
Swara Pendidikan (Depok) – Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah atau yang lebih dikenal dengan singkatan MPLS, tahun pelajaran 2024-2025 yang dilaksanakan serentak di 34 SMP Negeri se Kota Depok, menjadi kegiatan yang spesial, pasalnya Dinas Pendidikan Kota Depok menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok untuk mengedukasi siswa didik baru bagaimana bermedsos secara bijak dan cerdas dengan menjadi guru sehari.
Seperti dua wartawan yang juga pengurus PWI Depok, Luci Andreeni, Wakil Koordinator Bidang Kesejahteraan (Medikom.com), dan Agus Sutarman Wakil Sekretaris (Swara Pendidikan) yang menjadi guru sehari di SMPN 5 Depok hari pertama pelaksanaan MPLS, Senin (15/7/24). Dengan tema “SMP Juara Cerdas Bermedsos”.
Dalam paparannya, Wakil Sekretaris PWI mengingatkan siswa didik baru yang mulai beranjak dewasa agar bijak dalam menggunakan media sosial. Apakah itu Facebook, IG, Twitter, Youtube, dan lain-lain untuk hal-hal yang bermanfaat dan positif bagi dirinya maupun masyarakat.
“Bagi adik-adik yang sekarang duduk dibangku SMP, harus mulai memahami bagaimana memanfaatkan media sosial (medsos) yang baik. Karena di zaman media sosial saat ini, hanya dengan ketikan jari bisa berdampak positif atau negatif. Makanya ada istilah “Jarimu Harimaumu”. Karena itu, bagi adik-adik yang aktif di media sosial, hati-hati memilih kata ketika berkomentar atau membuat status atau membuat konten,” pesannya.
Sementara itu, Luci Andreeni menambahkan, bagi kalian yang punya gadget/gawai sebaiknya manfaatkan untuk fokus belajar di bangku SMP dari pada habis waktu untuk bermain medsos.
Sementara Kepala SMPN 5 diwakili Ketua Panitia MPLS, Yunar, menyambut baik kehadiran wartawan PWI. Menurutnya edukasi ini menjadi bekal siswa kedepannya lebih memahami dalam memanfaatkan media sosial sehari-hari dalam pergaulannya dengan dunia yang tanpa batas melalui gadget/gawainya.
“Saya berharap para siswa yang menerima edukasi pada hari ini semakin lebih mengerti dan semakin bijak dalam membaca atau berliterasi sehingga nantinya tidak terjadi saling bully antar pelajar di media sosial,” pungkas Yunar. (gus)




