Swara Pendidikan (Depok) — Dinamika sebaran siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kecamatan Cipayung, Kota Depok, mengalami perubahan signifikan dalam enam tahun terakhir. Kajian Tim Litbang Swara Pendidikan terhadap data 2021–2026 menunjukkan tren meningkatnya jumlah siswa di SMP negeri, sementara jumlah siswa di SMP swasta cenderung mengalami penurunan. Pergeseran ini dipengaruhi oleh bertambahnya sekolah negeri, perubahan kebijakan penerimaan siswa, dan perubahan preferensi masyarakat.
Perbandingan jumlah siswa SMP Negeri dan Swasta di kec. Cipayung

Dominasi SMP Swasta Mulai Bergeser Sejak 2022
Pada 2021, sebelum beroperasinya SMP Negeri 29, Cipayung hanya memiliki satu SMP negeri, yakni SMP Negeri 9. Sebaran siswa saat itu masih didominasi oleh SMP swasta dengan 5.162 siswa, sementara SMP negeri hanya menampung 1.128 siswa dari total 6.290 siswa jenjang SMP.
Perubahan mulai terjadi pada 2022 setelah SMP Negeri 29 resmi dibuka. Jumlah SMP negeri bertambah menjadi dua unit, dan dampaknya langsung terlihat: jumlah siswa SMP negeri meningkat menjadi 1.269 siswa, sementara SMP swasta turun menjadi 5.095 siswa.
Tren ini berlanjut hingga 2025. Kuantitas siswa SMP negeri meningkat pesat mencapai 2.265 siswa, sementara SMP swasta menurun menjadi 4.688 siswa. Data tersebut menjadi indikator kuat bahwa pilihan masyarakat mulai bergeser ke sekolah negeri.
Grafik pertumbuhan siswa SMP Negeri dan Swasta di kec.Cipayung

SPMB 2025 Sedikit Mengubah Pola Sebaran Siswa
Penerapan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Kota Depok pada 2025 turut memengaruhi pola sebaran siswa, meski efeknya tidak terlalu besar. Pada 2026, jumlah siswa SMP swasta naik sedikit menjadi 4.715 siswa, sementara SMP negeri juga bertambah menjadi 2.289 siswa. Secara total, jumlah siswa SMP di Cipayung meningkat dari 6.290 siswa (2021) menjadi 7.004 siswa (2026).
Sekolah Swasta Baru Bermunculan, Beberapa Justru Tumbuh Stabil
Meski grafik umum menunjukkan penurunan, sektor pendidikan swasta di Cipayung tidak sepenuhnya stagnan. Beberapa sekolah baru berdiri dan mampu menjaring siswa:
- 2021: SMPIT Maulana Abbasyiah (Kelurahan Bojong Pondok Terong) — 44 siswa
- 2024: SMPIT Restu Ibu (Pondok Jaya) — 8 siswa
- 2024: SMPIT Ummul Aminah (Bojong Pondok Terong) — 37 siswa
Sejumlah SMP swasta juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, seperti:
- SMP Al Kindi — dari 203 menjadi 249 siswa
- SMP Islam Al-Istiqomah (dekat SMPN 9 dan SMPN 29) — dari 601 menjadi 700 siswa
- SMP Islam Cipta Insan Cipayung — dari 83 menjadi 115 siswa
- SMPI Al-Falah Ratu Jaya — dari 61 menjadi 77 siswa
- SMPIT Putera Cendikia — dari 125 menjadi 182 siswa
MTs Masih Jadi Pilihan Kuat Masyarakat Cipayung
Selain SMP, madrasah tsanawiyah (MTs) tetap menjadi alternatif pendidikan yang diminati. Data BPS Kota Depok mencatat pada 2023 terdapat 2.532 siswa MTs di Cipayung. Sementara data terbaru Portal Kemendikdasmen menunjukkan jumlah siswa MTs saat ini tercatat 2.222 siswa, dari enam MTs:
- MTSS Wahid Hasyim (158 siswa)
- MTs Avia Scientific (10 siswa)
- MTSS Al Hidayah C.A. (419 siswa)
- MTs Ribathul Mujtaba (88 siswa)
- MTSS Arrahmaniyah (662 siswa)
- MTSS Qotrun Nada (885 siswa)
Perbandingan jumlah rombel dan Ruang Kelas SMP

Pertumbuhan Rombel Lambat, Ruang Kelas Melonjak
Dari sisi sarana pendidikan, pertumbuhan rombongan belajar (rombel) di wilayah Cipayung terbilang lambat, hanya bertambah dari 204 rombel (2021) menjadi 221 rombel saat ini. Namun jumlah ruang kelas justru bertambah signifikan dari 206 menjadi 248 ruang kelas, atau naik 42 ruang kelas.
Dengan rombel berjumlah 221 dan ruang kelas sebanyak 248, terdapat sekitar 27 ruang kelas yang tidak terisi. Kondisi ini menunjukkan adanya kelebihan kapasitas ruang kelas, terutama imbas meningkatnya daya tampung SMP negeri.
Kajian Penting untuk Perencanaan Pendidikan Depok
Hasil kajian Litbang Swara Pendidikan ini menunjukkan bahwa dinamika pendidikan SMP di Kecamatan Cipayung perlu menjadi perhatian serius, baik bagi masyarakat yang ingin membuka SMP swasta baru maupun bagi Pemerintah Kota Depok dalam merencanakan pembangunan unit sekolah negeri.
Tim Litbang Swara Pendidikan
Sumber Dapodik – diolah




