Beranda » PENA GURU » Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education Terhadap Hasil Belajar Siswa

Efektivitas Pendekatan Realistic Mathematic Education Terhadap Hasil Belajar Siswa

by Redaksi
1 comment 305 Pembaca

 

Oleh : Ida Rusyeni * 

 

Pendahuluan

Pendekatan Realistik Matematik atau lebih dikenal dengan RME (Realistic Mathematic Education) adalah pendekatan pengajaran yang bertitik tolak pada hal-hal yang real bagi siswa. Pendekatan pengajaran mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar.

Hasil belajar yang dicapai individu (siswa) merupakan aktualisasi dari potensi yang dimilikinya. Prestasi belajar matematika adalah pengetahuan atau keterampilan yang telah dikembangkan oleh mata pelajaran matematika, yang lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes, sebagai bagian dari perubahan kecakapan yang dicapai melalui proses (kegiatan) pembelajaran yang dilaksananakan dan direncanakan sebelumnya. efektifitas adalah suatu kesanggupan untuk mewujudkan suatu tujuan dimana membawa hasil guna sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Memasuki era revolusi industry 4.0 ditandai dengan perkembangan teknologi dalam kepemimpinan pada lembaga kepemimpinan, menuntut seorang  Guru yang mumpuni, yang tidak hanya bersandar pada semboyan Ki Hajar dewantoro “Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri handayani”. Tetapi lebih dari itu Guru harus bisa mengikuti Perkembangan jaman berinovasi dan terus mengembangkan metode dalam pembelajarannya.       

Proses pendidikan merupakan sistem yang kompleks karena terdiri dari beberapa komponen atau sub sistem yang saling berinteraksi, mulai dari perumusan tujuan, metode belajar, hingga evaluasi. Sistem tersebut mencoba meleburkan masukan (input) ke dalam suatu proses belajar hingga menghasilkan  keluaran (output) yang mempunyai pengetahuan dan keterampilan yang bermanfaat dalam kehidupan masyarakat. Serta diharapkan memiliki Integrasi Kecakapan abad 21 yaitu; Literasi, Pendidikan Penguatan Karakter, 4C ( Critis, Creatif,Colaboratif) dan Keterampilan berpikir tingkat Tinggi (HOTS)

Salah satu indikator mutu pembelajaran dalam dunia pendidikan adalah prestasi belajar siswa, sehingga peningkatan mutu pembelajaran dapat dilihat dari peningkatan mutu pembelajaran dapat dilihat dari peningkatan prestasi belajar siswa. Untuk melihat prestasi belajar yang dicapai oleh siswa dalam belajar, tentunya tidak cukup hanya dengan melihat hasil akhir yang dicapai oleh siswa tetapi perlu juga melihat aspek keterampilan siswa.

Sebagaimana diketahui bahwa matematika merupakan salah satu pelajaran yang diberikan di jenjang pendidikan Dasar. Pendidikan dasar matematika ditujukan pada pengembangan pola pikir praktis, logis, kritis, dan berorientasi pada penerapan matematika dalam menyelesaikan masalah.

Siswa diharapkan dapat menguasai konsep dasar matematika secara benar sehingga dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam mempelajari matematika di tingkat selanjutnya. Tetapi realitasnya yang ada ternyata, matematika merupakan salah satu ilmu pengetahuan yang menakutkan bagi sebagian siswa sehingga pelajaran matematika kurang disenangi. Kesulitan belajar matematika tidak hanya disebabkan oleh materinya yang sulit, tetapi juga cara penyampaiannya yang kurang tepat.

Cara guru menciptakan suasana di kelas sangat berpengaruh pada reaksi yang ditampilkan siswa dalam kegiatan pembelajaran. Apabila guru berhasil menciptakan suasana yang membuat siswa tertarik dan aktif dalam belajar, kemungkinan hasil belajar siswa sesuai dengan yang diharapkan.

Hal tersebut sesuai dengan pernyataan Hudoyo (Hudoyo,1998:56) bahwa ”strategi belajar mengajar menentukan hasil belajar”. Hal ini terjadi karena guru lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sebagai pemberi informasi atau pengetahuan bagi siswa. Dengan kata lain, pembelajaran masih berpusat pada guru, akibatnya hasil belajar yang dicapai  pun belum optimal. Guru hanya mengejar target kurikulum untuk setiap semester tanpa melihat aspek keterampilan siswa.

Hal ini ditemukan pada Rapot mutu yang masih rendahnya kompetensi kelulusan Siswa pada pengetahuan khususnya Matematika. Salah satu pendekatan pengajaran yang dipakai adalah yang  membuat siswa terlihat aktif dan senang dalam pembelajaran adalah pendekatan Realistik Matematik atau lebih dikenal dengan RME (Realistic Mathematic Education).

Pengertian Realistic Mathematic Education (RME)

RME adalah pendekatan pengajaran yang bertitik tolak pada dari hal-hal yang real bagi siswa. Pendekatan pengajaran mengajak siswa untuk aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Karena mengarahkan siswa pada proses penemuan matematika formal dan pada proses diberi kesempatan untuk memberikan argumentasinya masing-masing. Melalui pendekatan RME ini guru sekaligus menanamkan pada siswa bahwa matematika adalah nyata bagi mereka dengan menghubungkan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka termotivasi untuk lebih giat belajar matematika.

Pendekatan Realistic Mathematic Education  (RME) adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang mengacu kepada pendapat Freudenthal yang menyatakan bahwa matematika merupakan aktifitas manusia dan mempunyai keterkaitan dengan lingkungan sehari-hari.

Dalam berpikir matematika, siswa akan menjumpai ide-ide atau konsep-konsep yang tersusun secara hierarkis dan saling berhubungan. Namun demikian, konsep-konsep matematika tersebut bukanlah tidak ada dalam kehidupan sehari-hari. Dalam arti konsep-konsep matematika yang abstrak tersebut dapat kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Hal ini sesuai dengan pendekatan Realistic Matematic Education (RME) yang menanamkan pada siswa bahwa matematika adalah nyata bagi mereka dengan menghubungkan matematika dalam kehidupan sehari-hari sehingga mereka termotivasi untuk lebih giat belajar matematika.

Dengan adanya adanya pendekatan RME, siswa bekerja dengan berdiskusi sehingga membuat siswa lebih bersemangat dan antusias, proses belajar lebih aktif dan kreatif, terjadi interaksi antara siswa dengan siswa lainnya maupun antara siswa dengan guru sehingga terjadi kondisi belajar yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Dengan demikian apabia pendekatan pembelajaran RME ini dilaksanakan dengan benar dan sungguh-sungguh diduga akan dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa.

Pembelajaran matematika akan bermakna apabila matematika dipelajari melalui proses siswa menemukan sendiri jawaban atas permasalahan yang diberikan. Proses menemukan ini dilakukan dengan memberikan siswa masalah yang sering dijumpainya dalam situasi sehari-hari. Pada pembelajaran dengan pendekatan RME siswa diajak berpikir secara mandiri dengan memberikan kontekstual sehingga siswa dapat membangun pemahaman.

Pada sisi yang lain, efektifitas mengajar guru terutama menyangkut pada jenis-jenis kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik, sedangkan efektifitas belajar siswa terutama menyangkut tujuan-tujuan pelajaran yang diinginkan telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar yang ditempuh. Efektifitas pembelajaran matematika akan terjadi apabila guru melakukan pendekatan pembelajaran yang bervariasi yang dapat membangkitkan minat dan motivasi belajar siswa.

 

Langkah- Langkah pembelajaran Realistic mathematic Education

Berikut adalah langkah-langkah pembelajaran Realistic mathematic menurut Alhadad (2001), seperti  dikutip artikel Zulkardi, RME www.pmri.or.id yaitu:

1) Memahami masalah kontektual

Guru menyajikan masalah kontekstual dan meminta siswa menelaah masalah tersebut agar dapat memahaminya. Pada kegiatan ini guru memberikan penjelasan seperlunya pada bagian-bagian tertentu yang belum dipahami siswa.

2) Menyelesaikan masalah kontekstual

Siswa secara individu menyelesaikan masalah kontekstual yang disajikan menurut mereka sendiri. Guru memotivasi siswa menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri.

3) Membandingkan dan mendiskusikan jawaban

Guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertukar pikiran dan mendiskusikan jawabannya dalam kelompok kecil dan dilanjutkan dengan diskusi kelas.

4) Menyimpulkan

Siswa diminta menyimpulkan jawaban dari masalah kontekstual yang disajikan. Guru memberikan arahan, sehingga didapat suatu kesimpulan yang berupa konsep.

Berdasarkan uraian di atas, jelaslah bahwa pendekatan matematika yang berorintasi pada pendekatan RME harus dekat dengan kehidupan sehari-hari anak dan sesuai dengan pengalaman anak. Berkaitan dengan matematika sebagai kegiatan manusia, maka anak harus diberi kesempatan untuk menemukan kembali ide dan konsep matematika sebagai akibat dari pengalaman anak dalam berinteraksi dengan dunia nyata. Sehingga siswa tidak hanya bisa mengerjakan soal matematika melalui rumus-rumus yang diberikan , tetapi paham dari mana rumus itu didapatkan dan aplikasinya terhadap kehidupan sehari-hari.

Dan jangan lupa, pengelolaan Kelas yang baik, yang menyenangkan agar siswa tidak jenuh dan mengembalikan konsentrasi siswa dengan Selingan Ice Breaking, Yel-yel dan Reward

Penggunaan Media Pembelajaran dan alat peraga berupa Video pembelajaran, laptop, infocus, penggaris, kertas warna-warni, bangun Ruang, bangun Datar, dan lain-lain

Efektivitas

Kata efektif berasal dari bahasa Inggris yaitu effective yang berarti berhasil atau sesuatu yang dilakukan berhasil dengan baik. Kamus ilmiah populer mendefinisikan efetivitas sebagai ketepatan penggunaan, hasil guna atau menunjang tujuan. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2022:284), efektif adalah sesuatu yang ada efeknya (akibatnya, pengaruhnya, kesannya) sejak dimulai berlakunya suatu Undang-Undang atau peraturan.

Dalam dunia pendidikan, menurut Susilo (1990:63) efektivitas dapat dilihat dalam 2 (dua) sisi, yaitu sisi efektivitas mengajar guru dan sisi efektifitas belajar siswa. Efektivitas mengajar guruterutama menyangkut pada jenis-jenis kegiatan belajar mengajar yang direncanakan dapat dilaksanakan dengan baik. Efektifitas belajar siswa terutama menyangkut tuuan-tujuan pelajaran yang diinginkan telah dicapai melalui kegiatan belajar mengajar yang ditempuh.

Berdasarkan uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa efektifitas adalah suatu kesanggupan untuk mewujudkan suatu tujuan dimana membawa hasil guna sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Kesimpulan

Pengajaran matematika dengan pendekatan RME lebih efektif daripada pengajaran tanpa pendekatan RME. Kelompok siswa yang diajarkan dengan pendekatan RME lebih aktif, kreatif dan termotivasi dalam proses belajar mengajar dikarenakan oleh hal –hal yang berkaitan erat dalam perhitungan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga siswa merasa teori Aritmatika Sosial bukan hitungan yang ada di buku tetapi real dan benar nyata seperti yang orang-orang alami di sekitar kita. **

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Buku :

Arikunto,S, 2003, Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan, edisi revisi, Bumi Aksara, Yogyakarta

Herman Hudojo. 1998. Mengajar Belajar Matematika. Penerbit Jakarta : Depdiknas

Kamus Besar Bahasa Indonesia. 2002. Jakarta. Balai Pustaka.

Sudjana, 1992. Metode Statistika. Penerbit Bandung: Tarsito

Soedjadi.1999.KIAT Pendidikan Matematika di Indonesia Konstalasi Keadaan Masa Kini Menuju Harapan Masa Depan. Penerbit Jakarta : Depdikbud

Sudjana Nana. 2001. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Penerbit Bandung : Rosdakarya

Undang-undang RI no.20, tahun 2003, Tentang Sistem Pendidikan Nasional      Tahun 2003. Penerbit Jakarta : CV Mini Jaya Abadi

Undang-undang  Nomor 14 TAHUN 2005 Tentang Guru dan Dosen

Inter Net :

Www.pmri.or.id. Zulkardi 2003. RME suatu inovasi dalam pendekatan matematika di Indonesia.

 

 

*Penulis adalah Kepala Sekolah SDN Duren Seribu 03, Depok dan saat ini tengah menempuh pendidikan S2 MIPA di UNINDRA (Universitas Indraprasta, Jakarta)

Tinggalkan Pesan

1 comment

Anonymous 11/04/2022 - 1:10 pm

Luar Biasa..!
Mohon jangan lupq bahwa ujung ujungnyq anak hqrus bahagia..jadi penekanan harus MENYENANGKAN

Reply

Artikel Terkait