Beranda » Info Daerah » Cipar » 6 SMA dan SMK di KCD 13 Jadi Pilot Project Sekolah Digital flatform Next Generation Learning

6 SMA dan SMK di KCD 13 Jadi Pilot Project Sekolah Digital flatform Next Generation Learning

by Redaksi
0 comment 528 Pembaca

Kepala KCD Wilayah 13, Herry Pansila

Swara Pendidikan.co.id (CIAMIS) – Bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-92 tahun dan Hari Santri ke-5 tahun, Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 13 menyelenggarakan webinar sekaligus meluncurkan Program Jabar Juara Sekolah Digital flatform Next Generation Learning di aula SMAN 1 Ciamis, yang dilaksanakan secara virtual, Rabu (28/10/2020).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah 13, Herry Pansila dengan menghadirkan narasumber, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, Ditjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (Ditjen SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) Dr. Ismail Ahmad MT, Direktur SMK Kemendikbud, Dr. Ir. M. Bakhrun, MM, Kadisdik Prov. Jawa Barat, H. Dedi Supandi, S.STP, M.Si, serta Dirut PT. TelkomSigma, Sihmirmo Adi.

SMKS Galuh Rahayu Sindangkasih Ciamis

Kepala KCD Wilayah 13, Herry Pansila yang menjadi inisiator program sekolah digital menjelaskan, program ini merupakan upaya KCD 13 dalam mendukung terwujudnya serta menyelaraskan harapan Presiden RI (SDM unggul, Indonesia maju) dan harapan Gubernur Jawa Barat (Jabar juara lahir dan batin dengan inovasi dan kolaborasi).

“Baru enam sekolah yang menjadi pilot project program sekolah digital flatform Next Generation Learning Crayonpedia saat launching dan webinar kemarin di SMAN 1 Ciamis,” terang Kepala KCD 13, Herry Pansila kepada SP.

SMKN 2 Ciamis

“Enam sekolah tersebut masing-masing SMAN 1 Ciamis, SMAN 2 Ciamis, SMAN 1 Pamarican, SMKN 2 Ciamis, SMAN 1 Kawali, dan SMKS Galuh Rahayu Sindangkasih Ciamis,” sambungnya.

“Saat ini jumlah siswa yang sudah tergabung di flatform Next Generation Learning Crayonpedia, sebanyak 2660 siswa. Sebelumnya guru-guru yang ahli di bidang IT, juga diberikan training for traineer terlebih dulu,” tambahnya.

Herry menjelaskan, ide sekolah digital di wilayah 13 merupakan implementasi konsep merdeka belajar di masa pandemi.

SMKN 1 Ciamis

“Kita tidak tahu sampai kapan pandemi ini akan berakhir, sementara untuk belajar secara luring (tatap muka) untuk saat ini masih belum normal seperti sediakala.  Disisi lain, guru-guru saat memberikan materi secara daring juga menggunakan beragam aplikasi saat  interaksi dengan siswa, dan ini dirasakan  oleh siswa tidak mudah, sebab siswa harus meng-install beragam aplikasi yang belum tentu disupport oleh perangkatnya. Karenanya, untuk mengatasi kendala tersebut, harus ada aplikasi belajar yang sama oleh semua guru melalui sistem aplikasi yang terintegrasi dengan aplikasi belajar guru dan siswa,” paparnya.

Berangkat dari permasalahan ini, lanjutnya, KCD 13 mencoba melakukan inovasi dan kolaborasi, bersama dengan guru-guru terbaik pada setiap mata pelajaran serta MGMP (Musyawarah guru Mata Pelajaran) untuk membuat konten pembelajaran melalui video pembelajaran yang sudah disederhanakan.

SMAN 2 CIamis

“Nah dari video pembelajaran ini siswa  dapat  belajar kapanpun  dan dimanapun, yang dapat dijadikan sebagai salah satu konsep merdeka belajar. Siswa juga bisa mengulang-ulang belajar melalui video, dan ini akan meningkatkan  rasio pemahaman siswa terhadap materi ajar yang telah dibuat gurunya.  Bahkan siswapun  bisa belajar pada guru  yang berasal dari sekolah lain. Melalui video pembelajaran ini, sekaligus bisa meningkatkan ikatan  emosional antara guru dan siswanya,” paparnya.

SMAN 1 Ciamis

Flatform Next Generation Learning Crayonpedia Merupakan Karya Anak Bangsa

Lebih lanjut, Herry mengatakan, untuk aplikasi pihaknya menggunakan flatform Next Generation Learning Crayonpedia yang merupakan karya anak bangsa dikembangkan oleh Ikatan Alumni Program Habibie (IABIE) dan Asosiasi Advance Simulator dan Technology (ASITech) Indonesia.

SMAN 1 Kawali

Herry menjelaskan, kelebihan flatform Next Generation Learning Crayonpedia ini adalah mempermudah proses belajar mengajar karena peserta didik akan mudah mengakses untuk memperoleh semua bahan ajar dari dalam satu jaringan. Bukan hanya untuk siswa, gurupun memperoleh banyak manfaat dari program ini, karena menjadi semakin kreatif dan inovatif. Misalnya dalam hal pembuatan materi pembelajaran secara digital, guru bisa membuat e-book yang berupa kombinasi teks, gambar, dan video.

Melalui Sekolah Digital ini pula, komunitas guru saling bekerjasama membuat materi pembelajaran secara digital. Mengunggah bahan ajar tersebut ke dalam jaringan untuk digunakan bersama. Membuat tes ujian harian dan melaksanakannya secara bersama-sama lintas sekolah dalam jaringan online.

Manfaat lain, paparnya. Flatform Next Generation Learning Crayonpedia guna meningkatkan pemahaman para guru dan siswa mengenai pembelajaran jarak jauh secara daring dan luring. Sekaligus meningkatkan keterampilan dan profesionalisme guru dalam pembelajaran jarak jauh secara daring dan luring.

“Termasuk meningkatkan kompetensi siswa di dalam kelompok belajar secara daring dan luring,” paparnya.

Gubernur Jabar Beri Apresiasi

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, memberikan apresiasi peluncuran Program Jabar Juara Sekolah Digital flatform Next Generation Learning kepada Kepala KCD 13

Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, salah satu narasumber webinar dan launching Program Jabar Juara Sekolah Digital flatform Next Generation Learning memberikan apresiasi.

Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat, yang akrab disapa Kang Emil mengatakan, pilot program Sekolah Digital sebagai bagian dari upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jabar di bidang pendidikan sebagai salah satu solusi adaptif di masa pandemi global COVID-19 saat ini.

Kang Emil juga berpesan kepada para pelaku pendidikan, agar mereka terus bergerak dan beradaptasi melalui cara serta inovasi terbaru dengan memanfaatkan teknologi digital.

Kang Emil menambahkan, Jabar juga memiliki program pendidikan karakter Jabar Masagi yang bertujuan untuk membentengi siswa dengan nilai-nilai baik yang selaras dengan cita-cita Jabar Juara Lahir Batin.

Adapun empat nilai utama yang ada di program pendidikan Jabar Masagi adalah semua pelajar harus mempunyai fisik yang kuat, otak yang cerdas, hati yang berakhlak karimah, dan rajin beribadah.

Sehingga diharapkan para pelajar di Jabar memiliki Physical Quotient (PQ), Intelligence Quotient (IQ), Emotional Quotient (EQ), dan Spiritual Quotient (SA) untuk menunjang pembelajaran yang didapatkan.

“Mudah-mudahan dengan platform digital ini tidak hanya urusan kecerdasan, tapi juga materi-materi tentang kesehatan dan akhlak serta spiritualitas juga bisa menjadi konten yang ada di platform Next Generation Learning,” pungkasnya. (AIS)

Penyerahan SK salah satu SMA sebagai pilot project program sekolah digital flatform Next Generation Learning Crayonpedia

Tinggalkan Pesan

Artikel Terkait