Swara Pendidikan (Beji, Depok) — Dua siswi SD Negeri Beji 4, Kota Depok, kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang seni dan budaya. Mereka adalah Mikayla Zhafira dan Davina Quinnova Alya, siswi kelas 5A, yang berhasil mengharumkan nama sekolah, Kecamatan Beji, hingga tingkat nasional.
Mikayla Zhafira meraih Juara Entong dan Neng Kota Depok 2025 Wakil II pada ajang pemilihan yang digelar pada 11 Januari 2026. Prestasi tersebut diraih setelah Mikayla mengikuti proses seleksi dan pembekalan selama kurang lebih tiga bulan.
“Perasaan aku senang bisa membawa nama baik sekolah dan Kecamatan Beji,” ujar Mikayla saat ditemui di SDN Beji 4, Selasa (20/1/2026).
Ia menjelaskan, pembekalan dilaksanakan setiap hari Minggu pukul 09.00–12.00 WIB dengan materi antara lain pengenalan genre anak Kota Depok, internet sehat dan aman, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta berbagai materi pengembangan karakter lainnya.
Awalnya, Mikayla mengaku mengikuti lomba tersebut sekadar mencoba. Informasi ajang pemilihan Entong dan Neng Kota Depok ia peroleh melalui grup kelas sekolah dan diikuti atas kemauan sendiri. “Yang aku ketahui, lomba Entong dan Neng itu seperti Abang None,” tuturnya.
Selain prestasi tersebut, Mikayla juga tercatat telah meraih 13 kali juara lomba tari, baik kategori tunggal maupun regu, di tingkat provinsi dan nasional. Ke depan, ia bercita-cita mengikuti ajang Miss Cilik dan mengembangkan bakat menari yang dimilikinya.
Sementara itu, rekannya Davina Quinnova Alya juga mencatatkan prestasi gemilang. Pada bulan Januari 2026, Davina berhasil meraih Juara I Tari se-Jawa Barat dalam Lomba Tari Daerah Nusantara kategori penari tunggal yang diselenggarakan oleh Yayasan Putri Nawang Sari Indonesia (ASETI) DPD Jakarta–Bogor di JungleLand, dalam ajang tingkat nasional.
Davina mengaku mulai menekuni dunia tari sejak usia delapan tahun atau kelas dua sekolah dasar. “Aku menari karena seru saja gerak-geraknya. Alhamdulillah selama latihan dan lomba belum pernah mengalami cedera,” ujarnya.
Ia rutin berlatih satu kali dalam sepekan di Sanggar Sriaji Budaya dan mengikuti ekskul tari disekolah setiap hari Selasa oleh kak Dea. Davina lebih sering membawakan tarian tradisional. Hingga kini, Davina telah mengoleksi 13 kali juara tari, baik tunggal maupun regu, di tingkat provinsi dan nasional. Ia memiliki cita-cita beragam, mulai dari menjadi dokter, pengusaha muda, pelukis, penari, hingga kreator konten digital.
Tak hanya berprestasi di bidang nonakademik, kedua siswi tersebut juga menunjukkan capaian yang baik di bidang akademik. Mereka menyampaikan terima kasih kepada orang tua serta para guru yang telah mendampingi dan membimbing sejak awal. Keduanya menyebut Shindy Nurjannah dan Sendy Ahmad sebagai guru yang berperan besar dalam proses belajar mereka.
“Aku suka Bu Shindy karena bisa gambar, menyanyi, dan seru. Kalau Pak Sendy walaupun guru kelas, beliau sering melatih aku badminton. Awalnya tidak bisa, sekarang jadi bisa,” ujar mereka.
Menanggapi capaian tersebut, Shindy Nurjannah, S.Pd., salah satu guru kelas SDN Beji 4, mengaku bangga atas prestasi para siswanya. Menurutnya, keberhasilan Mikayla dan Davina merupakan hasil kerja keras siswa, dukungan orang tua, serta kolaborasi seluruh guru di sekolah.
“Saya sering menyampaikan kepada anak-anak agar tidak mudah menyerah. Jika akademik terasa sulit, masih banyak jalur nonakademik yang bisa menjadi ruang berprestasi,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para orang tua yang terus mendukung minat dan bakat anak-anak. “Mengikuti lomba tentu membutuhkan pengorbanan waktu dan biaya. Dukungan orang tua dan rekan-rekan guru menjadi faktor penting dalam keberhasilan siswa,” pungkasnya. (Amr)




