresiasi dari K3S, PGRI, dan Pengawas SD karena jumlah pesertanya sangat banyak, mencapai 106 siswa dari SD negeri maupun swasta,” pungkas Andi. (Dib)




