• BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Friday, May 1, 2026
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
No Result
View All Result
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

Ketua FKK SMKS Kota Depok: Program PAPS Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Sekolah Swasta Rasakan Dampaknya

Program Ini Lebih Banyak Dimanfaatkan oleh Siswa dari Keluarga Mampu

by SWARA PENDIDIKAN
30 July 2025
in BERITA UTAMA, Klik Pendidikan, Suara Guru
0
Ketua FKK SMKS Kota Depok: Program PAPS Dinilai Tidak Tepat Sasaran, Sekolah Swasta Rasakan Dampaknya

H. Uwoh Pramijaya S.Pd.I, Ketua FKKSMKS kota Depok dan Kepala SMK Madya Depok

 

 

Swara Pendidikan (Tapos, Depok) – Kebijakan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, terkait Program Pencegahan Anak Putus Sekolah (PAPS) kembali mendapat sorotan. Kali ini, kritik disampaikan Ketua Forum Komunikasi Kepala SMK Swasta (FKK SMKS) Kota Depok, H. Uwoh Pramijaya, S.Pd.I.

“Kami sedikit keberatan terhadap kebijakan jalur PAPS dari sisi validitas. Justru yang masuk kategori PAPS itu banyak dari kalangan orang mampu,” ujar H. Uwoh saat ditemui jurnalis Swara Pendidikan di ruang kerjanya, Selasa (29/7/2025).

BACA JUGA

Tradisi Unik, Guru Purna Tugas di SMPN 5 Jepara Diantar Hingga ke Rumah

Om Zein: Pendidikan Bukan Sekadar Akademik, Tapi Adab dan Karakter Pancawaluya

Disdik Depok Imbau Sekolah Gelar Upacara Hardiknas 2026 pada 4 Mei

SDN 303 Pinrang Sapu Bersih Juara, Harumkan Nama Daerah di Prisma Competition 2026

Menurutnya, banyak siswa yang awalnya telah mendaftar dan melunasi biaya pendidikan di sekolah swasta, namun kemudian mencabut berkas untuk berpindah ke sekolah negeri melalui jalur PAPS.

“Kebijakannya memang bagus untuk menekan angka putus sekolah. Tapi kenyataannya, program ini lebih banyak dimanfaatkan oleh siswa dari keluarga mampu. Ini yang harus dievaluasi,” tegasnya.

Uwoh juga menyoroti lemahnya mekanisme verifikasi data dalam pelaksanaan program. Ia menyarankan agar visitasi ke rumah (home visit) benar-benar dilakukan secara akurat dan bukan sekadar formalitas.

“Kalau tidak ketat, program ini bisa dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu,” ujarnya.

Meski mendukung tujuan mulia dari PAPS, ia menegaskan bahwa implementasi program harus didukung oleh sistem pendataan yang valid, transparansi proses, dan evaluasi kapasitas daya tampung sekolah.

“Jangan hanya sekadar kebijakan. Harus ada data akurat dan solusi solutif, terutama bagi sekolah swasta yang jumlah siswanya terus menurun. Di Depok, lebih dari 50 persen sekolah swasta mengalami penurunan jumlah siswa,” ungkapnya.

Dalam rapat koordinasi FKK SMKS Jawa Barat, lanjut Uwoh, pihaknya telah menyampaikan komitmen untuk terus memantau jalur PAPS.

“Kalau ditemukan penyimpangan, maka harus ada tindakan korektif,” tambahnya.

Ia juga mengungkapkan indikasi penyalahgunaan program oleh siswa yang sebenarnya mampu secara ekonomi. “Banyak siswa di tempat saya yang sudah lunas membayar, tapi setelah tahu ada PAPS, mereka cabut berkas. Ini menunjukkan bahwa mereka mampu,” katanya.

Meskipun belum semua sekolah menyampaikan data, dari 123 SMK swasta yang diminta, baru 50 persen yang memberikan laporan dampak kebijakan ini.

“Namun data itu cukup mewakili dan menunjukkan adanya pengaruh signifikan dari PAPS terhadap sekolah swasta,” jelasnya.

Lebih jauh, Uwoh menegaskan pentingnya pengakuan terhadap kontribusi sekolah swasta.

“Sebelum ada sekolah negeri, sekolah swasta sudah lebih dulu hadir dan ikut mencerdaskan anak bangsa. Tapi kini, sekolah swasta seolah termarjinalkan,” ujarnya.

Terkait arah kebijakan ke depan, FKK SMKS Depok mengikuti arahan dari FKK SMKS Jawa Barat. “Jika FKKSMA memilih diserahkan ke UPTN, kami di SMKS tidak. Kami menyatakan harus ada solusi terbaik bagi sekolah swasta,” ucapnya.

Ia juga menyoroti ketimpangan dalam bantuan pemerintah.

“Bantuan BPMU untuk sekolah swasta sangat kecil dibanding BOPD yang diterima sekolah negeri. Padahal, masyarakat harus tahu, bantuan itu tidak signifikan untuk operasional sekolah swasta,” tegasnya.

“Kalau pemerintah ingin sekolah swasta bisa gratis, ya samakan BOPD-nya dengan sekolah negeri. Bantu gaji guru, bangunan, dan sarana secara menyeluruh, jangan setengah-setengah,” pungkasnya.

Perlu diketahui bahwa Program PAPS (Pencegahan Anak Putus Sekolah) merupakan bagian dari Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Provinsi Jawa Barat tahun 2025. Program ini bertujuan untuk mencegah anak-anak putus sekolah akibat kendala ekonomi atau sosial, dan menjadi jalur afirmasi dalam proses penerimaan. PAPS difokuskan pada siswa yang berasal dari keluarga prasejahtera, panti asuhan, terdampak bencana, atau tidak terdaftar di dinas sosial. (Amr)

BeritaTerkait

Ubah Limbah Jadi Karya, SMPN 5 Jepara Borong Juara di Ajang Kreativitas Lingkungan
Jepara

Ubah Limbah Jadi Karya, SMPN 5 Jepara Borong Juara di Ajang Kreativitas Lingkungan

27 April 2026
0
0

Swara Pendidikan (Jepara) – Kreativitas siswa SMP Negeri 5 Jepara...

Read more
Nikah Gratis Tanpa Pesta, Bisa Bahagia? Ini Jawaban Om Zein

Nikah Gratis Tanpa Pesta, Bisa Bahagia? Ini Jawaban Om Zein

27 April 2026
0
Muhammad Yusuf: Pemkot Depok Rangkul Semua Kalangan Lewat Rangkaian HUT 2026

Muhammad Yusuf: Pemkot Depok Rangkul Semua Kalangan Lewat Rangkaian HUT 2026

26 April 2026
0
Nina Suzana: Sekolah Gratis Jadi Langkah Nyata Depok Majukan Dunia Pendidikan

Nina Suzana: Sekolah Gratis Jadi Langkah Nyata Depok Majukan Dunia Pendidikan

26 April 2026
0
Wahid Suryono: Di Usia 27 Tahun, Pendidikan Makin Berkualitas dan Kompetitif

Wahid Suryono: Di Usia 27 Tahun, Pendidikan Makin Berkualitas dan Kompetitif

26 April 2026
0
Viral Video Dugaan Prank Siswa ke Guru, Berujung Klarifikasi dan Permintaan Maaf

Viral Video Dugaan Prank Siswa ke Guru, Berujung Klarifikasi dan Permintaan Maaf

26 April 2026
0

Archives

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id