Swara Pendidikan (Jepara) — Guna mendukung stabilitas politik dan pembangunan daerah yang berkelanjutan sejalan dengan program Bupati Jepara Makmur, Unggul, Lestari, dan Religius (MULUS), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jepara bersama Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jepara menggelar diskusi politik bersama tokoh masyarakat.
Kegiatan tersebut berlangsung di Numan Cafe, Desa Kuwasen, Jepara, Sabtu (24/1/2026), dihadiri sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai latar belakang.
Kepala Bakesbangpol Jepara, Drs. Ony Sulistijawan, M.Si, didampingi Wakil Ketua DPRD Jepara H. Pratikno dan H. Junarso, menyampaikan bahwa tokoh masyarakat memiliki peran strategis sebagai pilar utama dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.
Menurut Ony, keberadaan tokoh masyarakat sangat penting terutama saat terjadi konflik sosial. Dengan dukungan warga setempat, tokoh masyarakat dapat berperan sebagai mediator dalam meredam dan menyelesaikan konflik.

Namun demikian, Ony juga mengingatkan adanya tantangan berupa ikatan primordial, yakni keterikatan kuat seseorang terhadap kelompok asal seperti suku, ras, agama, atau daerah yang terbentuk secara turun-temurun melalui nilai, norma, dan adat istiadat.
“Ikatan primordial ini memberikan rasa identitas, aman, dan kebersamaan. Namun jika berlebihan, bisa memicu konflik antar kelompok, seperti prasangka dan diskriminasi. Sebaliknya, jika dikelola dengan baik, justru dapat memperkuat patriotisme dan nasionalisme,” ujar Ony.
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Jepara H. Pratikno dari Fraksi NasDem menegaskan bahwa tokoh masyarakat berkewajiban berpartisipasi aktif dalam mengawal dan menyukseskan program pemerintah, khususnya di lingkungan masing-masing.
“Tokoh masyarakat sebagai agen sosial dan ekonomi diharapkan mampu menjadi person in charge (PIC), mengelola sumber daya, memantau kemajuan, serta menghadirkan inovasi di lingkungannya,” ucap Pratikno.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua DPRD Jepara H. Junarso dari Fraksi PDI Perjuangan. Ia menambahkan bahwa kemampuan tokoh masyarakat dalam membentuk opini publik sangat dibutuhkan untuk menumbuhkan pola pikir positif di tengah masyarakat.
“Tokoh masyarakat harus mampu menarasikan pesan-pesan positif, baik secara langsung maupun melalui media sosial. Mereka juga diharapkan menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah, serta berperan sebagai relawan demokrasi demi kesejahteraan masyarakat, diminta ataupun tidak,” pungkas Junarso.***




