Swara Pendidikan (Tapos, Depok) — Di tengah padatnya tugas sebagai Kepala SDN Sukamaju 3 Tapos, Tamtono, atau akrab disapa Kak Ton, tetap teguh menjalankan pengabdian sebagai Ketua Kwartir Ranting (Ka Kwarran) Tapos. Sejak dilantik pada 22 Juni 2024 untuk periode 2024–2027, ia aktif memimpin, membina, dan menggerakkan berbagai kegiatan kepramukaan di Kecamatan Tapos.
Bagi Kak Ton, keterlibatan dalam Gerakan Pramuka bukanlah beban tambahan. Justru sebaliknya, ia memaknainya sebagai panggilan hati.
“Menjadi Ka Kwarran itu harus dilandasi rasa sukarela dan pengabdian. Banyak suka dukanya, tapi semuanya jadi ringan karena dijalani dengan hati,” kata Kak Ton kepada Swara Pendidikan usai membuka kegiatan Perkemahan Senin–Selasa (Persesa) di SDN Cimpaeun 3, Senin (8/12/25).
Belum genap setahun memimpin, Kak Ton sudah merasakan tantangan terbesarnya: menjaga kekompakan dan menumbuhkan rasa kekeluargaan di seluruh pangkalan Pramuka, mulai dari SD hingga SMA.
“Misi yang saya canangkan meliputi peningkatan kualitas kegiatan, pengembangan karakter dan keterampilan peserta didik, serta memperkuat kerja sama antar pangkalan dan Mabigus,” jelasnya.
Dibawah kepemimpinannya, Kwarran Tapos terus bergerak melalui berbagai program pembinaan, baik untuk pembina maupun peserta didik yang dirancang agar lebih relevan, menarik, dan berdampak.
Program yang telah berjalan selama beberapa bulan terakhir di antaranya: Gelang Ajar Pembina, sebagai ruang peningkatan kompetensi Pembina. Penyegaran Kursus Mahir Dasar (KMD) yang dilaksanakan pada Oktober lalu.
Tak berhenti di situ, Kak Ton juga akan menyiapkan pelatihan khusus saat liburan sekolah, salah satunya pengenalan navigasi kompas sebagai keterampilan dasar mitigasi bencana.
“Ini penting. Selain sebagai pengetahuan dasar Pramuka, navigasi kompas juga merupakan keterampilan yang berkaitan dengan kesiapsiagaan bencana,” imbuhnya.
Gerakan Pramuka, menurut Kak Ton, tidak hanya mendidik soal disiplin dan keterampilan lapangan. Ada nilai yang lebih dalam dari itu: peduli pada sesama.
Ketika bencana melanda wilayah Sumatera, Kwarran Tapos langsung bergerak. Mereka mengoordinasikan penggalangan dana di berbagai sekolah, kemudian menyalurkannya melalui Kwarcab Kota Depok.
“Itu bentuk kepedulian. Kami ingin adik-adik belajar tentang kemanusiaan dan solidaritas, karena itu juga inti dari karakter seorang Pramuka,” tegasnya.
Pramuka Garuda: Jalan Menuju Prestasi dan Masa Depan
Sebagai jenjang tertinggi dalam pencapaian Gerakan Pramuka, Pramuka Garuda menjadi salah satu fokus pembinaan Kwarran Tapos. Kak Ton menekankan bahwa setiap peserta didik memiliki kesempatan sama untuk mencapainya.
“Pencapaian Pramuka Garuda akan menjadi nilai tambah dalam seleksi masuk sekolah menengah, terutama SMP Negeri, baik jalur prestasi maupun portofolio,” jelasnya.
Ia mendorong para pembina untuk lebih aktif memfasilitasi peserta didik memenuhi persyaratan administrasi, mengisi SKU, dan mengembangkan karakter serta keterampilan sesuai standar Garuda.
Harapan: Semua Sekolah Aktif, Semua Anak Berdaya
Dengan dukungan sekitar 40 personel pengurus Kwarran yang bekerja di berbagai urusan, Kak Ton optimistis Gerakan Pramuka di Kecamatan Tapos akan terus tumbuh menjadi wadah pembentukan generasi muda yang kuat dan berkarakter.
“Kami ingin semua sekolah aktif. Selama ada kerja sama dan dukungan, kegiatan Pramuka di Tapos pasti semakin maju dan bermanfaat untuk pembentukan karakter generasi muda,” tuturnya penuh semangat.
Editor : Nurjaya Saputra




