Swara Pendidikan (Cilodong, Depok)- Festival Tunas Bahasa Ibu 2026 Kecamatan Cilodong diikuti 92 peserta dari berbagai sekolah dasar. Kegiatan pelestarian bahasa dan budaya daerah tersebut dilaksanakan di SD Pemuda Bangsa, Selasa (26/5/2026).
Festival yang menjadi agenda tahunan pembinaan budaya Sunda itu mempertandingkan enam cabang lomba, yakni maca sajak, borangan, nembang pupuh, ngadongeng, biantara, serta maca dan nulis aksara Sunda.
Kegiatan tersebut menghadirkan 12 dewan juri yang terdiri atas enam juri dari Ikatan Budaya Sunda dan enam juri internal Kecamatan Cilodong. Setiap cabang lomba dinilai oleh dua orang juri.
Pengawas Pembina SD Kecamatan Cilodong, Sukamto berharap Festival Tunas Bahasa Ibu dapat melahirkan peserta terbaik yang mampu mengharumkan nama Kota Depok hingga tingkat Provinsi Jawa Barat.
“Semoga melalui kegiatan ini lahir para juara yang dapat membawa nama baik Kota Depok hingga tingkat provinsi. Kepada para dewan juri, saya berharap dapat menjalankan tugas secara profesional dan objektif,” harap Sukamto saat membuka perlombaan .
Dia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Depok terus mendorong pelestarian budaya Sunda di lingkungan pendidikan, salah satunya melalui penggunaan pakaian adat Sunda setiap hari Kamis di sekolah.
“Langkah ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta peserta didik terhadap budaya daerah, khususnya budaya Sunda Jawa Barat,” imbuhnya.
Sementara itu, Penanggung Jawab FTBI Kecamatan Cilodong, Etty Kasmiati mengatakan seluruh peserta yang mengikuti FTBI merupakan perwakilan terbaik dari sekolah masing-masing.
“Mereka adalah duta-duta terbaik yang dipercaya mewakili sekolah. Tahun ini juga terdapat perbedaan dibanding pelaksanaan sebelumnya karena dewan juri berasal dari kalangan profesional,” ungkapnya.
Etty turut mengapresiasi dukungan seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, hingga panitia yang telah menyukseskan berbagai kegiatan pendidikan di Kecamatan Cilodong, termasuk pelaksanaan FTBI 2026.
“Semoga dari kegiatan ini lahir generasi yang kuat, unggul, dan berkarakter, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik, khususnya dalam melestarikan bahasa dan budaya Sunda,” harapnya. (Amr)




