Beranda » Jabodetabek » Jakarta » Buntut Abaikan Hak Buruh dan Krimininalisasi Pekerja, FSPMI dan KSPI Serukan Boikot Indomaret Besok

Buntut Abaikan Hak Buruh dan Krimininalisasi Pekerja, FSPMI dan KSPI Serukan Boikot Indomaret Besok

by Redaksi
0 comment 182 Pembaca

Aksi buruh Boikot Indomaret (foto ilustrasi)

Swara Pendidikan.co.id (JAKARTA) – Buntut abaikan hak buruh dan kriminalisasi pekerja oleh PT Indomarco Prismatama. Federasi Serikat Pekerja Indonesia (FSPMI) dan Konfederasi  Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menyerukan untuk memboikot Indomaret di seluruh Indonesia.

“Aksi ini akan dimulai Kamis 27 Mei di depan kantor PT. Indomarco Prismatama di Jakarta Utara,” ungkap Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Rabu (26/05/21).

Setelah itu kita akan kampanyekan untuk memboikot Indomaret di seluruh Indonesia sebagai bentuk dukungan dan solidaritas terhadap Anwar Bessy yang ditahan akibat melakukan tindak pidana atas kerusakan dinding gypsum perusahaan saat menuntut THR yang tidak sesuai dengan isi peraturan perusahaan.

“Seharusnya perusahaan tunduk pada undang-undang ketenagakerjaan, ini justru buruh yang menuntut haknya malah dikriminalisasi,” tandas Said Iqbal.

Karena itu Said Iqbal meminta kepada para pihak, khususnya pimpinan pusat Indomaret Group untuk mencabut perkara Anwar Bessy dan membebaskannya dari tindakan kriminalisasi, serta membayar hak THR buruh Indomaret Group di seluruh Indonesia sesuai dengan peraturan perusahaan.

Presiden KSPI menegaskan aksi kampanye boikot Indomaret besok ada enam tuntutan yang akan disampaikan.

Pertama, melakukan aksi berkesinambungan di depan kantor-kantor Indomaret di seluruh Indonesia.

Kedua, melakukan aksi buruh dengan membentangkan spanduk dan poster di ratusan toko Indomaret dengan tulisan boikot produk Indomaret dan tidak berbelanja di toko-toko Indomaret, karena perusahaan diduga mengkriminalisasi buruhnya serta tidak membayarkan hak-hak buruh sesuai peraturan perusahaan yang berlaku.

Ketiga, organisasi akan mengeluarkan instruksi agar anggota KSPI dan FSPMI tidak berbelanja di toko Indomaret di seluruh Indonesia, jika Anwar Bessy tidak dibebaskan dan hak-hak buruh tidak diberikan.

Keempat, melakukan kampanye internasional di sidang ILO pada bulan Juni 2021 dengan tema, Indomaret sebagai perusahaan ritel terbesar di Indonesia mengabaikan hak-hak buruh dan mengkriminalisasi buruhnya.

Kelima, melakukan aksi di kantor-kantor instansi pemerintah untuk menyuarakan agar Anwar Bessy dibebaskan.

Keenam, akan melakukan aksi terus-menerus di kantor Bursa Efek di Jakarta. Karena Indomaret Group adalah perusahaan terbuka (Tbk) sehingga berkewajiban, salah satunya memenuhi hak-hak buruh, termasuk membuat PKB.

Selain keenam hal di atas, kata Said Iqbal, KSPI dan FSPMI juga akan melakukan langkah-langkah lain yang akan diputuskan kemudian.

“Jika kampanye seruan boikot diikuti oleh 2,2 juta anggota KSPI, dikalikan rata-rata setiap buruh belanja Rp500 ribu, maka potensi kehilangan nilai transaksi di Indomaret akan “loss” mencapai Rp 1 trilyun,” pungkasnya. (Taufik Hidayat)

Tinggalkan Pesan

Artikel Terkait