ADVERTISEMENT
  • BERITA UTAMA
    • NASIONAL
    • Internasional
    • KABAR DAERAH
    • METROPOLITAN
  • KABAR SEKOLAH
    • SMA
    • SMK
    • MA
    • SMP
    • MTS
    • SD
    • MI/DINIYAH
    • PAUD/TK
  • KABAR KAMPUS
  • KABAR PESANTREN
  • MENULIS
    • Artikel Guru
    • Artikel Dosen/Mahasiswa
    • Opini
  • TIPS EDU
  • EDU INFO
    • Klik Pendidikan
    • Info Pendidikan
    • Info Guru
  • INSPIRASI PENDIDIKAN
    • Inspirasi
  • JEJAK PRESTASI
  • E-PAPER
  • LAINNYA
    • Profil Sekolah
      • SMK
      • SMA
      • MA
      • SMP
      • MTS
      • SD
      • TK/PAUD
      • MI/DINIYAH
    • Ruang Sastra
      • Cerpen
      • Puisi
    • ULASAN BUKU
      • BAHAN AJAR
      • BUKU UMUM
    • SAPA WILAYAH
      • Kecamatan Beji
      • Kecamatan Bojongsari
      • Kecamatan Cilodong
      • Kecamatan Cimanggis
      • Kecamatan Cinere
      • Kecamatan Cipayung
      • Kecamatan Limo
      • Kecamatan Pancoran Mas
      • Kecamatan Sawangan
      • Kecamatan Sukmajaya
      • Kecamatan Tapos
    • WAWASAN PUBLIK
      • Parlemen
      • Pemerintahan
      • Peristiwa
      • Politik
      • Sosial
      • Suara Publik
      • Ekonomi & Bisnis
      • Infotaintment
      • Opini
Swara Pendidikan
Friday, June 12, 2026
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Swara Pendidikan
No Result
View All Result

3 Peneliti BPNB Sumbar, Kaji Sejarah Perjuangan Rakyat Sumbar 1945-1949

by SWARA PENDIDIKAN
25 September 2020
in KABAR DAERAH, Sumbar
0
3 Peneliti BPNB Sumbar, Kaji Sejarah Perjuangan Rakyat Sumbar 1945-1949
Efrianto, SS, dan Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, bersama Camat Lubuk Alung. (Dok. Istimewa)

Swara Pendidikan.co.id (PADANG) – Sumatera  Barat memiliki banyak front perjuangan saat revolusi fisik (1945–1949). Pasca jatuhnya Yogyakarta ke tangan Belanda pada Agresi Militer ke dua, pusat pemerintahan Republik Indonesia (RI) dipindahkan ke Sumatera Barat, dengan lokasi yang selalu berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lainnya.

Saat menjadi pusat pemerintahan RI, Padang Pariaman menjadi jalur utama bagi tentara sekutu dan Belanda untuk menuju daerah pedalaman Sumatera Barat.

Faktor ini yang menyebabkan front pertempuran di Padang Pariaman lebih banyak terjadi di jalur perjalanan dari Padang ke Bukittinggi, sebab jalur Padang ke Solok melalui daerah Sitinjau Laut belum menjadi jalur utama pada saat itu.

Terkait sejarah tersebut, Efrianto, SS, Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, dan Yulisman, S.H, tiga peneliti sejarah dari Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat (BPNB Sumbar) di bawah naungan Direktorat Jenderal Kebudayaan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, melakukan penelitian.

BACA JUGA

Jaring Talenta Muda, FOPI Jepara Berikan Peralatan Petanque ke SDN 7 Tulakan

Jepara Siapkan Langkah Agresif Atasi Sampah, Satgas Penuntasan Mulai Bergerak

Pemkot Bandung Dukung Penuh Konprov PWI Jabar 2026

Lulusan SMPN 1 Pecangaan Tembus SMA Taruna Nusantara Magelang

Guna mengumpulkan data sejarahnya, pada tanggal 15 – 23 September 2020 mereka mengunjungi masyarakat di tiga daerah di Padang Pariaman; Batang Anai, Lubuk Alung, dan Sintuk Toboh Gadang.

Dra. Zusneli Zubir, M.Hum bersama Drs. H. Ali Mukhni, Bupati Padang Pariaman

“Temuan lapangan memperlihatkan bahwa di Kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung, dan Sintuk Toboh Gadang banyak memiliki peninggalan dan peristiwa sejarah yang berkaitan dengan zaman revolusi fisik. Hal ini dapat dilihat dari beberapa tugu yang ada dikawasan ini, seperti Tugu Renville di Lubuk Alung, dan Tugu Perjuangan di Pasar Usang. Di samping itu, ada juga front perjuangan yang sejarahnya hanya tersimpan dalam ingatan masyarakat yang belum banyak diketahui oleh masyarakat,” papar Efrianto, Ketua Tim, saat kami wawancarai melalui WhatsApp-nya, Kamis (24/9/2020).

Dia menambahkan, data lapangan memperlihatkan bahwa masyarakat pemilik sejarah ternyata kurang memiliki tinggalan sejarah yang ada di kawasan mereka. Hal ini terlihat dari monumen atau tugu yang didirikan ternyata tidak terawat dengan baik.

“Kondisi ini jelas mengkhawatirkan bagi masa depan Indonesia, karena banyak masyarakat yang semakin tidak peduli dengan sejarah masa lalu bangsa dan negaranya. Itu sebabnya, kami melakukan kajian, sebagai langkah awal untuk kembali mengenalkan masyarakat terhadap sejarah mereka sendiri,” ujar Efrianto.

Efrianto juga mengatakan, penelitian ini untuk mengungkap apa saja peristiwa sejarah di Kecamatan Batang Anai, Lubuk Alung, dan Sintuk Toboh Gadang pada masa revolusi fisik, apa saja peninggalan sejarahnya, dan sejauh mana pengetahuan dan pandangan masyarakat terhadap peristiwa sejarah tersebut.

“Penelitian ini diharapkan dapat memberi manfaat bagi kepentingan akademik, pemerintah daerah dan masyarakat di Provinsi Sumatera Barat, khususnya Kabupaten Padang Pariaman,” ujar Dra. Zusneli Zubir, M.Hum, Ketua Pokja Sejarah menambahkan.

Sementara itu, Yulisman yang juga anggota Tim Peneliti sejarah BPNB Sumbar mengatakan, pengumpulan data dilakukan secara observasi, wawancara, dan studi pustaka.

“Penelitian ini menggunakan metode campuran atau mixed methods. Yaitu menggabungkan metode penelitian kuantitatif dan kualitatif. Secara keseluruhan dari penelitian hingga penulisannya memerlukan waktu lima bulan,” papar Yulisman. (Muhammad Fadhli/Agus)

Konten ini dilindungi. Dilarang menyalin atau menayangkan ulang sebagian maupun seluruh isi artikel untuk akun media sosial komersial atau kepentingan komersial lainnya tanpa izin tertulis dari Redaksi.
👁️ Pembaca: 3

BeritaTerkait

Guru SDN 2 Ngandong Heny Anistyawati Bagikan Tips Detoks Digital di Acara Bulanan Paguriska Jepara
KABAR DAERAH

Guru SDN 2 Ngandong Heny Anistyawati Bagikan Tips Detoks Digital di Acara Bulanan Paguriska Jepara

9 June 2026
0
0

  SWARA PENDIDIKAN (JEPARA) — Perkembangan teknologi digital yang masif...

Read more
Madrasah Al Ma’arif Al Islamiah Singapura Kembali Kunjungi SMPIT-SMAIT Fajar Ilahi Bengkong

Madrasah Al Ma’arif Al Islamiah Singapura Kembali Kunjungi SMPIT-SMAIT Fajar Ilahi Bengkong

4 June 2026
0
Dua Siswa ABK SMA Negeri 6 Mataram Lulus ke Perguruan Tinggi Negeri

Dua Siswa ABK SMA Negeri 6 Mataram Lulus ke Perguruan Tinggi Negeri

30 May 2026
0

Anis Surahman: Pengelolaan Sampah Diharapkan Masuk Kurikulum Sekolah

29 May 2026
0

Tradisi Sederhana di SMAS PGRI 1 Purwakarta Ini Bikin Suasana Iduladha Terasa Istimewa

29 May 2026
0

Pemkab Jepara Beri Bantuan Pendidikan Mahasiswa Rp1,5 Juta Per Semester

29 May 2026
0
Next Post
Dedi Supandi Resmi PJS Wali Kota Depok Hingga 5 Desember 2020

Dedi Supandi Resmi PJS Wali Kota Depok Hingga 5 Desember 2020

https://dewanpers.or.id/data

2026 © swarapendidikan.co.id

TENTANG KAMI

  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

Follow & Share

No Result
View All Result
  • Berita
  • Disclaimer
  • KERJAMASA DAN IKLAN
  • KODE ETIK JURNALIS SWARA PENDIDIKAN
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • LOKER / MAGANG
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Redaksi
  • SOP Perlindungan Wartawan
  • Swara Pembaca
  • swarapendidikan.co.id
  • Tentang Kami

2026 © swarapendidikan.co.id