Swara Pendidikan (Bojongsari, Depok)- Sekolah Al Ma’mun Education Center (AMEC) 3 bersiap meluncurkan Executive Classroom, konsep kelas premium dengan pendekatan individual yang diperuntukkan bagi jenjang SD, SMP, dan SMA. Sekolah baru yang berlokasi di kawasan Bojongsari ini rencananya akan resmi dilaunching pada akhir Januari 2026.
Ketua Yayasan AMEC, Ma’mun Ridwan menjelaskan bahwa AMEC 3 merupakan pengembangan dari inovasi pendidikan yang telah diterapkan di AMEC 1 dan AMEC 2. Menurutnya, pendidikan nasional selama ini masih didominasi pola klasikal dengan fokus pada capaian kompetensi, sehingga diperlukan pendekatan baru yang lebih sesuai kebutuhan generasi saat ini.
“Di AMEC 3, pendekatannya lebih individual. Setiap anak punya bakat dan minat yang berbeda. Karena itu, satu guru tidak bisa menangani terlalu banyak murid. Kami desain satu kelas dengan rasio 1 guru : 15 siswa dalam ruang berukuran 4 x 15 meter. Dengan begitu, guru bisa fokus mengoptimalkan potensi siswa, melihat kelebihan dan kekurangannya secara lebih mendalam,” tutur Ma’mun saat ditemui pada Jumat (9/1/2026).
Dia menambahkan, seluruh ruang kelas dirancang mengikuti karakter generasi Z, yakni ruang belajar yang nyaman, bersih, ber-AC, tenang, dan minim kebisingan. Fasilitas tersebut diharapkan mendukung proses belajar aktif dan membuat siswa lebih betah berada di sekolah.
Ma’mun mengungkapkan program unggulan AMEC 3 mencakup pengembangan bakat dan minat, pembentukan karakter, serta pembelajaran Tahfidz Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Sekolah juga merekrut tenaga pendidik profesional, termasuk lulusan pesantren modern seperti Pondok Modern Gontor, untuk memperkuat kompetensi keagamaan dan pembelajaran bahasa.
“Kami mengadopsi konsep sekolah alam. Anak-anak akan banyak mengikuti kegiatan aktif (active learning) agar tidak hanya duduk dan pasif. Fisik dan mental mereka akan ditempa supaya tidak mudah mager,” ungkapnya.
Tumbuhkan Jiwa Wirausaha Sejak Dini
Selain fokus pada akademik dan karakter, AMEC 3 juga mengembangkan program entrepreneurship yang dirancang berjenjang dari SD hingga SMA. Tujuannya membentuk peserta didik menjadi calon pengusaha muda yang tangguh, memiliki keberanian bersaing di tingkat lokal maupun global.
“Anak-anak akan dibekali soft skill dan hard skill, mulai dari kemampuan memasak, kerja tim, etika sosial, hingga keberanian berinteraksi dengan berbagai karakter, suku, dan latar belakang. Anak-anak sekarang cenderung individualis, sehingga kami ingin mereka lebih terbuka dan mudah bergaul,” ujarnya.
Ma’mun berharap kehadiran AMEC 3 dapat menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan masa depan. Dengan kolaborasi antara sekolah dan orang tua, ia optimistis peserta didik mampu beradaptasi dengan tantangan era modern dan bersaing secara global.
“Generasi Z punya ambisi dan tantangan yang besar, serta akses informasi yang luas. Karena itu, mereka perlu pembelajaran yang aplikatif. Di sinilah AMEC 3 hadir,” tutupnya. (Dib)




