Swara Pendidikan (Mampang, Depok) – Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Depok, Etty Maryati Salim meminta Pokja PAUD Kelurahan Mampang, Kecamatan Pancoran Mas (Panmas) mengkampanyekan kebijakan pemerintah pusat soal transisi PAUD ke SD kepada masyarakat.
Harapan itu disampaikan pada kegiatan pelatihan/workshop peningkatan kapasitas Pokja PAUD Kelurahan Mampang di kantor sementara kelurahan Mampang di Jl Kali Licin, Senin (30/10/23).
“Bukan hal yang wajib seorang anak harus bisa membaca atau menulis sebagai syarat masuk ke sekolah dasar,” tandas Etty.
“Apabila seorang anak sudah berumur 7 tahun wajib bagi sekolah untuk menerima calon siswa. Bila seorang anak pulang sekolah dan nyampe di rumah sudah bisa membuka sepatu, mengganti pakain sendiri itu berarti anaknya sudah cerdas,” tandas istri Wakil Walikota Depok, Imam Budi Hartono.
Etty Maryati Salim yang akrab disapa Ummi berharap, para kader Pokja PAUD Kelurahan Mampang mengkampanye kebijakan pemerintah pusat tentang Transisi PAUD ke Sekolah dasar (SD) karena hingga kini masih banyak masyarakat terutama kaum ibu yang belum mengerti dan paham dengan kebijakan pemerintah pusat soal Transisi PAUD ke SD.
“Ada orangtua bingung untuk menyekolahkan anaknya yang sudah berusia tujuh tahun karena belum bisa baca dan tulis, nah kebingungan orangtua ini harus mendapat pendampingan agar mereka mengerti soal transisi PAUD ke SD,” ujar Ummi Etty.
Dia juga meminta Pokja PAUD Kelurahan Mampang membangun kolaborasi semua unsur terkait seperti Dinas Pendidikan Kota Depok dan jajarannya, RT/RW, LPM dan pengusaha yang ada di wilayah Mampang.
“Hal ini agar keberadaan, tugas dan fungsi Pokja PAUD diketahui para pemangku kepentingan di wilayahnya,” tuturnya.
Kegiatan pelatihan/workshop peningkatan kapasitas Pokja PAUD Kelurahan Mampang dihadiri pula Kepala Bidang (Kabid) Pembunaan PAUD Dinas Pendidikan Kota Depok, Suhyana.
Lurah Mampang, Darmawansyah menjelaskan, maksud dan tujuan kegiatan ini– disamping PAUD itu program Pemerintah Kota Depok, pembinaan PAUD itu sangat penting karena anak-anak PAUD itu cikal bakal generasi emas.
“Untuk itu kita harus menjaga, kawal dan melakukan pembinaan karena anak-anak ini nanti akan menjadi pemimpin negara,” kata Darmawansyah.
Kegiatan pelatihan/ workshop peningkatan kapasitas Pokja PAUD, menurut Darmawansyah, untuk memberikan pendampingan dan pemahaman.
“Jadi tujuannya memberikan pendampingan dan pemahaman kepada guru-guru PAUD atau anak-anak PAUD agar menjadi anak-anak yang tangguh dan sehat,” ujarnya.
Sementara itu Kepala Seksi Kemasyarakatan (Kasi Kemas) Kelurahan Mampang, Selamat Riyadi mengatakan, kegiatan pelatihan/workshop ini diikuti sebanyak 35 peserta umumnya pengelola dan guru PAUD. (jaya)