Belajar Berwirausaha Sablon Kaos, Collaborative Learning PKK SMK Assalamah

by Redaksi
0 comment 333 Pembaca

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan kelas XII yang ditandai dengan disampaikanya Surat Keterangan Lulus untuk seluruh siswa dan siswi kelas XII SMK Assalamah. Sedikit saya ingin menilik kebelakang, beberapa bulan yang luar biasa padat saya rasakan. Salah satu dari rangkaian kepadatan itu adalah kegiatan ujian praktek mata pelajaran produktif tak terkecualiĀ  mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan atau PKK.

Seperti kita ketahui kondisi pandemi, mengharuskan pembelajaran yang semula konvensional, sekarang bisa memungkinkan bagi para pendidik untuk melaksanakan pembelajaran secara kolaboratif. Konsep pembelajaran kolaboratif ini sudah diterapkan di SMK Assalamah, yaitu pada ujian praktek mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK).

Produk Kreatif dan Kewirausahaan (PKK) sendiri adalah salah satu mata pelajaran produktif di Sekolah Menengah Kejuruan. Pada tahun pembelajaran 2021-2022 ini Ujian Praktek mata pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan melibatkan seluruh siswa-siswa di semua kompetensi keahlian yang ada di SMK Asalamah. Meliputi Bisnis Daring dan Pemasaran, Multi Media, dan Otomotisasi dan Tata Kelola Perkantoran.

Berbekal Trend Fashion

Pemilihan tema sablon kaos oleh siswa-siswi ini dengan berbekal referensi trend fashion yang sedang digemari sebagian masyarakat, khususnya kaum remaja.

Tidak dipungkiri jika kelak merintis usaha dibidang fashion merupakan salah satu pilihan usaha yang sangat besar jumlah peminatnya. Mengingat semua orang tentunya membutuhkan pakaian untuk acara resmi maupun dalam aktifitas keseharian.

Untuk desainya sendiri semua dikelola oleh siswa kompetensi keahlian Multi Media, karena mereka sudah punya bekal ilmu tentang desain grafis yang telah diajarkan sejak kelas X dan XI. Sehingga dikelas XII ini mereka sudah mempunyai skill yang mumpuni di bidangnya.

Butuh Waktu Satu Minggu

Memang begitu terasa peran mereka selama ke giatan ini, ya mereka adalah anak multimedia beserta guru pembimbing dari multimedialah yang banyak membantu keseluruhan proses mulai dari editing sampai pengoperasian mesin pres. Proses sablon kaos ini sendiri membutuhkan waktu sekira kurang lebih satu minggu.

Mulai dari pembentukan kelompok sampai pemilihan gambar desain. Semua dilakukan oleh siswa secara mandiri dengan kelompoknya masing-masing. Tidak hanya itu saja untuk pembagian tugas mereka juga saling bekerjasama satu sama lain. Hal inilah yang mampu menumbuhkan jiwa solidaritas sebagai satu tim.

Penyelenggaraan pendidikan yang ada di lapangan, khususnya ujian praktek seperti ini diharapkan tidak hanya menitik beratkan pada peningkatan kecerdasan intelektual belaka, namun lebih mengedapankan aspek pembentukan karakter siswa.

Seperti penumbuhan jiwa berwirausaha, kesabaran, ketekunan, serta mampu menuangkan ide-ide kreatif inovatif dan kecakapan diri secara sosial dalam interaksi antar sesama teman dalam kelompok ataupun antar anggota kelompok lainnya.

Setelah desain terpilih, kegiatan selajutnya yaitu print out desain dengan menggunakan kertas transfer paper light yang sudah disediakan oleh pihak sekolah. Karena proses print gambar memakan waktu cukup lama yaitu sekitar 20 menit untuk satu gambar, maka siswa harus rela antri dengan bersabar menunggu urutan sesuai kedatangan di lab Multi Media. Setelah itu baru gambar ditempelkan ke kaos menggunakan mesin press, lalu yang terakhir dilapisi dengan plastisol supaya gambar awet menempel pada kain dan sedikit menimbulkan efek kilap pada kaos.

Selanjutnya kaos baru dijemur untuk menunggu kering. Tahap berikutnya kaos siap untuk pengambilan sesi foto produk guna di pasarkan melalui media digital (Digital Marketing) seperti optimalisasi penggunaan akun media sosial.

Di Pasarkan melalui Media Sosial

Dalam kegiatan ini siswa XII Otomotisasi dan Tata Kelola Perkantoran (OTKP) yang mana bertugas untuk membuat konten produk, lalu mereka upload disalah satu akun media sosial untuk dipasarkan. Kebetulan materi ini memang sudah sesuai dengan kompetensi dasar 4.12 yaitu membuat media promosi untuk pemasaran online serta kompetensi dasar 4.13 yaitu melakukan pemasaran online. Untuk rangkaian kegiatan ini bisa dilihat dan kunjungi juga di akun instagram https://tinyurl.com/pkkAssalamah

Memang disadari sekali untuk praktek kolaborasi yang melibatkan semua kompetensi keahlian ini awalnya tidak mudah untuk dijalankan, namun sei ring waktu, alhamdulilah ke giatan berhasil diselesaikan tepat waktu.

Saya rasa kegiatan ini mampu menciptakan suasana belajar sekaligus praktek yang menyenangkan bagi siswa. Sehingga terciptanya lingkungan belajar yang nyaman. Siswa dapat me latih diri untuk berani dalam mengambil keputusan, berani berkreasi juga berempati dalam berinteraksi dengan orang lain dan sesama.

Sebagai penutup melalui kegiatan praktek ini, saya pribadi sebagai guru mata pelajaran PKK kelas XII OTKP berharap kedepan kegiatan sablon kaos ini mampu berkembang menjadi sebuah program unggulan di SMK Assalamah.

Syukur terlebih bisa membuka galeri kaos yang mampu memenuhi kebutuhan perkembangan fashion kalangan remaja disekitar sekolah pada umumnya dan keluarga yayasan Assalamah khususnya. Semoga.


Penulis : Tri Lestari, S.Pd. Guru produktif di SMK Assalamah yang juga menekuni usaha handmade macrame.

Tinggalkan Pesan

Baca juga