Swara Pendidikan (Sawangan, Depok) – Sebanyak 365 siswa SMK Taman Ilmu mengikuti kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan (Sanlat) yang digelar selama empat hari, mulai Senin hingga Kamis (2–5 Maret 2026) di masjid sekolah.
Kegiatan ini diisi dengan berbagai materi keagamaan, kuis, serta permainan edukatif yang bertujuan menambah wawasan dan meningkatkan semangat belajar para siswa selama bulan suci Ramadan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize, zikir berjamaah, serta buka puasa bersama antara guru dan peserta didik.
Pelaksanaan Pesantren Ekologi Ramadan ini juga didukung oleh sejumlah sponsor yang selama ini turut berkontribusi dalam mendukung berbagai kegiatan pendidikan di SMK Taman Ilmu.

Kepala SMK Taman Ilmu, Mohamad Kurniawan mengatakan kegiatan Pesantren Ramadan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam membentuk karakter religius dan kepedulian sosial para siswa.
“Melalui kegiatan Pesantren Ekologi Ramadan ini kami ingin memberikan ruang bagi para siswa untuk memperdalam pemahaman keagamaan sekaligus menanamkan nilai-nilai kedisiplinan, kepedulian, dan kebersamaan. Kami berharap kegiatan ini dapat membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para sponsor yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut sehingga dapat berjalan dengan lancar.
Dalam kesempatan tersebut, KH. Ma’mun Murad menyampaikan tausiah mengenai makna dan keutamaan ibadah puasa di bulan Ramadan. Ia menjelaskan bahwa Allah SWT mewajibkan puasa tidak hanya kepada Nabi Muhammad SAW dan umatnya, tetapi juga kepada umat nabi-nabi sebelumnya.
Namun demikian, menurutnya, umat Nabi Muhammad memiliki keistimewaan tersendiri karena diberikan bulan Ramadan yang penuh keberkahan.
“Sayangnya, masih banyak di antara kita yang belum memanfaatkan bulan yang mulia ini dengan baik. Setelah salat Subuh, misalnya, seharusnya waktu dapat digunakan untuk membaca Al-Qur’an, namun justru diisi dengan tidur hingga sore dan bahkan meninggalkan shalat fardu,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa bulan Ramadan merupakan bulan penuh ampunan. Setiap makhluk, kata dia, seakan berseru untuk meraih keberuntungan di bulan ini melalui zikir, ibadah, serta taubat kepada Allah SWT.
Selain itu, puasa juga mengandung nilai pendidikan yang mengajarkan manusia untuk mengendalikan hawa nafsu. Hawa berkaitan dengan berbagai keinginan, sedangkan nafsu berhubungan dengan dorongan syahwat dan keinginan materi.
“Puasa mengajarkan kita untuk bersabar ketika sesuatu belum waktunya, sehingga tidak menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginan,” kata KH. Ma’mun.
Ia berharap melalui ibadah puasa, umat Islam dapat belajar untuk saling memaafkan, memperbanyak kebaikan, serta meningkatkan kualitas ibadah, sehingga memperoleh keberkahan dan kesuksesan baik di dunia maupun di akhirat. (Amr)




