Swara Pendidikan | Bojongsari, Depok – Kegiatan pesantren kilat (Sanlat) Ramadan 1447 Hijriyah di SDN Pondok Petir 01, Bojongsari, Kota Depok, resmi dibuka oleh Kepala SDN Pondok Petir 01, Pasni, pada Selasa (10/3/2026).
Pasni mengatakan kegiatan sanlat menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah siswa selama bulan Ramadan, sekaligus menanamkan kebiasaan baik yang dapat terus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui kegiatan sanlat ini diharapkan para siswa dapat memanfaatkan Ramadan untuk meningkatkan ibadah. Setelah Ramadan berakhir, kebiasaan baik seperti tadarus Al-Qur’an dan salat dhuha bisa terus dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Pasni saat membuka kegiatan sanlat.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan iman dan takwa siswa, sehingga mereka tumbuh menjadi anak-anak yang saleh dan salehah.
Sementara itu, Ketua Panitia Ramadan, Sodik, menjelaskan kegiatan sanlat di SDN Pondok Petir 01 dilaksanakan sesuai kurikulum sekolah tahun 2026 yang menekankan pembiasaan karakter melalui kegiatan keagamaan dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Kegiatan sanlat tahun ini mengusung tema “Berkah Iman, Berkah Ilmu, dan Berkah Amal”.
“Intinya kami ingin menanamkan kepada anak-anak agar dapat mengubah kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik. Yang tadinya kurang rajin beribadah menjadi rajin, dan yang akhlaknya kurang baik menjadi lebih baik,” ujar Sodik yang juga guru Pendidikan Agama Islam (PAI) di SDN Pondok Petir 01.
Ia menambahkan, kegiatan sanlat dilaksanakan selama tiga hari, mulai 10 hingga 13 Maret 2026. Selain sebagai sarana pembinaan karakter, kegiatan ini juga menjadi momentum menumbuhkan kepedulian terhadap sesama serta memahami makna puasa Ramadan.
Menurut Sodik, pembinaan moral dan adab siswa saat ini sangat penting, karena masih diperlukan bimbingan yang maksimal dalam membentuk karakter anak.
“Saat ini moralitas anak-anak masih membutuhkan bimbingan yang sangat maksimal, terutama dalam hal adab, seperti cara berbicara, kebiasaan, maupun sikap terhadap teman,” ungkapnya.
Untuk itu, sekolah juga menerapkan pembiasaan salat dhuha dan tadarus Al-Qur’an setiap hari sebagai bagian dari pembentukan karakter siswa.
Dalam pelaksanaan sanlat Ramadan, peserta dibagi berdasarkan jenjang kelas. Kelas 1 mengikuti kegiatan pada Selasa, kelas 2 dan 3 pada Rabu, serta kelas 4 dan 5 pada Kamis.
Sementara itu, siswa kelas 6 tidak mengikuti kegiatan sanlat karena pada waktu yang bersamaan sedang melaksanakan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sehingga fokus pada kegiatan tersebut. (Dib)






