Swara Pendidikan (Jakarta) – Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sepakat menjalin kerja sama strategis untuk mendorong kampanye Green Democracy sebagai respons terhadap krisis iklim global yang semakin mengkhawatirkan.
Kesepakatan tersebut tercapai dalam audiensi antara Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin, didampingi Wakil Ketua DPD RI Yorrys Raweyai, dengan Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, beserta jajaran pengurus, di Gedung DPR/MPR RI, Jumat (21/11).
Dalam pertemuan itu, Sultan Najamudin menjelaskan bahwa Green Democracy merupakan paradigma pembangunan baru yang menempatkan keseimbangan antara kebutuhan manusia, kelestarian lingkungan hidup, serta keberlanjutan masa depan sebagai prioritas utama.
“Konsep ini memastikan setiap kebijakan tidak hanya memperhatikan kesejahteraan rakyat, tetapi juga menjaga keberlanjutan sumber daya alam untuk generasi mendatang,” tegas Sultan.
Mantan Wakil Gubernur Bengkulu tersebut menilai bahwa isu perubahan iklim sangat relevan dengan arah kebijakan pembangunan Presiden Prabowo Subianto, sekaligus dekat dengan kepedulian generasi muda saat ini.
“Jika PWI fokus pada isu ini, akan banyak generasi muda yang tertarik berkontribusi,” tambahnya.
Sebagai bentuk komitmen, Sultan menyatakan kesiapannya mendukung penuh rangkaian kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten. Dukungan tersebut meliputi kesediaannya menjadi pembicara dalam dialog nasional bertema Green Democracy, serta mendorong pelaksanaan lomba jurnalistik dengan fokus isu pemanasan global, kontribusi DPD di daerah, dan konsep ekologi hijau.
“Tolong Pak Kabiro Humas ini ditindaklanjuti,” ujar Sultan memberikan arahan.
Menanggapi hal tersebut, Akhmad Munir—atau yang akrab disapa Cak Munir—mengapresiasi inisiatif DPD RI dan menegaskan komitmen PWI untuk mengangkat isu Green Democracy menjadi kampanye nasional pada HPN 2026.
“Green Democracy adalah isu strategis yang relevan dengan masa depan bangsa. Kami berkomitmen menjadikannya salah satu isu utama saat HPN 2026 di Serang, Banten,” ujar Munir, yang juga Direktur Utama LKBN Antara.
Cak Munir menambahkan bahwa PWI telah memiliki rekam jejak panjang terkait kampanye lingkungan. Salah satunya pada HPN 2020 di Kalimantan Selatan, PWI mewajibkan setiap daerah membawa tiga jenis tanaman khas daerah. Pada HPN berikutnya di Jakarta, PWI turut menanam mangrove dan menyumbangkan 10.000 pohon kepada pengelola Ancol.
Dalam audiensi tersebut, Cak Munir hadir bersama Sekjen Zulmansyah Sekedang, Ketua Dewan Kehormatan Atal S Depari, Ketua Bidang Kemitraan dan Kerjasama KS Ariawan, Ketua Bidang Multi Media dan IT Hilman Hidayat, Wasekjen Iskandar Zulkarnain, serta sejumlah pengurus lainnya seperti Ade Candra, Akhmad Sefuddin, Musrifah, dan Akhmad Dani.
Pertemuan berlangsung hangat dan produktif, menegaskan komitmen kedua lembaga untuk mendorong pembangunan berorientasi keberlanjutan, sekaligus mengoordinasikan langkah strategis menuju HPN 2026. (gus JP)




